Luka Batin Pekerja Situs Judol di Negeri Asing: Kisah Febby yang Pulang dengan Trauma dari Kamboja

Avatar photo

Jumat, 18 April 2025 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Febby Febriadi, pemuda asal Bekasi, Jawa Barat, yang bekerja sebagai admin judi online di Kamboja mengisahkan temannya disiksa hingga tewas oleh algojo judi online asal Indonesia. Kejadian tersebut membuat mentalnya terpuruk. (Kredit Foto via Kompas.com)

Febby Febriadi, pemuda asal Bekasi, Jawa Barat, yang bekerja sebagai admin judi online di Kamboja mengisahkan temannya disiksa hingga tewas oleh algojo judi online asal Indonesia. Kejadian tersebut membuat mentalnya terpuruk. (Kredit Foto via Kompas.com)

Metrosiar – Febby Febriadi, pemuda berusia 27 tahun asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengisahkan pengalaman tragisnya saat bekerja sebagai admin situs judi online di Kamboja.

Dari April hingga November 2024, ia menghadapi tekanan berat secara mental dan kemanusiaan. Dalam periode tersebut, Febby menyaksikan langsung rekan kerjanya tewas disiksa oleh algojo asal Indonesia.

Korban mengalami penyiksaan brutal selama tiga hari di ruangan tertutup, hanya karena gagal mencapai target mencatatkan 100 transaksi warga Indonesia di situs tersebut.

“Teman mati karena disetrum, enggak dikasih makan. Penyiksaan di ruangan tertutup gitu,” kata Febby kepada wartawan, Jumat (18/4/2025).

Baca juga:  Tingkatkan Mutu Pendidikan Disdik Kabupaten Tangerang Rehab Ratusan Sekolah Dan Ruang Belajar

Peristiwa memilukan itu membuat Febby dan rekan-rekannya terpuruk secara mental. Mereka tak menyangka bahwa pekerjaan di luar negeri, khususnya di industri ilegal seperti ini, bisa mengancam nyawa.

“Melihat teman sampai mati itu bikin mental semua (teman) hancur,” ungkap Febby.

Sejak kejadian tersebut, Febby memutuskan untuk mencari jalan keluar dan kembali ke Indonesia. Namun, untuk meninggalkan pekerjaannya sebelum masa kontrak berakhir, ia harus membayar penalti sebesar Rp 23 juta.

“Tebusan gue pribadi itu sampai Rp 23 juta. Itu bayar ke perusahaan, cash. Karena dari Rp 23 juta itu dihitung dari biaya transport gue berangkat, pembuatan paspor, sama jalur VIP segala macem,” jelasnya.

Baca juga:  Bupati Tangerang Turun Langsung Bersihkan Sampah di Sungai Golden

Setelah kondisi mentalnya semakin menurun, pada November 2024 Febby akhirnya membayar penalti tersebut dan diperbolehkan pulang ke Tanah Air. Meski berhasil kembali, kondisi psikologisnya masih terguncang.

“Tapi gue balik dari Kamboja pun langsung ke psikiater karena gue ngerasa kayak mental gue benar-benar hancur banget gitu. Ketemu orang pun gue sekarang takut,” imbuh dia.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aklamasi di Musda XI! Andreas Paru Kembali Nahkodai Golkar Ngada, Siap Satukan Kader dan Rebut Kemenangan Politik
Musda XI Golkar Ngada Jadi Momentum Kebangkitan, Kader Rapatkan Barisan Menuju Kemenangan Politik
Ratusan Warga Padati Polda Banten, Ada Khitan Gratis hingga Donor Darah
Rumah Reyot Disulap Jadi Layak Huni, Aksi Polda Banten Ini Bikin Haru Warga
Warga Pasar Kemis Serbu Layanan Pemkab Tangerang, Ada Apa di Sindangsari?
Pesan Penting Lurah Kutabumi di Ajang PMR Pasar Kemis, Apa Isinya?
Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.
Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.
Berita ini 17 kali dibaca
Febby Febriadi, pemuda asal Bekasi, membagikan kisah pilu saat bekerja sebagai admin judi online di Kamboja. Ia menyaksikan langsung rekannya tewas disiksa karena tak capai target. Terjebak kontrak dan tekanan mental, Febby akhirnya pulang ke Indonesia dengan membayar penalti dan mengalami trauma mendalam.

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:02 WIB

Aklamasi di Musda XI! Andreas Paru Kembali Nahkodai Golkar Ngada, Siap Satukan Kader dan Rebut Kemenangan Politik

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:46 WIB

Musda XI Golkar Ngada Jadi Momentum Kebangkitan, Kader Rapatkan Barisan Menuju Kemenangan Politik

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:54 WIB

Ratusan Warga Padati Polda Banten, Ada Khitan Gratis hingga Donor Darah

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:45 WIB

Rumah Reyot Disulap Jadi Layak Huni, Aksi Polda Banten Ini Bikin Haru Warga

Senin, 22 Juni 2026 - 10:13 WIB

Warga Pasar Kemis Serbu Layanan Pemkab Tangerang, Ada Apa di Sindangsari?

Berita Terbaru

Foto Bersama

Politik & Pemerintahan

Warga Pasar Kemis Serbu Layanan Pemkab Tangerang, Ada Apa di Sindangsari?

Senin, 22 Jun 2026 - 10:13 WIB