Mengapa Ayah dan Anak di Pinggiran Sungai Cikapundung Tolak Bantuan Gubernur KDM?

Avatar photo

Sabtu, 22 Maret 2025 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjuangan Ayah dan Anak di Rumah 1x2 Meter yang Menolak Bantuan Dedi Mulyadi. (YouTube KDM Channel)

Perjuangan Ayah dan Anak di Rumah 1x2 Meter yang Menolak Bantuan Dedi Mulyadi. (YouTube KDM Channel)

Metrosiar – Tidak ada yang menyangka di tengah kegemerlapan Kota Bandung terdapat sebuah rumah kecil di pinggiran sungai Cikapundung menjadi tempat tinggal seorang ayah dan anak laki-lakinya dengan segala keterbatasan.

Rumah tersebut ditemukan saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi lokasi banjir.

Keadaan rumah yang sangat sempit dan tidak layak huni mengundang perhatian Dedi.

“Bapak teh nyelepet di dieu?” (Bapak tinggal di tempat sempit ini?) tanya Dedi saat mendekati rumah tersebut, yang kemudian diunggah di akun YouTube Kang Dedi Mulyadi (KDM), pada Jumat (21/3/2025).

Rumah tersebut memiliki ruang sempit, dengan sebuah kasur dan televisi tabung tua di dalamnya.

Tidak jauh dari sana terdapat sumur kecil yang digunakan untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari.

Baca juga:  Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) 2025

Sang ayah, yang bekerja sebagai tukang servis payung, bersama anak laki-lakinya yang putus sekolah, bertahan hidup di tempat tersebut meski menghadapi ancaman banjir.

Kondisi rumah yang sangat sederhana ini seringkali terancam saat hujan deras karena meluapnya air sungai yang bisa menggenangi tempat tinggal mereka.

“Lamun banjir kumaha?” (Kalau banjir gimana?), tanya Dedi khawatir, dan dijawab sang ayah, “Lumpat kaitu” (lari ke arah sumur), dengan pasrah.

Dedi Mulyadi, yang tergerak dengan kondisi mereka, menawarkan bantuan berupa pindah ke tempat yang lebih layak.

Tetapi, sang ayah menolak bantuan tersebut karena alasan keterbatasan dana.

Bahkan tawaran bantuan biaya kontrakan sementara untuk menghindari banjir juga ditolak.

Baca juga:  KERAS, Gubernur Dedi Mulyadi Respons Kritikan Kadisbud Cirebon mengenai Larangan Study Tour

Sang ayah merasa lebih nyaman di tempat tersebut karena selama ini air sungai hanya naik setinggi betisnya, dan ia merasa kebutuhan utama mereka adalah perbaikan rumah, terutama bagian depan yang lebih kokoh untuk menghadapi banjir.

Sebagai bentuk kepedulian, Dedi akhirnya memberikan sejumlah uang untuk memperkuat struktur rumah mereka, meski tidak dapat memberikan kenyamanan sepenuhnya.

Kondisi ini mencerminkan betapa kerasnya perjuangan hidup ayah dan anaknya saat kawasan sekitar sungai Cikapundung sering dilanda banjir.

Ini juga menunjukkan dua hal yang kontras antara kawasan kumuh di sekitar sungai dengan kemewahan yang terlihat di pusat wisata Braga Kota Bandung.(*)

Editor : Konrad

Sumber Berita: YouTube KDM Channel

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Berita Terbaru

Nusantara

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:20 WIB