Ketua Umum BKN Cak Ofi: Program MBG Bukan Solusi Gizi, Tapi Masalah Baru

Avatar photo

Senin, 26 Januari 2026 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Rofi ketua umum Barisan kesatria Nusantara(dok.istimewa)

Gus Rofi ketua umum Barisan kesatria Nusantara(dok.istimewa)

Jakarta, Metrosiar – Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Cak OFi, kembali menyampaikan sikap kritisnya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai aktivis sosial dan kebangsaan, Cak OFi menilai program tersebut dipaksakan, tidak realistis, dan sarat risiko, terutama bagi kesehatan anak-anak sekolah.

 

Menurut Cak OFi, di atas kertas program MBG terlihat baik, namun dalam praktik lapangan justru menyimpan bahaya besar yang luput dari perhatian pemerintah.

 

“Ini bukan sekadar soal anggaran, ini soal nyawa dan kesehatan anak bangsa. Makanan dimasak sejak jam 00.00 dini hari, lalu baru sampai ke siswa sekitar jam 11 siang. Itu sudah bukan makanan sehat lagi. Fakta di lapangan, korban keracunan sudah terjadi,” tegas Cak OFi.

 

 

 

Ia menilai pemerintah terlalu fokus pada pencitraan program besar, namun abai terhadap realitas teknis dan dampak riil di lapangan.

 

 

 

Aktivis BKN: Program Besar Tapi Salah Arah

 

Sebagai Ketua Umum BKN, Cak OFi menegaskan bahwa pihaknya bukan anti-pemerintah, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial agar kebijakan negara tidak keluar dari prinsip kemaslahatan rakyat.

Baca juga:  Masjid Al-Wustho Mekarsari, Rajeg, gelar sholat Jum’at perdana, warga antusias.

 

“Kalau program besar tapi salah arah, mubazir, dan membahayakan, maka aktivis wajib bersuara. Anak-anak itu sudah punya ibu yang memasak di rumah. Negara seharusnya memperkuat keluarga, bukan menggantikannya dengan sistem dapur raksasa yang berisiko,” ujarnya.

 

 

 

Ia menyebut bahwa MBG dalam bentuk saat ini justru berpotensi menciptakan masalah baru, bukan menyelesaikan persoalan gizi.

 

 

 

7 Indikasi Bahaya dan Maḍarat Program MBG/BGN Menurut BKN

 

Cak OFi memaparkan sejumlah indikasi krusial yang menjadi dasar penolakan dan kritik BKN terhadap program MBG:

 

1. Pemborosan Anggaran Negara

Program ini menelan anggaran sangat besar, berpotensi overbudget dan kebocoran, namun manfaatnya tidak sebanding dengan biaya.

 

 

2. Mematikan Peran Keluarga

Negara mengambil alih peran orang tua dalam urusan dasar anak, yang berisiko melemahkan kemandirian keluarga.

 

 

3. Risiko Korupsi Terstruktur

Distribusi makanan skala nasional membuka ruang mark-up, vendor titipan, dapur fiktif, dan manipulasi data penerima.

 

 

4. Tidak Tepat Sasaran

Baca juga:  Wagub Banten Ajak Jemaah Haji Kloter 52 Lebak Jaga Kesehatan dan Niatkan Ibadah Secara Tulus

Program massal dan seragam membuat anak dari keluarga mampu ikut menikmati, sementara anak yang benar-benar miskin justru tidak maksimal terbantu.

 

 

5. Mengancam UMKM dan Pedagang Kecil

Sentralisasi dapur dan logistik berpotensi mematikan usaha pangan lokal dan ekonomi rakyat kecil.

 

 

6. Membentuk Mental Ketergantungan

Anak dibiasakan menerima tanpa proses, tanpa pendidikan tanggung jawab dan ikhtiar.

 

 

7. Risiko Sosial Jangka Panjang

Negara diposisikan sebagai “penanggung hidup”, yang dapat mengikis kemandirian masyarakat dan daya juang generasi muda.

 

 

 

Seruan Evaluasi Total

 

Atas dasar itu, Cak OFi mendesak pemerintah untuk menghentikan pendekatan seragam dan memaksa dalam program MBG, serta segera melakukan evaluasi total.

 

“Kalau mau bantu gizi, lakukan secara tepat sasaran. Fokus pada keluarga miskin ekstrem, bantu orang tuanya, perkuat ekonominya. Jangan jadikan anak-anak sebagai kelinci percobaan kebijakan,” tegasnya.

 

BKN menegaskan akan terus mengawal isu ini dan siap menyuarakan kritik secara terbuka demi memastikan kebijakan negara benar-benar berpihak pada rakyat, bukan sekadar proyek besar tanpa dampak nyata.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten Andra Soni Setujui Pembahasan 4 Raperda Inisiatif DPRD
Presiden Prabowo Masih Teratas Elektabilitasnya Dibanding Tokoh Lain, Versi Survey IPO
Kalahkan BPBD 2-0, Brata FC Polresta Tangerang Melaju ke Semi Final POR Pegawai 2026
Festival Komodo Riung 2026: Dari Watulajar, Komodo Djaga, Pariwisata Dikobarkan, Ekonomi Masyarakat Digerakkan
Dedi Muhdi Bongkar Rencana Pungutan Ratusan Juta di SMAN 33
33 Alsintan Mengguyur Ngada: Traktor hingga Rice Transplanter, Jejak Aspirasi Ahmad Yohan Kembali Terbukti
Melawan Lupa, Loka Tua Mata Api Diluncurkan untuk Menghidupkan Kembali Sabda Leluhur Ngada
Jalan Santai HUT RI ke-81 di Pasar Kemis Meriah, Hadiah Kulkas hingga Sepeda Gunung Dibagikan
Berita ini 24 kali dibaca
Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Cak OFi, kembali menyampaikan sikap kritisnya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai aktivis sosial dan kebangsaan, Cak OFi menilai program tersebut dipaksakan, tidak realistis, dan sarat risiko, terutama bagi kesehatan anak-anak sekolah.

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Gubernur Banten Andra Soni Setujui Pembahasan 4 Raperda Inisiatif DPRD

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Presiden Prabowo Masih Teratas Elektabilitasnya Dibanding Tokoh Lain, Versi Survey IPO

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Kalahkan BPBD 2-0, Brata FC Polresta Tangerang Melaju ke Semi Final POR Pegawai 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Festival Komodo Riung 2026: Dari Watulajar, Komodo Djaga, Pariwisata Dikobarkan, Ekonomi Masyarakat Digerakkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Dedi Muhdi Bongkar Rencana Pungutan Ratusan Juta di SMAN 33

Berita Terbaru

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan pandangannya mengenai empat Raperda inisiatif DPRD Provinsi Banten dalam Rapat Paripurna di Serang, Selasa (11/08/2026).

Politik & Pemerintahan

Gubernur Banten Andra Soni Setujui Pembahasan 4 Raperda Inisiatif DPRD

Rabu, 12 Agu 2026 - 14:46 WIB

Politik & Pemerintahan

Dedi Muhdi Bongkar Rencana Pungutan Ratusan Juta di SMAN 33

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:31 WIB