Kala Rumah Menjadi Kuburan Lumpur”: Jeritan Korban dan Duka 990 Jiwa di Banjir Sumatera

Avatar photo

Jumat, 12 Desember 2025 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir bandang Sumatera November 2025: Hampir 1000 korban tewas. Simak kisah pilu warga Pidie Jaya & Sibolga yang rumahnya terkubur lumpur setinggi atap pasca air surut. Upaya penanggulangan dan data terbaru BNPB. (Instagram/hadisitanggan - TikTok/r.f_95)

Banjir bandang Sumatera November 2025: Hampir 1000 korban tewas. Simak kisah pilu warga Pidie Jaya & Sibolga yang rumahnya terkubur lumpur setinggi atap pasca air surut. Upaya penanggulangan dan data terbaru BNPB. (Instagram/hadisitanggan - TikTok/r.f_95)

JAKARTA, Metrosiar – Dua pekan telah berlalu sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada akhir November 2025. Namun, proses penanggulangan pascabencana masih jauh dari kata usai.

Bencana ini tidak hanya meninggalkan kerusakan struktural, tetapi juga pemandangan pilu rumah-rumah yang terkubur, serta tantangan distribusi logistik yang kian sulit akibat akses yang terputus.

Ratusan ribu warga kini terpaksa menghuni posko pengungsian atau menumpang di rumah kerabat, karena tempat tinggal mereka telah dilalap derasnya air dan kini diselimuti lapisan lumpur tebal yang mulai mengeras.

Menyusup ke Dalam Rumah: Perjuangan Warga Melawan Tembok Lumpur

Setelah air bah surut, yang tersisa bukanlah tanah, melainkan timbunan lumpur tebal yang menjadi ‘dinding’ baru di dalam rumah warga.

Kedalaman endapan material ini bahkan menciptakan pemandangan yang tak terbayangkan untuk masuk ke rumah sendiri, warga harus merangkak atau bahkan bersimpuh.

Di Pidie Jaya, Aceh, sebuah video viral yang diunggah oleh akun TikTok @r.f_95 pada Kamis (11/12/25) menampilkan perjuangan seorang wanita yang harus bersimpuh untuk melewati pintu masuk rumahnya.

Baca juga:  Hadapi MTQ ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang, Camat Kemiri Pimpin Rapat Pembinaan Peserta

Endapan lumpur telah menutupi separuh kusen pintu, dan di bagian dalam, material liat tersebut tampak meninggi, bahkan hampir menyentuh ambang pintu ruangan-ruangan lain. Seluruh perabotan lenyap, ditelan oleh lumpur dingin yang kini mengering.

Kondisi serupa, yang menunjukkan dahsyatnya daya angkut material longsor dan banjir, juga terjadi di Sibolga, Sumatera Utara.

Pemilik akun Instagram @hadisitanggang membagikan momen saat mengunjungi sebuah rumah warga yang sudah tertimbun material padat.

“Jadi ini rumah warga yang sudah naik karena timbunan material longsor. Ini tanah sudah keras sekali,” ujar pemilik akun dalam rekaman tersebut.

Ia menambahkan dengan nada getir, “Untuk masuk dan keluar rumahnya ini harus seperti ini (merangkak) dan ini belum tahu kita bagaimana menormalisasinya.”

Pemandangan ini memicu simpati mendalam dari warganet di media sosial. Pertanyaan tentang bagaimana memulai pembersihan puing-puing dan harapan untuk pemulihan cepat membanjiri kolom komentar.

Baca juga:  Priguna Anugerah Tak Bisa Lolos dengan Restorative Justice, Ini Alasannya

Angka Korban Jiwa Terus Bertambah, Ratusan Masih Hilang

Di tengah upaya pembersihan yang berat, angka korban jiwa akibat bencana ini terus menunjukkan data yang mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Kamis sore (11/12/25), total korban meninggal dunia telah mencapai 990 orang.

Korban meninggal dunia paling banyak dilaporkan berada di Aceh dengan jumlah 407 orang, diikuti Sumatera Utara sebanyak 343 orang, dan Sumatera Barat mencatat 240 orang.

Operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga hari ke-15 pascabencana, masih ada 222 orang yang dinyatakan hilang.

Sementara itu, untuk pengungsi, BNPB melaporkan saat ini ada 894.101 jiwa masih tinggal di posko-posko yang disediakan, sebuah angka yang menunjukkan skala darurat kemanusiaan yang besar.

Pemulihan akan memakan waktu panjang. Selain kebutuhan logistik mendesak, para korban kini juga membutuhkan dukungan moril dan rencana jangka panjang untuk menormalisasi kehidupan mereka dari balik timbunan lumpur yang seolah menjadi saksi bisu keganasan alam.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Komodo Riung 2026: Dari Watulajar, Komodo Djaga, Pariwisata Dikobarkan, Ekonomi Masyarakat Digerakkan
Dedi Muhdi Bongkar Rencana Pungutan Ratusan Juta di SMAN 33
33 Alsintan Mengguyur Ngada: Traktor hingga Rice Transplanter, Jejak Aspirasi Ahmad Yohan Kembali Terbukti
Melawan Lupa, Loka Tua Mata Api Diluncurkan untuk Menghidupkan Kembali Sabda Leluhur Ngada
Jalan Santai HUT RI ke-81 di Pasar Kemis Meriah, Hadiah Kulkas hingga Sepeda Gunung Dibagikan
PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial
Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha
Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta
Berita ini 40 kali dibaca
Lebih dari dua minggu setelah banjir bandang Sumatera, duka mendalam menyelimuti warga saat proses penanggulangan terhambat. Total 990 korban meninggal dan ratusan hilang. Baca selengkapnya perjuangan pilu warga Pidie Jaya dan Sibolga yang harus merangkak masuk ke rumah mereka yang kini terkubur lumpur setinggi hampir menyentuh atap. Bantuan terhambat, pengungsi mencapai 894 ribu jiwa.

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Festival Komodo Riung 2026: Dari Watulajar, Komodo Djaga, Pariwisata Dikobarkan, Ekonomi Masyarakat Digerakkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Dedi Muhdi Bongkar Rencana Pungutan Ratusan Juta di SMAN 33

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:58 WIB

33 Alsintan Mengguyur Ngada: Traktor hingga Rice Transplanter, Jejak Aspirasi Ahmad Yohan Kembali Terbukti

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:29 WIB

Melawan Lupa, Loka Tua Mata Api Diluncurkan untuk Menghidupkan Kembali Sabda Leluhur Ngada

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:58 WIB

PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

Dedi Muhdi Bongkar Rencana Pungutan Ratusan Juta di SMAN 33

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:31 WIB