Isak Tangis Pecah di Desa Juara, Kecamatan Sekarak, Aceh Tamiang

Avatar photo

Rabu, 17 Desember 2025 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang warga Desa Juara Sekerak Aceh Tamiang menangis saat menceritakan keadaan mereka pascabanjir bandang. (Istimewa)

Seorang warga Desa Juara Sekerak Aceh Tamiang menangis saat menceritakan keadaan mereka pascabanjir bandang. (Istimewa)

ACEH TAMIANG, Metrosiar – Isak tangis pecah di Desa Juara, Kecamatan Sekarak, Aceh Tamiang.

Pasca terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut, warga kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit: kehilangan harta benda sekaligus sumber mata pencaharian yang selama ini menjadi penopang hidup.

Sebuah unggahan emosional dari akun TikTok @13u_d4hl4n pada Selasa (16/12/25), menangkap momen pilu seorang pria yang terduduk di antara puing-puing sisa bencana.

Pria tersebut tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat menceritakan bagaimana air bah melumat habis kebun miliknya hingga tak bersisa.

Hilangnya Tumpuan Ekonomi

Bagi warga di pelosok Aceh Tamiang, kebun bukan sekadar tanah, melainkan jantung ekonomi keluarga. Dengan suara yang bergetar menahan tangis, pria dalam video tersebut mengungkapkan kepasrahannya atas ujian yang menimpa.

Baca juga:  Galodo Terjang Arosuka, Kompleks Kantor Bupati Solok Ikut Terdampak

“Mau bilang apa, Tuhan berkata begini, kami terima. Kebun saya juga habis, tidak ada lagi,” ungkapnya lirih.

Ancaman Putus Sekolah

Dampak dari hilangnya kebun tersebut jauh lebih dalam dari sekadar kerugian materi. Ia mengungkapkan kecemasan yang luar biasa mengenai masa depan pendidikan anak-anaknya. Tanpa hasil kebun, ia mengaku kehilangan kemampuan finansial untuk membayar biaya sekolah.

“Untuk ke depannya, untuk bayar sekolah anak saya, sudah tidak sanggup lagi,” tambahnya dengan nada penuh keputusasaan.

Harapan pada Uluran Tangan Sesama

Kini, dengan kondisi tanpa simpanan dan penghasilan, ia hanya bisa bersandar pada kebaikan hati para sukarelawan dan dermawan. Permintaannya tidaklah muluk; ia hanya berharap keluarganya bisa menyambung hidup dari hari ke hari.

  • Harapan Utama: Bantuan logistik untuk bertahan hidup.
  • Kebutuhan Mendesak: Bahan makanan pokok.
  • Pesan untuk Relawan: “Kami mohon para relawan, bantu kami. Kami tidak mengharapkan lebih, bisa makan saja sudah Alhamdulillah.”
Baca juga:  Isu Reshuffle Kabinet Makin Kencang, Mayor Teddy Sebut akan ada Pelantikan Pejabat Sore Ini

Kisah dari Desa Juara ini menjadi potret nyata betapa beratnya pemulihan pascabencana.

Di balik surutnya air, ada luka ekonomi dan beban mental yang dipikul para orang tua yang kini harus merangkak dari titik nol demi masa depan buah hati mereka.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: eNBeIndonesia.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Berita ini 28 kali dibaca
Pasca terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut, warga kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit: kehilangan harta benda sekaligus sumber mata pencaharian yang selama ini menjadi penopang hidup. Sebuah unggahan emosional dari akun TikTok @13u_d4hl4n pada Selasa (16/12/25), menangkap momen pilu seorang pria yang terduduk di antara puing-puing sisa bencana. Pria tersebut tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat menceritakan bagaimana air bah melumat habis kebun miliknya hingga tak bersisa.

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:18 WIB

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB