FJK Klarifikasi Isu Musrenbang Kemiri: Tidak Ada Larangan Peliputan

Avatar photo

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Kemiri bersama Forum jurnalis kemiri dan Rekan Jurnalis serta Lembaga menyampaikan klarifikasi isu Musrenbang Kecamatan Kemiri (dok.fjk)

Camat Kemiri bersama Forum jurnalis kemiri dan Rekan Jurnalis serta Lembaga menyampaikan klarifikasi isu Musrenbang Kecamatan Kemiri (dok.fjk)

Tangerang, Metrosiar — Menanggapi pemberitaan di sejumlah media online dan media sosial terkait pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kemiri yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026, Forum Jurnalis Kemiri (FJK) menyampaikan klarifikasi resmi sebagai bentuk hak jawab.

 

Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan persepsi publik, khususnya di kalangan insan pers, terkait isu yang beredar mengenai daftar hadir wartawan, dugaan larangan peliputan, serta keterbatasan konsumsi dalam kegiatan Musrenbang tersebut.

 

Ketua Forum Jurnalis Kemiri (FJK), Agus, menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Musrenbang tidak pernah ada instruksi maupun tindakan yang bertujuan menghalangi kerja jurnalistik rekan-rekan pers yang hadir di lokasi kegiatan.

 

“Tidak ada satu pun niatan atau kebijakan untuk melarang peliputan. Segala informasi yang menyebut adanya boikot atau pembatasan terhadap insan pers merupakan kekeliruan dalam menafsirkan situasi di lapangan,” ujar Agus saat memberikan keterangan kepada awak media di halaman Kantor Kecamatan Kemiri, Rabu (28/01/2026).

Baca juga:  Meski Tidak Dijadwalkan, Istri Wamendagri RI Sempatkan Diri Kunjungi Rumah AMAN Ngada

 

Agus menjelaskan, pada saat kegiatan berlangsung terdapat lebih dari 62 wartawan yang hadir, sementara kapasitas aula tempat Musrenbang dilaksanakan memiliki keterbatasan ruang. Oleh karena itu, mekanisme peliputan dilakukan secara bergantian agar seluruh rekan pers tetap dapat menjalankan tugas dokumentasi dan peliputan.

 

“Kalau semuanya masuk secara bersamaan tentu tidak memungkinkan. Maka sistemnya bergantian untuk pengambilan foto dan dokumentasi. Rekan-rekan pers yang datang kami sambut secara humanis, lalu diarahkan untuk mengisi daftar hadir,” jelasnya.

 

Terkait daftar hadir, Agus menegaskan bahwa hal tersebut semata-mata dilakukan sebagai bentuk pendataan kehadiran wartawan yang nantinya dilaporkan kepada pihak terkait, khususnya kepada Camat Kemiri, bukan sebagai alat pembatasan atau kontrol berlebihan terhadap media.

 

Sementara mengenai isu konsumsi, Agus mengakui bahwa keterbatasan konsumsi terjadi akibat stok yang habis, sehingga sebagian rekan pers tidak kebagian. Ia menegaskan hal tersebut bukan unsur kesengajaan atau bentuk diskriminasi.

Baca juga:  Buka Puasa Bersama Pererat Silaturahmi Antar Lembaga di Kecamatan Kemiri

 

“Tidak ada maksud apa pun seperti yang diberitakan. Murni karena keterbatasan konsumsi yang ada,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa esensi kehadiran FJK dalam kegiatan Musrenbang adalah untuk memastikan transparansi informasi pembangunan dan memperkuat sinergi antar insan pers, bukan menciptakan sekat atau perpecahan.

 

Ia juga mengimbau agar ke depan seluruh pihak dapat mengedepankan tabayun atau konfirmasi sebelum menyebarkan informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah komunitas pers.

 

“Kami justru ingin mempermudah rekan-rekan pers dalam pemberitaan. FJK akan menyiapkan dan membagikan press release resmi terkait hasil Musrenbang Kecamatan Kemiri agar informasi yang disampaikan ke publik tetap utuh dan berimbang,” pungkasnya.***

 

Sumber Forum Jurnalis Kemiri (FJK)

Sumber Berita: FORUM JURNALIS KEMIRI

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Berita ini 20 kali dibaca
Menanggapi pemberitaan di sejumlah media online dan media sosial terkait pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kemiri yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026, Forum Jurnalis Kemiri (FJK) menyampaikan klarifikasi resmi sebagai bentuk hak jawab. Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan persepsi publik, khususnya di kalangan insan pers, terkait isu yang beredar mengenai daftar hadir wartawan, dugaan larangan peliputan, serta keterbatasan konsumsi dalam kegiatan Musrenbang tersebut.

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:51 WIB

PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Berita Terbaru