Metrosiar – Air bah masih merayapi halaman dan gang-gang di perumahan Ciledug Indah I, seperti tamu tak diundang yang enggan pergi.
Genangan itu perlahan menyusut, menyerupai lautan yang ditarik mundur oleh arus pasang surut.
Jika sebelumnya air mencapai setengah meter, kini hanya tersisa selapis tipis sejauh mata memandang, berkisar lima hingga sepuluh sentimeter.
Pemerintah dan pihak terkait telah mengerahkan pompa-pompa besar, ibarat juru selamat yang berusaha mengusir tamu tak diundang itu ke Kali Angke, sumber utama yang meluapkan air ke kawasan ini.
Sementara itu, sebagian warga RW 6 memilih meninggalkan rumah mereka, berlayar menuju tempat yang lebih tinggi—menumpang di rumah sanak saudara yang tidak tersentuh oleh amukan air.
“Beberapa di antara kami mencari perlindungan di rumah keluarga,” ujar seorang warga, suaranya seperti riak kecil di tengah sisa banjir yang masih enggan benar-benar lenyap.(*)
Editor : Konrad Wodo










