Ambisi Besar Prabowo 100% Listrik Indonesia Berasal dari Energi Bersih 2035, Pakar Ingatkan hal Ini

Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo menargetkan 100% listrik EBT dalam 10 tahun. Pemerintah siapkan Rp 402,4 T di RAPBN 2026, meski tantangan besar menanti. (Dok. ksp.go.id)

Presiden Prabowo menargetkan 100% listrik EBT dalam 10 tahun. Pemerintah siapkan Rp 402,4 T di RAPBN 2026, meski tantangan besar menanti. (Dok. ksp.go.id)

Metrosiar – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan ambisi besar pemerintah untuk mencapai 100% kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dalam kurun 10 tahun ke depan.

Target tersebut ia sampaikan dalam Pidato Kenegaraan terkait RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan, Selasa (19/8/25). Menurutnya, EBT adalah masa depan energi nasional yang harus segera dipercepat.

“EBT adalah masa depan, kita harus genjot pembangunan pembangkit dari surya, hidro, panas bumi, dan bioenergi,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia berpeluang menjadi pelopor energi bersih dunia, bahkan lebih cepat dibandingkan target global net-zero emission 2060.

“Saya yakin, hal ini bisa dicapai dari target dunia 2060. Kita bisa mencapainya jauh lebih cepat,” tegasnya.

Dukungan Anggaran Rp 402,4 Triliun

Untuk menopang rencana besar tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 402,4 triliun dalam RAPBN 2026 untuk program ketahanan energi. Namun, menurut catatan media, hanya sekitar Rp 37,5 triliun yang dialokasikan khusus untuk pengembangan EBT, sementara sebagian besar masih terserap untuk subsidi energi fosil seperti BBM, LPG, dan listrik.

Baca Juga :  Klarifikasi dan Permintaan Maaf Hercules Terkait Pernyataannya, Sebut Sutiyoso Bau Tanah

Tanggapan Pengamat Ambisi Tinggi, Realisasi Masih Berat

Sejumlah lembaga menilai target Prabowo sangat ambisius namun menuntut strategi yang jelas.

IESR (Institute for Essential Services Reform) menyebut potensi EBT Indonesia sangat besar, khususnya energi surya yang bisa mencapai 3,3–20 TWp. Meski demikian, target 100% dalam 10 tahun dinilai sulit tercapai tanpa kebijakan konkret, percepatan PLTS, dan roadmap transisi energi yang jelas.

CSIS menekankan perlunya subsidi khusus dan strategi pendanaan agar investasi di sektor EBT semakin menarik.

CELIOS mengkritisi adanya kontradiksi dengan RUPTL PLN 2025–2034, yang masih mengandalkan PLTU dan pembangkit berbasis gas.

Baca Juga :  Eddy Soeparno: Peta Jalan EBT Nasional Bakal Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja

Greenpeace Indonesia menyoroti besarnya porsi anggaran subsidi energi fosil yang dinilai kontraproduktif dengan ambisi EBT 100%.

Kapasitas EBT Saat Ini

Foto Ilustrasi – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai 100% listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dalam 10 tahun. Dalam Pidato Kenegaraan RAPBN 2026, ia menegaskan EBT sebagai masa depan energi nasional. Pemerintah menyiapkan Rp 402,4 triliun, meski tantangan transisi dari energi fosil masih besar. (DOK. PLN)

Hingga Semester I 2025, total kapasitas pembangkit EBT Indonesia baru mencapai 15,2 GW, atau sekitar 14,5% dari total kapasitas nasional 105 GW. Padahal, dalam RUPTL PLN 2025–2034, bauran energi terbarukan baru ditargetkan menyentuh 34,3% pada 2034, jauh dari visi 100% dalam 10 tahun.

Ambisi Prabowo menjadikan Indonesia sebagai negara dengan 100% listrik dari EBT dalam 10 tahun dianggap sebagai lompatan besar di sektor energi. Namun, tantangan utama ada pada alokasi anggaran, kebijakan transisi, peran PLN, serta konsistensi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Jika strategi konkret berhasil dijalankan, Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara terdepan dalam transisi energi bersih global.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Metrosiar

Berita Terkait

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!
Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia
Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu
Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
Mahfuz Sidik Dorong Aliansi Baru Timur Tengah untuk Hapus Hegemoni Amerika
Berita ini 15 kali dibaca
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai 100% listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dalam 10 tahun. Dalam Pidato Kenegaraan RAPBN 2026, ia menegaskan EBT sebagai masa depan energi nasional. Pemerintah menyiapkan Rp 402,4 triliun, meski tantangan transisi dari energi fosil masih besar.

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Senin, 6 April 2026 - 09:02 WIB

Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!

Sabtu, 4 April 2026 - 22:17 WIB

Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia

Rabu, 1 April 2026 - 17:46 WIB

Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:32 WIB

Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB