Bank DBS Perkuat Peran Strategis dalam Transisi Energi dan Pembiayaan Berkelanjutan di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank DBS Indonesia perkuat peran transisi energi lewat pembiayaan hijau, mandat ESG BRI Rp5 triliun, dan proyek energi bersih berkelanjutan. (Dok. Bank DBS Indonesia)

Bank DBS Indonesia perkuat peran transisi energi lewat pembiayaan hijau, mandat ESG BRI Rp5 triliun, dan proyek energi bersih berkelanjutan. (Dok. Bank DBS Indonesia)

Metrosiar – Di tengah urgensi perubahan iklim dan dorongan global menuju dekarbonisasi, sektor perbankan menjadi salah satu motor penggerak penting dalam mendukung transisi energi.

DBS Bank Ltd (Bank DBS), sebagai salah satu institusi keuangan terkemuka di Asia, tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga berperan sebagai pendamping strategis bagi perusahaan yang bertransformasi menuju ekonomi rendah karbon.

Sebagai bank yang mengintegrasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) ke dalam strategi bisnis, Bank DBS aktif membiayai proyek energi bersih melalui instrumen seperti green bonds dan sustainability-linked loans. Dukungan tersebut diperkuat dengan kemitraan bersama pelaku industri energi terbarukan di Asia, termasuk Indonesia.

Pendampingan Transisi Energi

Bank DBS tidak hanya menyediakan dana, tetapi juga bertindak sebagai penasihat dalam penyusunan peta jalan transisi energi yang bertanggung jawab. Langkah ini sejalan dengan target perusahaan untuk mencapai net zero emissions dalam portofolio pembiayaan pada 2050.

Kontribusi penting Bank DBS mencakup pendampingan strategi transisi energi, mulai dari identifikasi langkah konkret beralih dari energi fosil ke energi terbarukan, hingga mitigasi risiko operasional, finansial, dan reputasi selama proses transisi.

Mandat ESG Coordinator untuk BRI

Di Indonesia, posisi strategis Bank DBS semakin kuat dengan mandat sebagai ESG coordinator untuk penyusunan social finance framework milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Nilai tahap pertama kerangka pembiayaan sosial ini mencapai Rp5 triliun.

Baca juga:  Runtuhnya Pasar Padel, Dari Olahraga Hits Jadi Bisnis Bangkrut

Proses pengembangan dilakukan secara menyeluruh, dari perancangan hingga mendapatkan second party opinion (SPO) dari S&P Global Ratings. Obligasi yang diterbitkan memperoleh peringkat idAAA dari PEFINDO.

Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin, menyatakan pihaknya bangga mendampingi BRI sebagai ESG coordinator dalam merancang social finance framework yang kredibel dan sesuai standar internasional.

“Hal ini sejalan dengan misi Bank DBS Indonesia sebagai bank yang purpose-driven dan berfokus pada pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Anthonius dalam keterangan pers, Rabu (6/8/25).

Penerbitan Social Bond BRI dilakukan melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan dengan metode bookbuilding. Dana ini diarahkan untuk mendukung proyek sosial yang meningkatkan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi.

SPO dari S&P Global Ratings menyatakan kerangka tersebut selaras dengan Social Bond Principles (ICMA 2023) dan Social Loan Principles (LMA/LSTA/APLMA 2023).

Rekam Jejak Pembiayaan Berkelanjutan

Bank DBS Indonesia perkuat peran transisi energi lewat pembiayaan hijau, mandat ESG BRI Rp5 triliun, dan proyek energi bersih berkelanjutan.
Bank DBS Indonesia perkuat peran transisi energi lewat pembiayaan hijau, mandat ESG BRI Rp5 triliun, dan proyek energi bersih berkelanjutan. (Ilustrasi/AI Generated)

Bank DBS Indonesia mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan senilai Rp6,6 triliun pada 2024, naik 9,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. DBS Vickers Indonesia juga membiayai proyek sosial dengan nilai obligasi mencapai 352,9 juta dolar Singapura pada 2024, tumbuh 726,5 persen.

Baca juga:  Video Viral yang Diduga Caroline Riady Dijemput Helikopter di Helipad Sebuah RS di Semanggi

Selain itu, Bank DBS menjadi penyedia layanan kustodian dan agen pinjaman sindikasi dalam proyek bersama Asian Development Bank (ADB) dan Australian Climate Finance Partnership (ACFP) untuk pembiayaan hijau senilai 15 juta dolar AS melalui PT TBS Energi Utama Tbk, yang bertujuan memperluas adopsi motor listrik dan infrastruktur penukaran baterai nasional.

Bank DBS juga menjadi Mandated Lead Arranger untuk pembiayaan proyek waste-to-energy senilai 100 juta dolar AS yang ditargetkan beroperasi pada Oktober 2026, sekaligus menyediakan layanan agen fasilitas dan agen jaminan.

Pengakuan Internasional

Komitmen Bank DBS di bidang ESG telah diakui melalui berbagai penghargaan, seperti Triple A Sustainable Investing Awards (Best Corporate Trust Mandate untuk proyek Renewable Energy dan Waste-to-Energy), Euromoney Awards for Excellence 2024 (Indonesia’s Best Bank for ESG), Global Finance Sustainable Finance Awards 2025 (Best Bank for Sustainable Finance), dan Finance Asia Awards 2025 (Best Sustainable Bank dan Best Debt Capital Market).

Dengan portofolio pembiayaan hijau yang terus bertumbuh, mandat strategis bersama BRI, serta keterlibatan dalam proyek energi bersih, Bank DBS Indonesia menegaskan perannya sebagai katalisator perubahan menuju masa depan berkelanjutan di Indonesia.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Siaran pers

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
Bank DBS Indonesia perkuat peran transisi energi lewat pembiayaan hijau, mandat ESG BRI Rp5 triliun, dan proyek energi bersih berkelanjutan.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rabu, 15 April 2026 - 06:50 WIB

Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi

Rabu, 15 April 2026 - 00:41 WIB

Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap

Selasa, 14 April 2026 - 21:14 WIB

Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata

Kamis, 9 April 2026 - 18:50 WIB

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS

Berita Terbaru

Puluhan buah durian hasil panen tersusun rapi di teras rumah warga sebelum dipasarkan, menunjukkan melimpahnya hasil panen durian

Advertorial

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!

Senin, 27 Apr 2026 - 23:31 WIB

Foto Ilustrasi/Gemini

Hukum & Kriminal

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:28 WIB

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melalap area gudang, dengan kobaran api masih terlihat cukup besar di latar belakang.

Peristiwa & Bencana

Gudang Packaging di Sepatan Tangerang Dilalap Api, 8 Unit Damkar Dikerahkan!

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:07 WIB