Kemacetan Parah di Pelabuhan Tanjung Priok: Ini Kronologi dan Penyebabnya

Avatar photo

Jumat, 18 April 2025 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lalu Lintas Lumpuh di Tanjung Priok, Ini Kronologi dan Penanganannya (Ilustrasi)

Lalu Lintas Lumpuh di Tanjung Priok, Ini Kronologi dan Penanganannya (Ilustrasi)

Metrosiar, Jakarta Utara – Kemacetan lalu lintas yang luar biasa terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (17/4).

Antrean kendaraan mengular hingga tak bergerak, menyebabkan gangguan signifikan terhadap aktivitas logistik dan distribusi barang di wilayah tersebut.

Penyebab Kemacetan: Gangguan Sistem dan Lonjakan Aktivitas Logistik

Menurut Franssiscus, salah satu pelaku usaha di bidang jasa pengiriman barang di sekitar pelabuhan, kemacetan parah tersebut sebenarnya telah dimulai sejak Rabu (16/4).

Ia mengungkapkan gangguan pada sistem di pintu masuk pelabuhan menjadi penyebab utama terjadinya antrean panjang.

“Permasalahan bermula dari sistem yang mengalami gangguan saat proses pemindaian kartu masuk. Sistem tidak dapat membaca data pengenal kendaraan sehingga menyebabkan antrean yang terus mengular tanpa solusi cepat,” ujar Franssiscus kepada media, dikutip Jumat (18/4/2025).

Selain itu, kemacetan juga diperparah oleh lonjakan aktivitas bongkar muat kontainer di dua terminal utama, yaitu Jakarta International Container Terminal (JICT) dan New Priok Container Terminal One (NPCT1).

Baca juga:  Harry Wibowo:Wakil Walikota Serang Harus Memahami Undang Undang Pers 40 Tahun 1999 jangan asal bicara

Salah satu petugas pelabuhan menyebut bahwa masuknya beberapa kapal barang induk secara bersamaan menjelang libur panjang menjadi faktor pendorong meningkatnya aktivitas logistik.

“Beberapa kapal induk (mother vessel) tiba bersamaan di JICT 2 dan NPCT1. Karena besok hari libur, pihak gudang meminta seluruh pengiriman diselesaikan hari ini juga,” jelas petugas yang enggan disebutkan namanya.

Respons Pelindo dan Data Lalu Lintas Truk

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 atau Pelindo Regional 2 menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Executive General Manager Pelindo Tanjung Priok, Adi Sugiri, menjelaskan bahwa kemacetan terjadi bersamaan dengan akhir periode arus mudik Lebaran serta selesainya pembatasan lalu lintas barang.

Adi menambahkan lonjakan aktivitas receiving dan delivery di terminal dilakukan secara bersamaan untuk mengejar jadwal sebelum libur bersama yang berlangsung hingga 20 April.

Berdasarkan data, jumlah truk yang masuk ke terminal mengalami peningkatan drastis, dari rata-rata di bawah 2.500 unit per hari menjadi lebih dari 4.000 unit menuju NPCT1.

Baca juga:  Antusias Warga Berburu Takjil, Simpang 3 Kemiri Tangerang Alami Kemacetan Menjelang Berbuka

“Kami terus berupaya memastikan kelancaran operasional dan memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga terus dilakukan untuk mengurai kepadatan di titik-titik krusial pelabuhan,” ungkap Adi melalui siaran pers.

Penanganan Lalu Lintas oleh Jasa Marga

Untuk membantu mengatasi kemacetan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama pihak Kepolisian mengambil langkah pengalihan arus lalu lintas.

Melalui Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), pengelola Ruas Tol Dalam Kota Jakarta, dilakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Tol Sedyatmo arah Jakarta.

Atas diskresi Kepolisian, kendaraan yang melintas di KM 28 arah Jakarta dialihkan ke jalur atas Jalan Tol Lingkar Luar Barat (Penjaringan-Kebon Jeruk).

Selain itu, pengendara juga disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran guna menghindari kemacetan parah di akses menuju pelabuhan.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM
Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa
Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Berita ini 54 kali dibaca
Pelabuhan Tanjung Priok mengalami kemacetan parah akibat gangguan sistem di pintu masuk dan lonjakan truk pengangkut barang jelang libur panjang. Aktivitas bongkar muat meningkat drastis, sementara pihak terkait seperti Pelindo dan Jasa Marga mengambil langkah untuk mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran logistik.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:11 WIB

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 September 2026 - 07:22 WIB

Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa

Rabu, 16 September 2026 - 06:58 WIB

Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:11 WIB

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, S.H. (tengah) bersama jajaran Polresta Tangerang, Polsek Pasar Kemis, dan unsur terkait saat berada di lokasi penyaluran bantuan air bersih bagi warga Kampung Kendal Wetan, Desa Sindang Panon.

Peristiwa & Bencana

Polisi Datang Saat Sumur Warga Kering, Ini yang Terjadi di Sindang Panon

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:39 WIB

Keuangan & Perpajakan

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:01 WIB