Trump Tangguhkan Tarif Timbal Balik 90 Hari, Naikkan Tarif Impor China Jadi 125%

Avatar photo

Kamis, 10 April 2025 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden China Xi Jinping (Tengah) //Dok. Bloomberg//

Presiden China Xi Jinping (Tengah) //Dok. Bloomberg//

 

Metrosiar – Washington, 10 April 2025, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (10/4/2025) dini hari mengumumkan penghentian sementara skema tarif timbal balik selama 90 hari.

Keputusan ini diambil menyusul adanya pendekatan diplomatik lebih dari 75 negara yang ingin merundingkan isu perdagangan, termasuk tarif dan hambatan non-tarif.

Melalui unggahan di platform media sosial Truth, Trump menyebut penangguhan ini berlaku segera dan akan menurunkan tarif timbal balik sebesar 10%.

Ia menegaskan keputusan ini merupakan bentuk itikad baik terhadap negara-negara yang menunjukkan niat berdialog tanpa membalas kebijakan AS dengan tindakan serupa.

Tetapi demikian, Trump tetap menaikkan tarif impor barang dari China hingga 125% sebagai bentuk respons terhadap apa yang disebutnya sebagai “kurangnya rasa hormat” dari pemerintah Beijing terhadap pasar global.

Baca juga:  Pasar Kripto Terpukul! Kapitalisasi Pasar Turun 140 Miliar Dolar dalam Semalam
Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangguhan tarif timbal balik dan kenaikan tarif impor terhadap China, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global.
Potret Presiden AS Donald Trump. (Dok. Bloomberg)

“China harus memahami bahwa era menipu AS dan negara lain telah berakhir,” tegas Trump.

Langkah ini memicu reaksi keras dari China. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, pada Rabu (9/4/2025), menekankan AS harus menunjukkan sikap saling menghormati jika ingin menyelesaikan konflik perdagangan melalui negosiasi.

Ia juga menyampaikan China akan mengenakan tarif baru sebesar 84% terhadap barang impor dari AS, mulai Kamis (10/4/2025) pukul 12.00 waktu setempat, meningkat tajam dari sebelumnya 34%.

Lin Jian menyebut tindakan AS memberlakukan tarif 104% atas barang asal China yang efektif mulai Rabu (9/4) adalah bentuk tekanan maksimal yang tidak dapat diterima.

Ia menekankan China akan terus mengambil langkah balasan jika perang tarif berlanjut.

Baca juga:  Danantara Indonesia Gandeng ACWA Power, Siapkan Investasi Energi Hijau US10 Miliar Dolar

China, menurut Lin, memiliki ketahanan ekonomi kuat dan akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi global.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangguhan tarif timbal balik dan kenaikan tarif impor terhadap China, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global.
Potret Presiden AS Donald Trump saat inagurasi. (Dok. Bloomberg)

Melalui dukungan rakyatnya dan kepemimpinan Partai Komunis, China optimistis mampu menghadapi tantangan eksternal.

Sebagai informasi, Trump sebelumnya telah meluncurkan kebijakan tarif timbal balik kepada negara-negara yang dinilai merugikan AS dalam hubungan dagang.

Ia menetapkan tarif sebesar 10% secara umum, namun memberlakukan tarif lebih tinggi untuk negara dengan hambatan perdagangan tinggi.

Kebijakan ini dilandasi kekhawatiran atas defisit perdagangan AS yang signifikan, terutama terhadap China, yang pada 2024 menyumbang defisit sebesar 295 miliar dolar AS, menurut data Bloomberg Economics.

Negara lain seperti Meksiko, Vietnam, dan Jerman juga masuk dalam daftar penyumbang defisit terbesar.(*)

Editor : Konrad

Sumber Berita: bloomberg.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?
Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar
Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW
AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!
Berita ini 9 kali dibaca
Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas. Presiden AS Donald Trump menangguhkan tarif timbal balik untuk 75 negara selama 90 hari, namun menaikkan tarif impor dari China menjadi 125% karena dianggap tidak menghormati pasar global. Sebagai respons, China memberlakukan tarif balasan hingga 84% terhadap produk asal AS dan mengecam langkah Washington sebagai bentuk tekanan sepihak.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Selasa, 29 September 2026 - 13:19 WIB

Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar

Selasa, 29 September 2026 - 13:10 WIB

Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas

Berita Terbaru