Dari Netra hingga Daksa, UB Fasilitasi Difabel dalam UTBK SNBT 2025

Rabu, 9 April 2025 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta difabel mengikuti UTBK SNBT 2025 di Universitas Brawijaya dengan fasilitas dan pendampingan khusus di ruang ujian ramah disabilitas. Ilustrasi UTBK SNBT di UB (DOK. UB)

Peserta difabel mengikuti UTBK SNBT 2025 di Universitas Brawijaya dengan fasilitas dan pendampingan khusus di ruang ujian ramah disabilitas. Ilustrasi UTBK SNBT di UB (DOK. UB)

 

Metrosiar – Sebanyak 16 peserta berkebutuhan khusus akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2025 di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB).

Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik, Arif Hidayat, S.Kom., M.M., menyampaikan Universitas Brawijaya menjadi salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan UTBK bagi peserta difabel.

UB telah menyiapkan satu ruangan khusus di Lab 1 FISIP untuk menampung peserta dengan berbagai jenis disabilitas, seperti disabilitas daksa, rungu, dan netra.

Peserta tunanetra akan mengikuti ujian pada sesi ketiga karena membutuhkan perlengkapan khusus. Sementara itu, peserta dengan disabilitas lainnya dijadwalkan pada sesi berbeda, tanpa kebutuhan perangkat tambahan, namun tetap membutuhkan akses yang ramah difabel menuju ruang ujian.

Baca Juga :  Pesan Terakhir Eyang Meri untuk Polri, Kapolri Ungkap Amanah yang Menggetarkan

Arif juga menyebutkan dalam pelaksanaan UTBK ini, pihak kampus melibatkan pengawas yang memiliki keterampilan khusus dari tim Subdirektorat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (SLDPI) UB.

Ketua SLDPI UB, Zubaidah Ningsih AS., Ph.D., menjelaskan bentuk pendampingan dilakukan melalui kolaborasi antara tim SLDPI dan petugas di lokasi ujian, dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing peserta.

Sebagai contoh, untuk peserta tunanetra, akan diidentifikasi apakah tergolong low vision atau tunanetra total. Peserta low vision akan dibantu dengan pengaturan tampilan komputer, seperti memperbesar huruf dan mengganti latar belakang menjadi gelap dengan tulisan terang.

Baca Juga :  Penutupan Sementara Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten: Macan Putih, Macan Barengos, dan Jalak Harupat

Sedangkan peserta dengan gangguan penglihatan total akan dipastikan dapat mengakses soal menggunakan perangkat pembaca layar (screen reader).

Untuk peserta disabilitas daksa, bantuan akan difokuskan pada akses mobilitas ke ruang ujian dan dukungan teknis seperti posisi duduk.

Sementara peserta disabilitas rungu umumnya dapat mengerjakan soal secara mandiri, namun tetap perlu bantuan dalam memahami instruksi dari pengawas, khususnya informasi yang disampaikan secara lisan seperti pemberitahuan waktu tersisa.

Zubaidah menegaskan pendamping hanya berperan dalam hal teknis dan tidak terlibat dalam proses pengerjaan soal. Peserta tetap harus menyelesaikan ujian secara mandiri.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Kompas.com

Berita Terkait

Pesan Tegas Polisi di SMPN 12 Cilegon: Stop Tawuran, Jauhi Narkoba!
Belajarlah Bersyukur Atas Siswa Yang Berprilaku Buruk Ini Pesan Dari Kepala Sekolah
Prabowo : Saya Lebih Hormat Ke Pemulung Tukang Becak Yang Bekerja Keras Dibandingkan Dengan Koruptor
Nadiem Jalankan Pengadaan Chromebook Semata Untuk Kepentingan Bisnis Pribadi
Halte Bus Sekolah Gratis Milik Pemkab Tangerang Telah di Resmikan oleh Bupati dan Wagub
Harlah Pagar Nusa ke-40: UKM UNIPDU Ziarah Makam Muassis NU Jombang
Dari Panggung Santri hingga Pesan Mendalam Orang Tua, Expo Madrasah Quraniyyah 2025 Penuh Makna
Yayasan MIB dan BPJPH Serahkan Sertifikat Halal kepada 23 UMKM Tempe dan Tahu di Cimone Jaya
Berita ini 8 kali dibaca
Sebanyak 16 peserta difabel akan mengikuti UTBK SNBT 2025 di Universitas Brawijaya. UB menyiapkan ruang ujian khusus yang ramah disabilitas serta pendampingan dari tim Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif. Peserta dengan berbagai jenis disabilitas difasilitasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 01:18 WIB

Pesan Tegas Polisi di SMPN 12 Cilegon: Stop Tawuran, Jauhi Narkoba!

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:45 WIB

Belajarlah Bersyukur Atas Siswa Yang Berprilaku Buruk Ini Pesan Dari Kepala Sekolah

Senin, 12 Januari 2026 - 16:42 WIB

Prabowo : Saya Lebih Hormat Ke Pemulung Tukang Becak Yang Bekerja Keras Dibandingkan Dengan Koruptor

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:02 WIB

Nadiem Jalankan Pengadaan Chromebook Semata Untuk Kepentingan Bisnis Pribadi

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:57 WIB

Halte Bus Sekolah Gratis Milik Pemkab Tangerang Telah di Resmikan oleh Bupati dan Wagub

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB