Prabowo Disebut Bertemu Megawati Tanpa Lapor Jokowi, Dasco: Silaturahmi Boleh dengan Siapa Saja

Avatar photo

Rabu, 9 April 2025 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Pertemuan Presiden Prabowo 
Subianto dengan 
Presiden Indonesia Ke-5 Megawati Soekarnoputri, di Jakarta, Senin, 7 April 2025. (Dok. Gerindra)

Potret Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Indonesia Ke-5 Megawati Soekarnoputri, di Jakarta, Senin, 7 April 2025. (Dok. Gerindra)

 

Metrosiar — Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak melapor terlebih dahulu kepada Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo sebelum mengadakan pertemuan dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin (7/4) di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta.

Menurut Dasco, pertemuan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi dalam suasana Lebaran.

Ia mengatakan sebagai tokoh bangsa, Prabowo memiliki kebebasan untuk bersilaturahmi dengan siapa pun.

“Enggak (lapor ke Jokowi), ini kan silaturahmi, bisa dilakukan dengan siapa saja,” ujar Dasco di Gedung DPR RI, Selasa (8/4).

Dasco menjelaskan, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu, Prabowo dan Megawati berbincang santai serta bertukar pandangan tentang masa depan Indonesia.

Baca juga:  Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC

Ia menyebut suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh canda tawa.

Keduanya juga sempat berbicara empat mata, meskipun isi pembicaraan secara detail tidak diungkap.

“Yang pasti, yang dibahas soal kebersamaan membangun Indonesia ke depan,” tambah Dasco.

Pertemuan ini menjadi sorotan publik mengingat wacana pertemuan antara Prabowo dan Megawati sudah lama mencuat sejak Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2024–2029.

Namun, realisasinya baru terjadi kemarin, Selasa 8 April 2025.

Sebelumnya, santer beredar spekulasi bahwa Presiden Jokowi menjadi faktor penghambat pertemuan kedua tokoh tersebut, menyusul renggangnya hubungan antara Jokowi dan Megawati setelah Gibran, putra sulung Jokowi, mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.

Baca juga:  Kritik Tajam AWN Soroti LKPJ Bupati Ngada Dalam Rapat Kerja Komisi 2

Pengamat politik Adi Prayitno menyebut sempat muncul anggapan bahwa hubungan erat antara Prabowo dan Jokowi membuat pertemuan dengan Megawati sulit terjadi.

Tetapi, jika hubungan Prabowo dan Jokowi merenggang, pertemuan dengan Megawati dianggap lebih mungkin terwujud.

Meski demikian, Adi menilai Jokowi tidak seharusnya dianggap sebagai penghalang pertemuan tersebut.

“Jokowi nonfaktor. Kalau mau bertemu, ya bertemu saja. Tidak perlu dikaitkan dengan faktor eksternal,” tegas dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.(*)

Editor : Ndaya Coya

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!
Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
MK Bicara Ijazah Gibran, Jawabannya Bikin Polemik Makin Panas
Fahri Hamzah Tantang DPR: Ambang Batas Parlemen 0% atau 20%, Berani?
Anis Matta Bongkar Strategi Gelora Menuju 2029
Berita ini 38 kali dibaca
Sebelumnya, santer beredar spekulasi bahwa Presiden Jokowi menjadi faktor penghambat pertemuan kedua tokoh tersebut, menyusul renggangnya hubungan antara Jokowi dan Megawati setelah Gibran, putra sulung Jokowi, mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Berita Terbaru