Metrosiar – Bripka Aldian Janu Rambe, polisi yang sempat viral karena tindakannya yang menendang seorang wanita dengan gangguan jiwa, akhirnya meminta maaf.
Lantaran motornya dibakar oleh Evi, sang wanita ODGJ, Bripka J langsung menanggapi dengan cara yang sangat “sopan” – menendang kepala Evi.
Tentu saja, insiden ini menjadi viral di media sosial. Tapi tak perlu khawatir, karena Bripka J kini bersimpuh dan meminta maaf kepada ibu Evi, Nurhayati.
Wah, sepertinya sudah cukup lama berada di posisi “salah”, akhirnya dia sadar juga untuk meminta maaf.
Menyadari Kesalahan atau Hanya Mengikuti Arus?
Dalam permohonan maafnya, Bripka J mengungkapkan rasa penyesalan yang mendalam, katanya:
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orangtua saudara Evi.”
Ayo, kita semua bersorak karena kata-kata ini sangat berarti, kan?
Tak hanya Bripka J yang merasa perlu meminta maaf, ibu Evi pun meminta maaf atas tindakan anaknya yang membakar motor sang polisi.
Bagaimana tidak?
Semua orang pasti tahu bahwa membakar motor adalah sebuah kesalahan besar yang patut diselesaikan dengan… permintaan maaf, tentu saja.
Motor Dibakar, Polisi Menendang: Begitu Mudahnya Meminta Maaf

Namun, sebagai bagian dari proses hukum yang bijak, Bripka J pun ditahan di tempat khusus (Patsus) Propam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Kasi Humas Polres Labuhanbatu, Polda Sumatera Utara, Kompol Syafruddin, ini adalah langkah yang tepat untuk memastikan bahwa kasus tersebut ditangani dengan serius.
Jangan khawatir, Bripka J tidak akan dibiarkan bebas begitu saja setelah tindakannya yang “terpuji.”
Tanggung Jawab Atau Cuma Kepura-puraan?
Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua—terutama bagi Bripka J yang kini tampaknya lebih mengerti bahwa permintaan maaf seharusnya tidak datang setelah viral di media sosial, tetapi sejak awal, sebelum tindakan tak termaafkan dilakukan.(*)
Editor : Konrad Wodo
Sumber Berita: TribunMedan









