Viral: Petisi Tolak Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK, Ini Tanggapan Pemerintah

Avatar photo

Minggu, 9 Maret 2025 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENGANGKATAN CPNS 2024 - Ilustrasi PNS diambil dari situs SSCASN. Petisi penolakan penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK viral, berikut alasan pemerintah menunda proses tersebut. (sscasn.bkn.go.id)

PENGANGKATAN CPNS 2024 - Ilustrasi PNS diambil dari situs SSCASN. Petisi penolakan penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK viral, berikut alasan pemerintah menunda proses tersebut. (sscasn.bkn.go.id)

 

Metrosiar – Sebuah petisi yang menuntut percepatan pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 mendadak viral setelah munculnya keputusan pemerintah untuk melakukan pengangkatan serentak pada 1 Oktober 2025 untuk CPNS dan Maret 2026 untuk PPPK.

Petisi ini dipicu oleh banyak peserta seleksi yang telah diterima sebagai CPNS dan PPPK, namun kini menganggur setelah mengundurkan diri dari pekerjaan lama mereka.

Petisi yang dimulai oleh seorang pengguna berinisial AK di situs Change.org ini bertujuan untuk memohon agar pemerintah segera melaksanakan pengangkatan kepada para peserta yang telah dinyatakan lulus.

Dalam petisi tersebut, para peserta menuntut kepastian hukum dan status kepegawaian segera, mengingat banyak di antara mereka yang kini terjebak dalam kondisi pengangguran. Hingga Sabtu (8/3/2025), petisi tersebut sudah mendapatkan lebih dari 62.000 tanda tangan.

Alasan Petisi:

Memberikan kepastian hukum dan status kepegawaian bagi peserta yang telah lulus seleksi.

Baca juga:  Kisruh Kepemimpinan NU, Barisan Nahdliyin Muda Ingatkan Kedudukan Final Keputusan Syuriyah PBNU

Menghindari kekosongan tenaga kerja di instansi yang membutuhkan percepatan pelayanan publik.

Menjamin hak-hak peserta untuk segera menerima SK pengangkatan dan mulai bertugas.

Mendukung kelancaran pelayanan publik.

Banyak peserta yang mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya dan kini menganggur serta menghadapi kesulitan ekonomi dan psikologis.

Kebijakan Kontroversial Penundaan Pengangkatan

Keputusan pemerintah untuk menunda pengangkatan ini menimbulkan protes keras dari netizen, yang menyuarakan ketidaksetujuan mereka dengan menandai #SaveCASN2024 dan #TolakKebijakanTMTSerentak di media sosial X (Twitter).

Mereka merasa kebijakan ini semakin memperburuk keadaan mereka yang telah menunggu dan kehilangan pekerjaan sebelumnya.

Beberapa komentar dari netizen juga mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang pengaruh kebijakan ini terhadap kondisi ekonomi mereka yang semakin sulit.

Respon Pemerintah, Pembekalan dan Persiapan Masuk Birokrasi

Menanggapi keluhan para peserta, pemerintah melalui Kementerian PAN-RB menyatakan bahwa mereka akan memberikan pembekalan kepada para CPNS yang telah mengundurkan diri dari pekerjaan lama.

Baca juga:  ‎Jelang Santunan 100 Yatim-Dhuafa, Anggota PWGK-Kresek Kompak Siapkan Packing Bingkisan 

Pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka masuk ke dalam budaya birokrasi, serta memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban mereka.

Pembekalan tersebut akan dilakukan baik secara tatap muka maupun daring, untuk memastikan para peserta dapat memanfaatkan waktu kosong ini sebaik mungkin.

Penjelasan Mengenai Penundaan Pengangkatan

Wakil Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto, menjelaskan bahwa penundaan pengangkatan ini disebabkan oleh ketidaksamaan perhitungan tanggal mulai tugas (TMT) antarinstansi.

Untuk menghindari ketidaksetaraan tersebut, pemerintah memutuskan untuk menetapkan tanggal serentak, yaitu 1 Oktober 2025, agar seluruh CPNS dan PPPK mulai bekerja pada waktu yang sama.

Link Petisi: Untuk yang ingin mendukung petisi ini, bisa mengunjungi: Petisi Percepatan Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 (*)

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, unsur pemerintah kelurahan, tokoh lingkungan, dan para pemuda RW 003 berfoto bersama usai kegiatan Deklarasi Damai Pemuda di halaman Kantor Kelurahan Kutabumi, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

Tak Ingin Pemuda Terjerumus Tawuran, Lurah Kutabumi Tegaskan Lima Komitmen Damai!

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:55 WIB

Pengurus dan anggota Laskar Merah Putih (LMP) MAC Rajeg bersama jajaran Mada Banten serta perwakilan UPTD Puskesmas Rajeg berfoto bersama usai kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka HUT ke-26 LMP di Balai Warga RW 10 Perumahan Pondok Permata Rajeg, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

HUT ke-26 LMP, Cek Kesehatan Gratis di Rajeg Diserbu Warga

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:01 WIB