Meski Hancur dan Ancaman Trump, Semangat Perlawanan Warga Gaza Tak Pernah Padam

Sabtu, 8 Maret 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Gaza Terus Bertahan di Tengah Kehancuran, Ancaman Trump, dan Larangan Bantuan Kemanusiaan dari Israel. (Ilustrasi/AI Generated)

Warga Gaza Terus Bertahan di Tengah Kehancuran, Ancaman Trump, dan Larangan Bantuan Kemanusiaan dari Israel. (Ilustrasi/AI Generated)

 

Metrosiar – Pasca serangan Israel yang menghancurkan, kehidupan warga Gaza semakin memprihatinkan hingga saat ini.

Meski wilayah Gaza sudah hancur, Israel melarang bantuan kemanusiaan untuk masuk, memaksa warga yang  selamat untuk bertahan hidup di antara reruntuhan.

Keputusasaan di Gaza: Warga Kehilangan Harapan

Di tengah kehancuran, warga Gaza terpaksa hidup tanpa rumah permanen, berlindung di bawah sisa bangunan yang hancur akibat serangan Israel.

Banyak dari mereka yang merasa telah kehilangan segala sesuatu, dan ancaman terbaru dari Presiden AS, Donald Trump, semakin memperburuk situasi.

Trump mengancam akan menghancurkan Gaza lebih lanjut jika sandera Israel tidak segera dibebaskan, sebuah ancaman yang dianggap banyak warga Gaza sebagai alasan untuk melanjutkan kekerasan terhadap mereka.

Kehidupan Terkoyak oleh Perang dan Ancaman

Warga Gaza semakin skeptis terhadap upaya internasional dalam mengatasi krisis. Yasser al-Sharafa, seorang warga Gaza berusia 59 tahun, menyatakan ancaman Trump tidak memengaruhi dirinya karena dia merasa sudah  tidak memiliki apa-apa lagi yang bisa hilang.

Baca juga:  Rumah Zakat Dinobatkan Sebagai The Best Islamic Philanthropy di Anugerah Syariah Republika 2025

“Kehancuran di mana-mana, tidak ada yang tersisa untuk disesali,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.

Keadaan ini hanya menambah rasa frustrasi, dengan warga yang merasa terperangkap dalam siklus kekerasan yang tak berujung.

Bantuan Kemanusiaan Tertahan, Krisis Semakin Parah

Jamila Mahmoud, seorang ibu berusia 62 tahun, menggambarkan situasi tragis di Gaza dengan ketidakmampuan untuk mengakses komunikasi atau bantuan.

Ia menganggap ancaman Trump sebagai bagian dari perang psikologis untuk memaksa warga Gaza keluar dari tanah air mereka. Meskipun kondisi semakin buruk, Mahmoud bersikeras untuk tetap bertahan di Gaza, tanah kelahirannya.

Usulan Indonesia untuk Gaza: Solusi dan Rekonstruksi

Di tengah kondisi yang semakin memburuk, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengusulkan tiga langkah utama untuk merespons situasi di Palestina.

Salah satunya adalah memastikan akses bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza tanpa syarat.

Baca juga:  323 Kloter Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi, 31 Jemaah Wafat

Indonesia juga mendesak agar proses rekonstruksi Gaza dilakukan dengan memperhatikan kepentingan rakyat Palestina, serta menolak pemindahan paksa warga Gaza.

Solidaritas Dunia untuk Palestina: Peran OKI dan PBB 

Indonesia juga menyerukan solidaritas internasional yang lebih kuat melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, dan PBB, untuk memperjuangkan solusi dua negara bagi Palestina-Israel.

Indonesia juga mendukung upaya untuk memberikan perlindungan hukum kepada Palestina melalui Mahkamah Internasional (ICJ) dan mendorong Dewan Keamanan PBB untuk menghasilkan resolusi yang mendukung pemulihan Gaza.

Konferensi OKI: Menyepakati Resolusi untuk Gaza dan Suriah

Dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) OKI yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, pada 7 Maret 2025, Indonesia dan negara-negara anggota OKI lainnya menegaskan komitmen untuk mendukung rekonstruksi Gaza dan mengembalikan keanggotaan Suriah di OKI.

Dua resolusi penting disepakati, yang mencakup dukungan terhadap pemulihan Gaza dan upaya diplomatik untuk memperkuat solidaritas terhadap Palestina.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: BeritaMediaSiber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini
Mahfuz Sidik: Jika Serangan AS–Israel Berlanjut, Iran Berpotensi Alami Genosida seperti Gaza
Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Lima Dampak Serius Jika Perang Berlarut
Iran Diserang, Timur Tengah Bergejolak: Mahfuz Beberkan Skenario Besar di Baliknya
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:44 WIB

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana

Senin, 30 Maret 2026 - 12:45 WIB

Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi

Senin, 9 Maret 2026 - 14:13 WIB

Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini

Berita Terbaru

Fahri Hamzah menyampaikan pandangannya terkait pengelolaan ekonomi nasional dalam kajian bertema “Negara dan Hari Buruh”.

Keuangan & Perpajakan

Fahri Hamzah Bongkar Cara Prabowo Kelola Ekonomi, Publik Ternyata Salah Paham!

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:50 WIB

Petani merawat kebun bawang di Saruran, Enrekang, dengan latar pegunungan yang asri, mencerminkan harapan dan kesejahteraan dari hasil panen yang menjanjikan.

Bisnis & Investasi

Harga Bawang Stabil, Enrekang Jadi Ladang Emas Petani

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:12 WIB