PIK 2: Proyek Strategis atau Ancaman Kedaulatan?

Avatar photo

Rabu, 5 Maret 2025 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIK 2, Proyek strategis atau ancaman kedaulatan? Investasi atau ketimpangan sosial? Kemajuan atau konflik agraria? (Dok. PANI)

PIK 2, Proyek strategis atau ancaman kedaulatan? Investasi atau ketimpangan sosial? Kemajuan atau konflik agraria? (Dok. PANI)

Metrosiar – Antara kemajuan dan kecemasan, proyek PIK 2 yang diperdebatkan.

Sekretaris Jenderal Forum Tanah Air (FTA), Ida N Kusdianti, menyuarakan kekhawatiran mengenai Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

Menurutnya, proyek yang luasnya melampaui Singapura ini berpotensi menjadi wilayah dengan otonomi tersendiri, bahkan menciptakan kesan sebagai “negara dalam negara.”

Pembangunan yang Ambisius atau Ancaman Kedaulatan?

Dilansir dari Kompas.com, Ida menyoroti luas area PIK 2 yang melebihi 71.800 hektar, serta munculnya istilah yang menyatakan proyek ini seolah-olah merupakan entitas tersendiri di dalam Republik Indonesia.

Ia mengingatkan pembangunan berbagai infrastruktur di wilayah tersebut, termasuk markas lembaga keamanan, dapat mengarah pada penguatan otoritas khusus di luar kendali pemerintah pusat.

Investasi atau Ketimpangan Sosial?

Selain masalah kedaulatan, Ida menyinggung dampak sosial dari PSN ini.

Ia menyoroti bagaimana pengembang PIK 2 semakin leluasa dalam memperoleh lahan dengan cara yang merugikan masyarakat.

Baca juga:  Gandeng Atkarbonist, Sucofindo Dorong Monetisasi Karbon di Seminar Nasional Perbanas

Dengan dalih PSN, pembebasan lahan dilakukan melalui penggusuran dengan harga yang tidak adil, memanfaatkan status hukum yang melindungi proyek tersebut.

PIK 2: Pengembangan Wilayah atau Alat Intimidasi?

Sebelum adanya PSN, wilayah yang kini termasuk dalam PIK 2 hanya berada di Kecamatan Kosambi.

Namun, kini seluruh area pembebasan lahan diberi label PIK 2 hingga PIK 14.

Ida berpendapat penamaan ini bisa menjadi strategi untuk menekan warga agar tunduk pada keinginan pengembang.

Kemajuan atau Konflik Agraria?

Pembangunan PSN yang melibatkan sektor swasta dinilai berpotensi memperburuk konflik agraria.

Data dari Konsorsium Pembangunan Agraria (KPA) mencatat bahwa dari 2020 hingga 2023, terdapat 115 konflik agraria akibat PSN, dengan lebih dari 85.000 keluarga terdampak dan luas konflik mencapai 516.409 hektar.

Proyek Hijau atau Penghancuran Lingkungan?

Dalam daftar PSN 2023, pengembangan Green Area dan Eco-City di PIK 2 masuk dalam proyek prioritas dengan luas sekitar 1.756 hektar.

Baca juga:  Rupiah Terperosok, BI Lakukan Intervensi Usai Libur Lebaran 1446 H

Proyek yang disebut “Tropical Coastland” ini diklaim sebagai destinasi wisata hijau yang ramah lingkungan.

Namun, kini proyek tersebut sedang dievaluasi oleh pemerintah karena berbagai persoalan teknis yang mencuat.

Tata Ruang: Perencanaan atau Ketidaksesuaian?

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menegaskan bahwa pengembangan kawasan PIK 2 masih menghadapi kendala besar, terutama terkait ketidaksesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tingkat nasional maupun daerah.

Selain itu, sebagian besar area yang masuk dalam proyek tersebut ternyata merupakan kawasan hutan lindung, yang seharusnya dilindungi dari pembangunan masif.

Evaluasi: Penyesuaian atau Penghentian?

Meskipun proyek PIK 2 diklaim sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan, berbagai hambatan dan pertentangan membuat pemerintah harus melakukan evaluasi ulang.

Dengan berbagai persoalan yang ada, apakah PIK 2 akan tetap berlanjut sebagai proyek strategis nasional, atau justru akan menjadi contoh dari perencanaan pembangunan yang bermasalah?(*)

Editor : Konrad Wodo

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli

Berita Terbaru

Foto Bersama

Politik & Pemerintahan

Warga Pasar Kemis Serbu Layanan Pemkab Tangerang, Ada Apa di Sindangsari?

Senin, 22 Jun 2026 - 10:13 WIB

Lurah Kutabumi memberikan motivasi kepada Peserta

Politik & Pemerintahan

Pesan Penting Lurah Kutabumi di Ajang PMR Pasar Kemis, Apa Isinya?

Senin, 22 Jun 2026 - 10:02 WIB