Bajawa.Metrosiar- Pesan tegas disampaikan Bupati Ngada Raymundus Bena kepada 147 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah menyelesaikan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026.
Bupati Ray mengingatkan, menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar menjalankan rutinitas administrasi, menyelesaikan pekerjaan, atau menunggu perintah. Lebih dari itu, ASN harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang bekerja dengan integritas, inisiatif dan tanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Ray saat menutup secara resmi Latsar CPNS Kabupaten Ngada Tahun 2026, Selasa (22/9/2026).
Latsar yang berlangsung lebih dari tiga bulan itu diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ngada bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Ray meminta seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus agar tidak berhenti pada capaian selama masa pelatihan. Nilai-nilai dan pengetahuan yang diperoleh selama Latsar harus benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lingkungan kerja masing-masing.
“Jangan menjadi ASN yang hanya sibuk dengan urusan administrasi, tetapi lupa dengan masyarakat yang harus dilayani. Jangan hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi abaikan kualitas hasilnya. Jangan hanya menunggu perintah, tetapi bangun inisiatif,” tegas Bupati Ray.
Menurutnya, Latsar bukan sekadar tahapan yang harus dilalui untuk menjadi ASN. Pelatihan tersebut menjadi momentum untuk membentuk aparatur yang memiliki kemampuan, profesionalisme dan karakter pelayanan yang kuat.
Karena itu, ia mendorong para ASN muda untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus berani menghadirkan inovasi dalam menjalankan tugas.
“Jangan takut melakukan inovasi, selama dilakukan secara benar, terukur dan sesuai dengan ketentuan. Dan yang paling penting, jangan pernah kehilangan integritas hanya karena kepentingan sesaat,” tambahnya.

Bupati Ray menekankan, inovasi dan kreativitas dalam birokrasi harus tetap berpijak pada aturan serta diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Direktorat Pembelajaran Karakter dan Sosial Kultural LAN RI, Deny Junanto, meminta para peserta tidak menghentikan inovasi yang telah mereka rancang selama tahapan aktualisasi Latsar.
Menurutnya, berbagai inovasi tersebut jangan hanya dipandang sebagai bagian dari kewajiban selama mengikuti pelatihan, tetapi harus terus dikembangkan dan diterapkan di tempat kerja.
“Jadi inovasi yang sudah dilaksanakan pada tahap aktualisasi itu kiranya bisa dikembangkan dan diimplementasikan untuk mendukung pelayanan dan kinerja di masing-masing instansi,” ujarnya.
Dalam kegiatan penutupan tersebut turut hadir Kepala BPSDM Provinsi Nusa Tenggara Timur serta sejumlah pimpinan perangkat daerah Kabupaten Ngada.
Sebanyak 147 peserta Latsar CPNS Kabupaten Ngada yang terbagi dalam enam angkatan dinyatakan lulus seluruhnya.
Dengan berakhirnya rangkaian Latsar, para peserta kini memasuki fase baru sebagai bagian dari aparatur pemerintah.
Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar menyelesaikan pelatihan, tetapi membuktikan nilai-nilai dasar ASN melalui kerja nyata, pelayanan yang berkualitas dan kehadiran yang dirasakan masyarakat.
Pesan Bupati Ray pun jelas: menjadi ASN bukan tentang siapa yang paling sibuk di balik meja, tetapi tentang seberapa besar kehadiran birokrasi memberi manfaat bagi masyarakat.*









