Warga Tangerang Diminta Waspada, Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengintai

Avatar photo

Senin, 7 September 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, Metrosiar – Pemerintah Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meminta warga tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

Imbauan tersebut disampaikan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tangerang. Masyarakat diminta melakukan sejumlah langkah perlindungan diri untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik.

Ada lima langkah utama yang dianjurkan, yakni menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengenakan pelindung mata seperti kacamata, mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kualitas udara memburuk, tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, serta tetap tenang dan waspada.

Baca juga:  Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel

Abu vulkanik merupakan partikel halus hasil letusan gunung berapi yang dapat terbawa angin. Paparan abu tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti batuk dan sesak napas, serta iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Selain itu, abu vulkanik juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, hingga tanaman.

Untuk menjaga kesehatan, masyarakat diimbau memperbanyak minum air putih, mandi dan mencuci muka setelah beraktivitas di luar rumah, serta membersihkan rumah dari abu. Makanan dan minuman juga perlu ditutup agar tidak terkontaminasi.

Warga yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga:  Sumur Mengering, Warga Legok Dadap Krisis Air Bersih
Moch. Maesyal Rasyid, Bupati Tangerang, menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau serta tetap tenang dan menjaga kesehatan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan.

Selain itu, fasilitas kesehatan dan posko pelayanan juga disiapkan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk menangani dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Mari bersama menjaga diri, keluarga, dan lingkungan. Semoga kita senantiasa diberi keselamatan dan perlindungan oleh Allah SWT. Waspada, tetap tenang, dan jaga kesehatan,” ujar Bupati Moch. Maesyal Rasyid.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kapolda Kalteng Kerahkan Pasukan Tambahan, Karhutla Tanjung Puting Jadi Sorotan
Kebakaran Hebat di Kramat, 30 Unit Damkar Dikerahkan!
Tinggal di Pinggir Cisadane, Anak-anak Kampung Cacing Disorot! Ada Apa?
Sedan Mercedes-Benz Terbakar di Cileungsi, Diduga Akibat Korsleting
11 Korban Ditemukan, 71 Masih Dicari: Operasi KM Virgo Diperpanjang
Karhutla Kalteng Makin Serius, Langkah Tegas Disiapkan
Kebakaran Hebat di Kebayoran Lama,18Rumah Terdampak
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Kapolda Kalteng Kerahkan Pasukan Tambahan, Karhutla Tanjung Puting Jadi Sorotan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Kebakaran Hebat di Kramat, 30 Unit Damkar Dikerahkan!

Minggu, 27 September 2026 - 20:32 WIB

Tinggal di Pinggir Cisadane, Anak-anak Kampung Cacing Disorot! Ada Apa?

Minggu, 27 September 2026 - 20:20 WIB

Sedan Mercedes-Benz Terbakar di Cileungsi, Diduga Akibat Korsleting

Minggu, 27 September 2026 - 16:47 WIB

11 Korban Ditemukan, 71 Masih Dicari: Operasi KM Virgo Diperpanjang

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB