158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan

Avatar photo

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan. (Foto: Humas Prokopim Ngada).

158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan. (Foto: Humas Prokopim Ngada).

Bajawa.Metrosiar- Sebanyak 158 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Tahun 2026 resmi diberangkatkan menuju lima desa di Kecamatan Jerebuu.

Mereka datang bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi mengemban misi besar: menjadi motor perubahan yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Pesan itu ditegaskan Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu saat melepas para mahasiswa di Aula Setda Ngada, Kamis (9/7). Di hadapan ratusan peserta, ia mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak ditentukan oleh tebalnya laporan akhir, melainkan oleh jejak perubahan yang tetap hidup setelah para mahasiswa kembali ke kampus.

“Jangan pulang hanya membawa laporan. Tinggalkan warisan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Program KKN Tematik GENTASKIN Batch II Tahun 2026 melibatkan lebih dari 2.000 mahasiswa yang diterjunkan ke 100 desa di 13 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Ngada menerima 158 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi, yakni Universitas Katolik Indonesia Santo Paulus Ruteng, STIPER Flores Bajawa, STKIP Citra Bakti Ngada, Universitas Flores, STPM Santa Ursula, Institut Teknologi dan Kesehatan Ledalero, serta Universitas Nusa Nipa Maumere.

Baca juga:  Gubernur Banten Anjurkan Masyarakat Manfaatkan Kebijakan Penghapusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor

Selama masa pengabdian hingga 30 Agustus 2026, para mahasiswa akan tinggal dan bekerja bersama masyarakat di Desa Nenowea, Batajawa, Naruwolo, Bowaru, dan Tiwuriwu I. Masing-masing desa akan menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium sosial bagi sekitar 31 hingga 32 mahasiswa.

Wakil Bupati yang akrab disapa Berni Dhey ini menegaskan, KKN harus menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan nyata di tingkat akar rumput.

Menurutnya, desa tidak membutuhkan kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi solusi yang dapat diterapkan, dikembangkan, dan berkelanjutan.
Ia meminta seluruh peserta menghadirkan gagasan, inovasi, serta pendampingan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari isu kesehatan, penanganan stunting, penguatan ekonomi keluarga, hingga pemberdayaan potensi lokal.

Baca juga:  Bukan Sekadar Juara! Wabup Ngada Berni Dhey Kobarkan Semangat Petarung di Penutupan Bowali Cup I, PSN Diminta Harumkan Nama Daerah

Lebih dari itu, para mahasiswa diingatkan agar membangun hubungan yang erat dengan masyarakat melalui sikap rendah hati, menghormati adat istiadat, menjaga etika, serta membuka ruang belajar bersama warga. Sinergi dengan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat disebut sebagai fondasi utama keberhasilan pengabdian.

“Kehadiran mahasiswa harus memberikan manfaat yang nyata. Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat dan mampu dilanjutkan setelah program berakhir,” ujar Bernii.

Dengan pelepasan tersebut, 158 mahasiswa GENTASKIN resmi memulai pengabdian mereka di desa-desa Ngada. Pemerintah Kabupaten Ngada berharap kehadiran mereka menjadi energi baru bagi percepatan pembangunan desa sekaligus melahirkan berbagai inovasi yang memperkuat kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Di tangan generasi muda inilah, semangat kolaborasi diharapkan menjelma menjadi perubahan yang benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terbongkar! Modus “Sedot Tangki” BBM Subsidi di Hutan Wolobobo Berakhir, Polres Ngada Sita 670 Liter Pertalite
Di Tengah Gempuran Zaman, Dadawea Menolak Lupa: Ka Sao Weti Wali Menjadi Benteng Terakhir Warisan Leluhur Ngada
Pendidikan Menembus Pelosok! Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Sekolah Berasrama Buka Harapan Baru bagi Anak Desa
Di Balik Penghargaan Nugraha Sakanti, Kapolda Banten Apresiasi Dedikasi Seluruh Personel
Polda Banten Edukasi Bahaya Balap Liar Demi Keselamatan Bersama.
Ratusan Mahasiswa KKN “Serbu” Desa-Desa Ngada, Bupati dan Wabup Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Akselerasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
PLN Indonesia Power UBP Lontar Tanam 5.000 Mangrove untuk Perkuat Ketahanan Pesisir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Dari Kampus ke Pelosok Desa, 100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Bergerak Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:15 WIB

Terbongkar! Modus “Sedot Tangki” BBM Subsidi di Hutan Wolobobo Berakhir, Polres Ngada Sita 670 Liter Pertalite

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:20 WIB

158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:48 WIB

Di Tengah Gempuran Zaman, Dadawea Menolak Lupa: Ka Sao Weti Wali Menjadi Benteng Terakhir Warisan Leluhur Ngada

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:28 WIB

Pendidikan Menembus Pelosok! Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Sekolah Berasrama Buka Harapan Baru bagi Anak Desa

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:57 WIB

Di Balik Penghargaan Nugraha Sakanti, Kapolda Banten Apresiasi Dedikasi Seluruh Personel

Berita Terbaru

Internasional

Hamas Resmi Bubar ! Setelah 19 Tahun Kuasai Gaza

Kamis, 9 Jul 2026 - 11:21 WIB