Dari Kampus ke Pelosok Desa, 100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Bergerak Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Avatar photo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Kampus ke Pelosok Desa, 100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Bergerak Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem. (Foto: WBN)

Dari Kampus ke Pelosok Desa, 100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Bergerak Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem. (Foto: WBN)

Bajawa.Metrosiar- Bukan sekadar menjalani program akademik. Sebanyak 100 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Flores Bajawa kini mengemban misi kemanusiaan untuk ikut memutus mata rantai stunting dan kemiskinan ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka resmi diberangkatkan dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gerakan Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (Gentaskin) yang akan berlangsung selama dua bulan di berbagai desa sasaran di Flores Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.

Pelepasan mahasiswa berlangsung khidmat di Kampus C STIPER Flores Bajawa, Turekisa, Kabupaten Ngada, Jumat (3/7/2026), diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Audit Internal (LPMAI) STIPER Flores Bajawa, RD Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil., M.Si. (Han).

Ketua STIPER Flores Bajawa, Dr. Nicolaus Noywuli, S.Pt., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjawab persoalan pembangunan yang masih menjadi tantangan besar di NTT.

Ketua STIPER Flores Bajawa, Dr. Nicolaus Noywuli. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Program Gentaskin merupakan kolaborasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV bersama sejumlah perguruan tinggi di NTT. Dalam program tersebut, STIPER Flores Bajawa menjadi salah satu kampus dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 100 mahasiswa.

Baca juga:  Hadirnya Prof Hermanu Jadi Kekuatan Baru STIPER FB, Siap Cetak SDM Pertanian Unggul dan Entrepreneur

“Ini bukan sekadar KKN biasa. Mahasiswa hadir membawa ilmu, energi, dan semangat perubahan untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan stunting, kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis potensi desa,” tegas Nicolaus.

Para mahasiswa akan ditempatkan di lima kecamatan di Kabupaten Flores Timur, Kecamatan Nangaroro di Kabupaten Nagekeo, Kecamatan Jerebuu di Kabupaten Ngada, serta Kecamatan Ranamese, Elar, dan Elar Selatan di Kabupaten Manggarai Timur.

Di wilayah pengabdian, mereka akan bekerja bersama pemerintah desa dan masyarakat dalam menyusun berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari peningkatan gizi keluarga, penguatan ketahanan pangan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan usaha ekonomi produktif.

Nicolaus berharap pengabdian tersebut tidak berhenti pada penyusunan laporan akademik, tetapi mampu menghasilkan inovasi dan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, RD Dr. Rofinus Neto Wuli mengingatkan para mahasiswa agar menjadikan pengabdian sebagai panggilan iman sekaligus panggilan kebangsaan.

Baca juga:  STIPER FB Launching Penerimaan Mahasiswa Baru, Nico Noy: Langkah Strategis Memperkuat Pembangunan SDM

“Pergilah dengan hati yang melayani. Jadilah pribadi yang membawa harapan, memberi teladan, dan menghadirkan perubahan. Kalian adalah generasi muda yang dipersiapkan menjadi motor pembangunan Nusa Tenggara Timur,” pesannya.

Semangat yang sama disampaikan para peserta KKNT. Herdi Temaluru, Resti Woa, dan Jein Lede mengaku siap melebur bersama masyarakat desa untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata.

“Kami tidak hanya datang menjalankan kewajiban akademik. Kami datang untuk mendengar, belajar, memahami persoalan masyarakat, lalu bersama-sama mencari solusi terbaik. Inilah saatnya ilmu yang kami peroleh di kampus diwujudkan dalam aksi nyata bagi masyarakat,” ujar mereka.

Melalui pemberangkatan 100 mahasiswa ini, STIPER Flores Bajawa kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan agen-agen perubahan yang siap berada di garis depan dalam mendukung pembangunan desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat terwujudnya NTT yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!
Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti
Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku
Jokowi Soroti Agus Flores: Bukan Pemburu Jabatan, Lebih Memilih Berkarya untuk Negeri
Dari Tangerang ke Purworejo, 86 Pemain Sepak Bola Muda Bawa Misi di Turnamen Nasional
Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:10 WIB

35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Perpres Ojol Resmi Terbit, Hak Pengemudi Kini Diatur

Jumat, 9 Okt 2026 - 01:34 WIB

Peristiwa & Bencana

Kebakaran Hebat di Kramat, 30 Unit Damkar Dikerahkan!

Kamis, 8 Okt 2026 - 23:19 WIB