Enrekang, Metrosiar —Dua jenis jembatan menjadi urat nadi penghubung masyarakat Dusun Papi dan Garutu, Desa Buttu Batu, Kabupaten Enrekang. Kedua akses tersebut yakni jembatan gantung dan jembatan rangka yang sama-sama digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari, Sabtu(9/5/2026).
Jembatan gantung menjadi pilihan utama warga karena dinilai lebih cepat dan efisien. Warga hanya membutuhkan waktu sekitar tiga detik untuk menyeberang dari satu wilayah ke wilayah lainnya melalui akses tersebut.
Sementara itu, jika menggunakan jembatan rangka, masyarakat harus menempuh jalur memutar dengan jarak perjalanan mencapai sekitar dua kilometer. Kondisi itu membuat sebagian besar warga lebih memilih melintasi jembatan gantung, terutama untuk aktivitas harian seperti ke kebun, sekolah, hingga membawa hasil pertanian.
Keberadaan dua jembatan tersebut kini menjadi gambaran nyata perbedaan efisiensi akses transportasi di wilayah pedesaan pegunungan Kabupaten Enrekang. Selain berfungsi sebagai penghubung, kedua jembatan juga menjadi jalur vital yang mendukung mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat.
Meski demikian, warga berharap akses penghubung antarwilayah itu terus mendapat perhatian, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.









