Lahan Tandus, Tapi Pikiran Tak Pernah Tumbang! Kelompok Tani Solidaritas Sulap Bhogipole Jadi Kawasan Produktif

Avatar photo

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan Tandus, Tapi Pikiran Tak Pernah Tumbang! Kelompok Tani Solidaritas Sulap Bhogipole Jadi Kawasan Produktif.

Lahan Tandus, Tapi Pikiran Tak Pernah Tumbang! Kelompok Tani Solidaritas Sulap Bhogipole Jadi Kawasan Produktif.

Ngada.Metrosiar- Dari hamparan lahan tidur yang dulu nyaris tak dilirik, kini tumbuh harapan baru. Kawasan Bhogipole-Kajudulu perlahan berubah wajah menjadi sentra pertanian produktif berkat kerja kolektif masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Solidaritas.

Di bawah kepemimpinan Martinus Madha, kelompok tani ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Lahan tandus yang sebelumnya tak menghasilkan apa-apa kini mulai dipenuhi aneka tanaman buah seperti alpukat, rambutan, kelengkeng hingga pete.

“Lahan boleh tandus, tetapi pikiran tidak tandus. Lahan boleh tidur, tetapi orangnya tidak boleh tidur,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam gerakan swadaya masyarakat di kawasan tersebut.

Kamis, 7 Mei 2026, semangat kolaborasi itu kembali diperlihatkan dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kelompok Tani Solidaritas yang digelar langsung di area perkebunan anggota kelompok di Bhogipole.

Kegiatan diawali dengan aksi penanaman bibit buah-buahan sebagai simbol komitmen menjaga produktivitas lahan sekaligus investasi pertanian jangka panjang.

Baca juga:  PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua DPRD Ngada, Camat Aimere, Kepala Desa Aimere Timur, Kepala Desa Waesae, para penyuluh pertanian lapangan (PPL) seperti Pak Alo Sel dan Pak Primus, hingga tokoh-tokoh petani progresif seperti Nober Tay, Martinus Rawi, dan Ananias Loma.

Kawasan Bhogipole bukan hanya menyimpan jejak masa lalu, tetapi juga optimisme masa depan. Dukungan lintas kelompok dan pola kerja progresif dari para pelaku pertanian menjadi fondasi kuat bagi pengembangan kawasan tersebut. Infrastruktur dasar yang mulai dirintis secara swadaya ikut memperkuat geliat pertanian masyarakat.

Tak hanya fokus pada penghijauan dan pengembangan tanaman buah, Kelompok Tani Solidaritas juga mulai serius menangani ancaman hama tanaman kelapa jenis Oryctes atau kumbang badak yang menyerang pucuk muda kelapa.

Baca juga:  Pemprov Jawa Barat Perpanjang Pemutihan Pajak Kendaraan hingga 30 Juni 2025

Pengendalian dilakukan secara kimiawi menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif karbofuran (Furadan 3 GR). Sebanyak 51 pohon kelapa mendapat penanganan dengan dosis 10 gram per pohon yang diaplikasikan langsung pada pucuk muda tanaman.

Langkah cepat ini dilakukan karena tingkat serangan hama dinilai cukup tinggi dan berpotensi mengganggu produktivitas tanaman masyarakat.
Kegiatan pengendalian hama dipusatkan di area perkebunan Kelompok Tani Solidaritas Kajudulu-Bhogipole yang berada di kawasan Kebun Paroki Aimere.

Kehadiran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta para tokoh petani menunjukkan bahwa gerakan membangun pertanian tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan solidaritas dan kerja bersama.

Dari Bhogipole, masyarakat sedang mengirim pesan kuat: efisiensi anggaran boleh terjadi, tetapi semangat gotong royong dan swadaya tak boleh mati.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM
Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap
Bukan Saat Pasien Kritis Baru Mencari Darah, PMI Ngada Gandeng Kampus STKIP Citra Bakti Bangun Kesiapsiagaan
Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai
Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!
Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Bukan Saat Pasien Kritis Baru Mencari Darah, PMI Ngada Gandeng Kampus STKIP Citra Bakti Bangun Kesiapsiagaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?

Berita Terbaru

Nusantara

Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:28 WIB

Nusantara

Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:13 WIB