Ngada.Metrosiar- Pengawasan terhadap penyaluran bantuan pendidikan kian diperketat. Ketua Komisi 3 DPRD Ngada, Wilfridus Muga, turun langsung menggelar tatap muka khusus bersama para kepala sekolah SD dan SMP se-Kecamatan Bajawa Utara, di sela peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (02/05/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk memastikan Program Indonesia Pintar (PIP) benar-benar menyentuh siswa yang berhak. Fridus menegaskan, akurasi data menjadi kunci utama agar bantuan tidak meleset dari sasaran.
“PIP ini menyangkut hak anak-anak kita. Jangan sampai ada yang layak justru terlewat, sementara yang tidak berhak malah menerima,” tegasnya di hadapan para kepala sekolah.
Ia mengungkapkan, terdapat tiga skema PIP yang saat ini berjalan, yakni PIP Aspirasi, PIP Reguler, dan PIP versi daerah. Ketiganya memiliki mekanisme tersendiri, namun tetap berpijak pada satu hal krusial: validitas data penerima.
Karena itu, Fridus meminta para kepala sekolah tidak menganggap enteng proses pendataan. Ia menyoroti potensi tumpang tindih data yang bisa terjadi jika tidak ada sinkronisasi yang baik di tingkat sekolah.
“Jangan ada data ganda, jangan ada manipulasi. Semua harus sesuai kondisi riil di lapangan,” ujarnya dengan nada tegas.

Lebih jauh, ia juga menekankan peran vital operator sekolah sebagai ujung tombak dalam proses input data. Ketelitian dan keseriusan operator dinilai sangat menentukan kualitas data yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan.
“Operator sekolah harus benar-benar bekerja serius. Data yang diinput hari ini akan menentukan masa depan anak-anak penerima PIP,” tambahnya.
Tatap muka ini sekaligus menjadi ruang evaluasi bersama, di mana para kepala sekolah didorong untuk lebih proaktif melaporkan kendala yang dihadapi dalam proses pendataan maupun penyaluran bantuan.
Langkah Fridus Muga ini dipandang sebagai bentuk komitmen pengawasan legislatif agar program bantuan pendidikan tidak sekadar berjalan, tetapi juga tepat guna dan tepat sasaran—sejalan dengan semangat pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Ngada.
Apresiasi
Semantara itu, Kepala UPTD SMP Negeri 2 Bajawa Utara memberikan apresiasi kepada Ketua DPC PDIP Ngada ini.
“Kami memberikan apresiasi kepada bapak Fridus Muga yang telah hadir dan berdiskusi bersama terkait kendala-kendala yang dihadapi terutama masalah PIP,” ketus Heronima Rosalia Meo.
Ia berharap dengan adanya PIP ini semua siswa di Kabupaten Ngada tidak mengalami kesulitan dalam hal biaya pendidikan, khususnya SD dan SMP.*
Penulis : Elfrat Dhena
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









