Bajawa.Metrosiar- Di sebuah lapangan sederhana di Bajawa, sore itu suara bola yang dipukul keras berulang kali memecah udara. Di antara riuh latihan, seorang remaja putri tampak tak kenal lelah melompat, memukul, dan kembali bersiap. Dialah Veronika Ephyvania Wua Kadju—Veren, sapaan akrabnya—yang kini mulai menapaki jalan menuju mimpi besar.
Nama Veren mungkin sebelumnya hanya dikenal di lingkup turnamen lokal. Namun kini, langkahnya mulai menjangkau lebih jauh. Bakatnya yang menonjol membuatnya dilirik oleh Karisma Premium Bandung, sebuah tim yang dikenal sebagai wadah lahirnya atlet-atlet potensial.
Bagi siswi kelas 8 SMP Negeri 2 Bajawa ini, kabar tersebut bukan sekadar perhatian biasa. Itu adalah pintu—menuju dunia yang selama ini hanya ia bayangkan.
“Saya sangat bersyukur bisa dilirik tim besar. Ini jadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras,” ucap Veren, matanya berbinar, menyiratkan semangat yang tak main-main.
Perjalanan Veren tidak dibangun dalam semalam. Dari latihan rutin hingga pertandingan demi pertandingan, ia menempa diri dengan disiplin yang jarang dimiliki anak seusianya. Postur tubuh yang ideal, teknik yang matang, dan mental bertanding yang kuat menjadikannya berbeda di lapangan.
Di balik ketekunannya, ada peran besar keluarga. Sebagai putri semata wayang dari pasangan Giovani Paulino Kadju dan Maria Petrasia Mukujawa, Veren tumbuh dalam lingkungan yang memberi dukungan penuh terhadap mimpinya. Dari pinggir lapangan hingga ruang belajar, semangat itu terus dijaga.
Pelatihnya, Baldus Daga, melihat sesuatu yang lebih dari sekadar bakat dalam diri Veren. Ia melihat masa depan.
“Veren punya potensi besar. Tinggal bagaimana dia menjaga konsistensi dan terus belajar,” ujarnya, dengan nada penuh keyakinan.
Bagi masyarakat Ngada, Veren bukan hanya atlet muda—ia adalah harapan. Sosok yang membawa semangat baru bahwa dari daerah, mimpi besar bisa tumbuh dan menemukan jalannya.
Kini, di tengah peluang yang mulai terbuka, langkah Veren terasa semakin mantap. Setiap lompatan dan pukulan yang ia lakukan bukan lagi sekadar latihan, melainkan bagian dari perjalanan panjang menuju satu tujuan: mengenakan seragam tim nasional dan mengharumkan nama daerah di panggung yang lebih luas.
Dan di lapangan sederhana itu, mimpi besar sedang ditempa—setiap hari, tanpa henti.”
Penulis : Elfrat Dhena
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









