Leader Nahdliyin United: “Sukseskan Muktamar NU Ke-35 Tahun, Jangan Pilih yang Berkonflik Kemarin!!!”
JAKARTA — Bhayangkaranews24.id, Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, sorotan terhadap figur calon Ketua Umum (Ketum) dan Rais Aam semakin menguat. Cak OFi, selaku Leader Nahdliyin United (LNU), secara tegas menyuarakan harapannya agar kepemimpinan NU ke depan diisi oleh sosok yang bersih dari persoalan dan minim konflik.
Ia juga mengingatkan agar figur yang dipilih tidak berasal dari kalangan yang sarat rangkap jabatan, seperti direktur utama, komisaris, atau posisi strategis lain yang berpotensi mengganggu fokus kepemimpinan di tubuh jam’iyyah.
Dalam pernyataannya, Cak OFi menegaskan bahwa pengalaman sebelumnya harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh warga Nahdliyin dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
> “Ketum dan Rais Aam yang akan datang, carilah orang yang tidak banyak masalah atau yang tidak banyak berkonflik seperti kemarin,” tegasnya.
Menurutnya, posisi Ketua Umum dan Rais Aam bukan sekadar jabatan struktural, melainkan simbol moral serta rujukan utama umat. Oleh karena itu, figur yang dipilih harus memiliki integritas tinggi, ketenangan dalam bersikap, serta kemampuan meredam konflik, bukan justru menjadi bagian dari persoalan.
Ia menambahkan, NU sebagai organisasi besar dengan jutaan jamaah membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga kesejukan, memperkuat persatuan, serta mengedepankan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah secara utuh.
Lebih lanjut, Cak OFi menilai bahwa Muktamar NU ke-35 merupakan momentum krusial untuk melakukan seleksi kepemimpinan yang benar-benar berorientasi pada kemaslahatan umat, bukan kepentingan kelompok tertentu.
Sebagai bentuk komitmen dan kecintaannya terhadap NU, Cak OFi yang juga dikenal sebagai Owner Kampung Family di Kediri, Jawa Timur dan Jakarta Selatan, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pelaksanaan Muktamar.
Ia bahkan menyampaikan bahwa apabila Muktamar NU ke-35 digelar di Kediri, pihaknya siap memberikan kontribusi nyata berupa penyediaan makanan gratis dalam jumlah besar.
> “Jika Muktamar NU dilaksanakan di Kediri, insya Allah kami akan gratiskan 9.999 porsi makanan untuk peserta dan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa dukungan terhadap Muktamar tidak hanya dalam bentuk gagasan, tetapi juga aksi nyata yang mencerminkan semangat khidmah kepada jam’iyyah.
Dengan penekanan kuat pada pentingnya figur Ketum dan Rais Aam yang bersih, minim konflik, serta mampu menjadi teladan, Cak OFi berharap Muktamar NU ke-35 benar-benar melahirkan pemimpin yang mampu menjaga marwah organisasi dan memperkuat persatuan Nahdliyin di seluruh Indonesia.









