Sah! Pemangku Hak Ulayat Yohanes Raja Pimpin Ritual Kantor Desa Tangitoto

Avatar photo

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ritual adat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Tangitoto, Kobakua dipimpin langsung oleh Yohanes Raja selaku pemangku hak ulayat di wilayah tersebut. (Metrosiar)

Ritual adat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Tangitoto, Kobakua dipimpin langsung oleh Yohanes Raja selaku pemangku hak ulayat di wilayah tersebut. (Metrosiar)

Wolowae, Metrosiar – Langkah administratif pemekaran Desa Tangitoto dari desa induk Desa Tendatoto, Kecamatan Wolowae, kini memasuki babak baru yang lebih teduh.

Dinamika yang sempat muncul terkait rencana pembangunan kantor desa di Wodosaphi, Kobakua, berhasil dijembatani melalui forum mediasi resmi yang mengedepankan keterbukaan informasi sejarah ulayat.

Suku Ndirhe melakukan protes. (Metrosiar)

Meski dilaksanakan dengan suasana yang serius layaknya sebuah gelar perkara, forum yang berlangsung di Kantor Desa Tendatoto tersebut sejatinya adalah ruang mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah desa.

Pihak Suku Ndirhe menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk melaporkan sebuah perkara hukum, melainkan untuk meminta klarifikasi dan penjelasan yang benderang mengenai status hak atas tanah di lokasi calon kantor desa tersebut.

Ritual adat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Tangitoto, Kobakua dipimpin langsung oleh Yohanes Raja selaku pemangku hak ulayat di wilayah tersebut. (Metrosiar)

Forum ini menjadi jembatan komunikasi antara Suku Dodo dan Suku Ndirhe guna memastikan bahwa setiap langkah pembangunan di wilayah pemekaran tersebut berdiri di atas legitimasi adat yang jelas dan diakui semua pihak.

Baca juga:  Kapolda Banten Turun Langsung ke Jalur Pelabuhan, Ada Apa Jelang Mudik Lebaran 2026?

Penegasan Otoritas Suku Dodo

Ritual adat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Tangitoto, Kobakua dipimpin langsung oleh Yohanes Raja selaku pemangku hak ulayat di wilayah tersebut. (Metrosiar)

Dalam pertemuan yang bernuansa kekeluargaan tersebut, dilakukan penelusuran sejarah dan status tanah secara mendalam.

Hasil mediasi mengonfirmasi kedudukan Suku Dodo sebagai pihak yang memiliki otoritas penuh dan hak ulayat atas lokasi di Wodosaphi.

Ritual adat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Tangitoto, Kobakua dipimpin langsung oleh Yohanes Raja selaku pemangku hak ulayat di wilayah tersebut. (Metrosiar)

Kehadiran tokoh kunci dari Suku Dodo, Yohanes Raja, menjadi sangat krusial dalam memberikan penjelasan dan fakta sejarah di hadapan forum tersebut.

Penjelasan yang begitu lugas, tegas dan terstruktur akhirnya diterima sebagai rujukan bersama, sehingga memberikan kepastian hukum adat bagi kelanjutan pembangunan fasilitas publik di Desa Tangitoto.

Mufakat Demi Kemajuan Desa

Ritual adat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Tangitoto, Kobakua dipimpin langsung oleh Yohanes Raja selaku pemangku hak ulayat di wilayah tersebut. (Metrosiar)

Dengan adanya klarifikasi ini, ganjalan komunikasi antara Suku Ndirhe dan Suku Dodo telah terurai.

Identitas Suku Dodo sebagai “Tanah Merhe-Watu Dewa, Puu Peke Tanah Watu.”

“Misata Kake nee Tana-Watu, Kaka nee Pro Yaka, Deke Tana Mangu Dirhu, Tu’a imu AE urha, Eca imu Side Bheda,” jelas Yohanes Raja.

Baca juga:  PLTSa akan Dilelang akhir Tahun, PLN Siapkan Proyek di Berbagai Kota

Sedangkan hak Suku Ndirhe adalah tanah puu muku doka Dea, pemberian dari Dodo di Selatan dengan lokus ritualnya di Wodo atau Gunung Wuse.

“Tanah Toto adalah Identitas Dodo, dengan pusat ritualnya di Oda Pudu di Gunung Toto,” tegas Yohanes.

Keyakinan bahwa “Nenek Moyang memberi jalan keluar” terwujud melalui mufakat yang dicapai dalam ruang mediasi di desa induk.

Sebagai tindak lanjut, Mikel Bawo dan Yohanes Raja dari Suku Dodo telah memimpin ritual adat peletakan batu pertama pembangunan kantor desa Tangitoto pada Senin, 10 November 2025 lalu.

Prosesi itu tidak hanya menjadi simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga simbol persatuan masyarakat adat di Kecamatan Wolowae yang berhasil menyelesaikan perbedaan persepsi melalui dialog yang bermartabat.*

Editor : Nedu Wodo

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Berita ini 24 kali dibaca
"Setelah tercapainya mufakat di Desa Tendatoto, agenda pembangunan pun segera dilaksanakan. Ritual adat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Tangitoto dipimpin langsung oleh Yohanes Raja selaku pemangku hak ulayat. Kehadirannya menjadi simbol legitimasi adat yang sah, memastikan bahwa langkah kemajuan desa berjalan beriringan dengan restu leluhur dan penghormatan terhadap struktur tanah ulayat."

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:18 WIB

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB