“URIP IKU URUP” di Medan Perang Narkoba: Strategi Global Kepala BNN Suyudi Ario Seto

Avatar photo

Minggu, 28 Desember 2025 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus narkotika internasional di Tangerang, Banten.

Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus narkotika internasional di Tangerang, Banten.

Jakarta, Metrosiar – “URIP IKU URUP” adalah pepatah Jawa yang berarti “hidup itu menyala,” sebuah filosofi tentang hidup yang memberi manfaat bagi sesama. Nilai yang konon diajarkan Sunan Kalijaga atau tokoh pewayangan Semar itu kini tercermin dalam langkah-langkah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada 25 Agustus 2025, Suyudi langsung bergerak cepat. Ia segera menyusun blue print atau cetak biru pemberantasan narkotika secara komprehensif dan berjangka panjang.

Komjen Pol Suyudi Ario Seto berbicara di hadapan peserta kegiatan internal BNN, menekankan pentingnya integritas dan sinergi dalam pemberantasan narkoba.

Gagasan utamanya berfokus pada penguatan strategi nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan pendekatan humanis, sinergis, serta berbasis kearifan lokal demi mewujudkan “Indonesia Bersinar” (Bersih dari Narkoba).

Ide tersebut dirangkum dalam tema besar “War on Drugs for Humanity”. Suyudi menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah misi kemanusiaan yang menuntut dedikasi dan semangat tinggi seluruh jajaran BNN. Pendekatan ilmiah dan humanis diterapkan, terutama kepada para pengguna narkoba, dengan memandang rehabilitasi sebagai jalan kesembuhan, bukan sekadar hukuman.

Di internal BNN, Suyudi menanamkan nilai soliditas, integritas, dan sinergitas, disertai disiplin serta tanggung jawab moral untuk menjaga marwah institusi. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk bersatu, karena pemberantasan narkoba bukan hanya tugas BNN semata. Salah satu upaya konkret diwujudkan melalui penguatan program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Baca juga:  Pakons Prime Hotel Tangerang Gelar Wedding Showcase, Paket Pernikahan Mulai Rp32 Juta!

Secara keseluruhan, kepemimpinan Suyudi dinilai memperkokoh fondasi kelembagaan BNN dengan pendekatan holistik dan modern dalam menghadapi tantangan narkoba yang kian kompleks.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan arahan tegas dalam rapat internal, menegaskan komitmen perang melawan narkoba sebagai misi kemanusiaan.

Berantas Kartel Narkoba

Pada akhir Oktober, Suyudi bekerja sama dengan Pemprov Jakarta menggelar kampanye “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat. Tak lama berselang, di awal November, BNN melakukan operasi besar-besaran secara beruntun terhadap kartel narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng Jakarta Barat; Kampung Bahari, Tanjung Priok Jakarta Utara; serta Kampung Berlan, Jakarta Timur.

Operasi cepat ini kerap disandingkan dengan pemberantasan kartel narkoba internasional seperti Sinaloa di Meksiko dan Medellin di Kolombia. Sejarah mencatat, keberhasilan operasi di Kolombia tak lepas dari kerja sama Polisi Nasional Kolombia (Policia de Nacionale Colombia) dengan agen DEA Amerika Serikat yang dipimpin Steve Murphy dan Javier Sena, hingga tewasnya gembong narkotika Pablo Escobar di Medellin pada 2 Desember 1993.

Kepala BNN memimpin langsung penanganan kasus besar narkotika, didampingi aparat bersenjata dalam operasi penegakan hukum.

Di Indonesia, operasi BNN di berbagai wilayah berhasil menyita sekitar 300 kilogram narkoba berbagai jenis serta puluhan ribu butir ekstasi. Keberhasilan besar lainnya adalah tertangkapnya langsung Dewi Astutik, yang disebut sebagai Ratu Narkoba internasional, pelaku penyelundupan sabu seberat 2 ton senilai Rp5 triliun yang bersembunyi di Kamboja.

Dewi Astutik diketahui merupakan bagian dari jaringan kartel narkoba Fredy Pratama dan dikenal lihai dengan sering berganti profesi. Namun berkat kerja intelijen, Suyudi memimpin langkah cepat hingga Dewi berhasil diringkus di Kamboja.

Baca juga:  Halal Bihalal di Sepatan Timur, Bupati Maesyal Rasyid Dorong Layanan Publik yang Cepat dan Efisien

Tak hanya fokus pada penindakan, kampanye melawan peredaran gelap narkotika juga menyasar pelajar Indonesia di luar negeri. Hal ini disampaikan Suyudi dalam Retreat Leadership yang dihadiri 68 ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dari berbagai negara bersama pengurus PPI Dunia, yang menaungi sekitar 120 ribu pelajar Indonesia dan digelar secara daring.

Suyudi menegaskan, pelajar Indonesia di luar negeri memiliki peran strategis sebagai kekuatan intelektual bangsa, yang tak hanya membawa pulang ilmu pengetahuan, tetapi juga integritas moral dan daya juang untuk mendukung bonus demografi serta visi Indonesia Emas 2045.

Dalam Sidang Commission on Narcotic Drugs (CND) ke-68 di Wina, Austria, Suyudi kembali menyoroti ancaman serius peredaran narkotika sintetis yang kian masif di berbagai negara.

Dengan deretan langkah tersebut, kepemimpinan Komjen Pol Suyudi Ario Seto dinilai mencerminkan sosok pemimpin pragmatis sekaligus progresif. Ia berorientasi pada hasil nyata, fleksibel, adaptif, serta terbuka pada inovasi demi perubahan berkelanjutan.

Sejarah Indonesia pernah mengenal figur serupa pada diri Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta periode 1966–1977, yang dengan pendekatan berani dan berorientasi hasil berhasil mengubah Jakarta dari “Big Village” menjadi “Metropolitan City”. Kini, di medan perang narkoba, semangat kepemimpinan pragmatis dan progresif itu tercermin dalam langkah-langkah Kepala BNN Suyudi Ario Seto.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti
Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis
Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik
Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:29 WIB

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober

Selasa, 29 September 2026 - 17:16 WIB

7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti

Selasa, 29 September 2026 - 12:54 WIB

Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Berita Terbaru

Religi

Umroh Sambil Dukung Timnas, Ini Kesempatan Langka!

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:34 WIB