Anis Matta Ungkap Sinyal Bahaya Dunia, 2026 Diprediksi Jadi Tahun Terberat bagi Indonesia

Avatar photo

Senin, 26 Januari 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua umum Partai Gelora Indonesia menyampaikan arahan dan pandangan strategis terkait situasi geopolitik global dalam rapat koordinasi nasional secara virtual.

Ketua umum Partai Gelora Indonesia menyampaikan arahan dan pandangan strategis terkait situasi geopolitik global dalam rapat koordinasi nasional secara virtual.

Jakarta, Metrosiar – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, mengingatkan bahwa dampak ketidakpastian geopolitik global akan sangat mempengaruhi situasi politik nasional.

“Penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengawali satu situasi yang bisa kita katakan bahwa tatanan dunia lama benar-benar sudah berakhir,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Anis Matta saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi DPP dan DPW Partai Gelora bertema Siaga Gelora untuk Indonesia yang digelar secara daring pada Sabtu (24/1/2026) malam.

Suasana rapat koordinasi DPP dan DPW Partai Gelora Indonesia yang digelar secara daring, diikuti pengurus dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Menurut Anis Matta, Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai institusi global dan berbagai organisasi multilateral lainnya telah kehilangan peran, sehingga hukum internasional tidak lagi berjalan efektif.

“Akan ada satu kondisi tidak terkendali, kekecewaan, dan tidak ada penyelesaian yang sistematis. Ujung-ujungnya akan terjadi perang dunia,” ujarnya.

Dalam masa transisi global ini, lanjut Anis Matta, Amerika Serikat sebagai negara adidaya menerapkan doktrin baru untuk melindungi keamanan nasionalnya.

“Amerika Serikat ingin mengontrol seluruh benua Amerika dan wilayah lain di dunia agar jalur logistik serta investasi mereka tetap lancar,” katanya.

Rencana penguasaan Greenland, menurut Anis Matta, merupakan upaya untuk mengeluarkan Rusia dari kawasan tersebut sekaligus menghambat investasi China.

Baca juga:  Gas 3 Kg Sulit Dicari, Begini Respons Ketua DPD Gelora Kota Tangerang

“Tata kelola dunia yang dulu berbasis aturan sekarang sudah tidak ada. Tidak ada hukum internasional,” tegasnya.

Ia memprediksi akan terjadi kekacauan di berbagai kawasan dengan tujuan mendestabilisasi dan merusak iklim investasi China yang masif di banyak negara.

“Saya kira sasaran terakhir dari upaya destabilisasi ini adalah kawasan Asia Tenggara. Di sini ada 10 negara, termasuk Indonesia. Konflik Kamboja–Thailand yang berbatasan dengan China itu baru permulaan,” ujarnya.

Jajaran pimpinan DPP Partai Gelora Indonesia saat memimpin rapat koordinasi dengan agenda kesiapsiagaan menghadapi tantangan politik dan global tahun 2026.

Karena itu, Anis Matta menilai tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat berat bagi Indonesia dan menjadi periode pendalaman konflik kawasan.

“Namun jika kita melihat peta Indonesia, sesungguhnya masa depan kita adalah dunia Islam, dengan umat mencapai dua miliar jiwa,” katanya.

Ia menyebut volume perdagangan Indonesia dengan negara-negara dunia Islam lebih besar dibandingkan dengan China, Eropa, dan Amerika.

“Karena itu keterlibatan kita dengan dunia Islam menjadi sangat penting, termasuk ikut menyelesaikan konflik Somalia–Somaliland, karena wilayah itu bagian dari jalur distribusi,” jelasnya.

Keterlibatan Indonesia dalam Badan Perdamaian Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menurut Anis Matta, bertujuan mencegah konflik Palestina–Israel memicu eskalasi perang dunia.

“Perang 12 hari antara Iran dan Israel kemarin sudah kita khawatirkan bisa memicu perang lebih besar karena keduanya memiliki nuklir. Iran juga dekat dengan Pakistan dan Rusia yang sama-sama memiliki senjata nuklir,” katanya.

Baca juga:  Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10

Selain mempercepat kemerdekaan Palestina dan menghentikan genosida, keikutsertaan Indonesia dalam badan tersebut juga untuk menekan Israel agar taat aturan dan tidak meningkatkan eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Situasi yang tidak terkendali di Palestina dan Timur Tengah bisa menjadi pemicu perang dunia yang jauh lebih signifikan dibandingkan perang di Ukraina,” ujarnya.

Menurut Anis Matta, keterlibatan Indonesia merupakan kebijakan strategis untuk mengubah zona konflik menjadi zona pembangunan.

“Saya tekankan bahwa ini akan menjadi tahun yang berat bagi kita semua. Namun Partai Gelora harus memiliki narasi yang kuat bahwa tidak semua tantangan adalah ancaman. Bisa jadi itu peluang, dan tidak semua peluang adalah peluang, bisa jadi itu jebakan. Karena itu kita harus menyiapkan diri menghadapi guncangan-guncangan yang akan datang,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi DPP–DPW Partai Gelora ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, serta jajaran fungsionaris DPP dan pimpinan DPW Partai Gelora se-Indonesia.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana
DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara
13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran
Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 00:36 WIB

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Selasa, 1 September 2026 - 15:02 WIB

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Berita Terbaru

Pendidikan

Belum Tersentuh MBG, Ratusan Santri di Serang Dapat Makan Gratis

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:27 WIB

Peristiwa & Bencana

Enam Bulan Kekeringan, Warga Kampung Cerocoh Akhirnya Dapat Bantuan Air Bersih

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:27 WIB

oppo_2

Hukum & Kriminal

Geger! Dugaan Kasus LGBT di Yayasan Darul Ihsan Bikin Warga Karacak Resah

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:04 WIB