Fraksi Rakyat Desak PN Tangerang Segera Bayar Konsinyasi Tanah Warga Bantong

Avatar photo

Jumat, 14 November 2025 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Metrosiar – Sekelompok warga yang tergabung dalam Fraksi Rakyat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jumat (14/11/2025). Mereka menuntut percepatan pembayaran ganti rugi lahan proyek Jalan Tol Cengkareng–Batuceper–Kunciran (CBK) atas nama almarhum Bantong bin Djari, yang putusan hukumnya telah berkekuatan tetap sejak 2019.

 

Koordinator aksi, Elwin Mendrofa, menyatakan bahwa pembayaran ganti rugi tersebut tak kunjung dicairkan meski putusan perkara 855/Pdt.G/2019/PN Tng telah menetapkan bahwa tanah seluas 1.217 meter persegi di Kunciran Jaya merupakan milik sah Bantong dan wajib dibayarkan melalui mekanisme konsinyasi.

 

“Putusan itu bahkan diperkuat dengan Penetapan Konsinyasi No. 44/Pdt.P.Cons/2019/PN Tng yang menegaskan pembayaran harus diserahkan kepada Bantong sebagai pemilik sah,” ujar Elwin.

 

Dugaan Kendala dari Klaim Pihak Ketiga

Elwin mengaku heran mengapa penetapan konsinyasi yang sudah terbit sejak 2019 belum juga dibayarkan. Ia menduga ada oknum tertentu yang menghambat proses tersebut.

 

Informasi yang dihimpun massa, pembayaran mandek karena adanya klaim dari PT Modernland yang mengajukan alas hak SPH 211/Agr/III/93. Namun dokumen itu secara fisik tercatat di Kampung Kelapa RT 002/RW 001, berbeda lokasi dengan tanah objek tol yang berada di RT 02/RW 01 Kunciran Jaya, sesuai Girik C 1354 Persil 27 S.III.

Baca juga:  Tangis Bayi di Belakang Rumah, Pelaku Diburu Kilat dan Ditangkap Kurang dari 24 Jam

 

Massa menilai alas hak tersebut tidak relevan dan tidak sesuai objek tanah sehingga berpotensi menimbulkan konflik berlarut. Bahkan, mereka menuding alas hak itu “tidak sah secara objek”.

 

Situasi makin pelik setelah Modernland mengajukan gugatan baru melalui perkara 241/Pdt.G/2020/PN Tng, yang kemudian dimenangkan perusahaan tersebut. Namun Elwin menegaskan, putusan tersebut tidak berkaitan dengan perkara 855.

 

“Objeknya berbeda, sehingga tidak ada alasan untuk menunda pembayaran hak Bantong. Putusan sudah inkracht, kenapa tidak dibayar? Kami mendesak PN Tangerang melaksanakan keputusan hukumnya sendiri,” kata Elwin.

 

Ia juga menyebut bahwa penundaan pembayaran sejak perintah eksekusi pada 20 Juli 2025 merupakan bentuk pelanggaran terhadap asas kepastian hukum. Pihaknya meminta Mahkamah Agung memeriksa oknum yang diduga mengaitkan konsinyasi Bantong dengan alas hak SPH yang dinilai tidak sesuai objek.

Baca juga:  Bikin Resah Pengguna Jalan, Truk Tambang Langsung Ditindak

PN Tangerang Janji Tindak Lanjut

Aksi massa akhirnya direspons oleh PN Tangerang. Perwakilan pengunjuk rasa, termasuk Elwin Mendrofa dan kuasa hukum ahli waris Bantong, Rizky Lamhot Ginting, dipersilakan berdialog langsung dengan Ketua PN Tangerang.

 

Usai pertemuan, Elwin mengatakan pihak PN Tangerang akan mempelajari kembali perkara ini dan segera memanggil Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempertegas siapa penerima sah dana konsinyasi tersebut.

 

Kuasa hukum ahli waris, Rizky Lamhot Ginting, menegaskan bahwa seluruh proses hukum telah terang-benderang. Mulai dari girik, batas bidang tanah, hingga putusan inkracht, semuanya menunjukkan bahwa pembayaran harus dilakukan kepada ahli waris Bantong.

“Tuntutan kami sederhana: segera cairkan konsinyasi. Semua dasar hukum sudah lengkap. Tidak ada alasan lagi untuk menahan hak rakyat,” ujar Rizky.

 

Ia menambahkan bahwa Ketua PN Tangerang menyampaikan kesiapannya menuntaskan perkara ini setelah memastikan seluruh data dan objek lahan benar-benar sesuai.

 

“Pengadilan berjanji akan menyelesaikan secepatnya. Kami berharap komitmen itu benar-benar terealisasi agar hak keluarga Bantong segera dibayarkan,” kata Rizky.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD Sahkan Perda Baru!
Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi
Bikin Resah Pengguna Jalan, Truk Tambang Langsung Ditindak
Polda Banten Buka Suara, Balap Liar Bisa Hancurkan Masa Depan
Baru Sebulan Jadi Pengedar, Dua Pemuda Cikeusal Dibekuk dengan 30 Paket Sabu
Bos Lapas Kerobokan Dicopot, Ada Fakta Mengejutkan di Balik Dugaan Narkoba
Janjian Lewat Instagram, Tawuran Pelajar di Pandeglang Berujung Bacokan
Tangis Bayi di Belakang Rumah, Pelaku Diburu Kilat dan Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 07:14 WIB

137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD Sahkan Perda Baru!

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:35 WIB

Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi

Senin, 1 Juni 2026 - 01:08 WIB

Bikin Resah Pengguna Jalan, Truk Tambang Langsung Ditindak

Senin, 1 Juni 2026 - 00:39 WIB

Polda Banten Buka Suara, Balap Liar Bisa Hancurkan Masa Depan

Senin, 1 Juni 2026 - 00:32 WIB

Baru Sebulan Jadi Pengedar, Dua Pemuda Cikeusal Dibekuk dengan 30 Paket Sabu

Berita Terbaru

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Bisnis & Investasi

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Senin, 15 Jun 2026 - 12:37 WIB

Politik & Pemerintahan

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Jun 2026 - 11:51 WIB

Jajaran pengurus pusat dan daerah Laskar Merah Putih berfoto bersama usai pelaksanaan Rapimnas 2026 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Nusantara

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Senin, 15 Jun 2026 - 10:15 WIB

Suasana penyampaian keterangan kepada awak media usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pengesahan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Hukum & Kriminal

137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD Sahkan Perda Baru!

Senin, 15 Jun 2026 - 07:14 WIB