Pilu Uya Kuya dan Astrid: Rumah Dijarah Massa, Harta dan Kenangan Keluarga Hilang

Selasa, 30 September 2025 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uya Kuya dan Astrid pilu melihat rumahnya dijarah, harta dan kenangan keluarga hilang, hanya tersisa dinding penuh coretan. (Kolase Instagram.com/@king_uyakuya)

Uya Kuya dan Astrid pilu melihat rumahnya dijarah, harta dan kenangan keluarga hilang, hanya tersisa dinding penuh coretan. (Kolase Instagram.com/@king_uyakuya)

Metrosiar – Pemandangan memilukan menyambut artis sekaligus pejabat nonaktif DPR, Uya Kuya, bersama sang istri, Astrid, ketika mereka kembali ke rumahnya di kawasan Jakarta Timur.

Hampir sebulan pasca-insiden penjarahan yang dilakukan oknum massa dalam demonstrasi besar pada Sabtu (20/8/25) lalu, pasangan ini akhirnya menjejakkan kaki kembali ke kediaman yang dulu penuh tawa keluarga.

Namun, yang tersisa kini hanyalah dinding penuh coretan, ruangan kosong melompong, dan kenangan yang berserakan.

Lewat unggahan media sosialnya, Uya menggambarkan rumah yang dulu menjadi pusat kebahagiaan kini tak lebih dari bangunan rusak. Televisi, sofa, hingga perabotan penting raib.

Bahkan, kucing kesayangan keluarga pun ikut hilang.

Yang paling menyayat hati, barang-barang bernilai kenangan dari masa kecil anak-anaknya, Cinta dan Nino, turut musnah tanpa jejak.

Dalam tayangan YouTube pribadinya, yang dipublikasikan pada Senin (29/9/25, tampak Astrid menitikkan air mata.

Ia berdiri di tengah ruangan kosong yang dulunya penuh kehangatan, kini hanya menyisakan kotoran dan coretan vandalisme di dinding rumahnya.

Baca Juga :  Melalui Kuasa Hukumnya, Sekjen PDIP Hasto ajukan Penangguhan Penahanan

“Silakan maki-maki saya, kalian mau fitnah apa pun, hina saya, silakan. Tapi jangan hina keluarga saya, anak-anak saya,” ujar Uya dengan nada tegas, dalam unggahan video Instagram @king_uyakuya.

Rumah Hancur, Kenangan Ikut Hilang

Kondisi rumah yang diperlihatkan Uya di Instagram seakan tak lagi bisa dikenali. Ruang tengah kosong, hanya serpihan kecil berserakan. Dinding penuh tulisan kasar, sebagian menghina keluarganya.

Astrid hanya mampu menatap kosong, mencoba mengingat kembali jejak barang-barang yang dulu menghiasi rumah tersebut.

Jerit Luka Keluarga

Bagi Uya, kehilangan terbesar bukanlah harta, melainkan kenangan keluarga yang terenggut. Ia menegaskan, barang pribadi mungkin bisa direlakan, namun tidak dengan barang-barang yang menjadi bagian dari cerita hidup anak-anaknya.

“Barang-barang saya ya sudah (gak apa-apa dijarah), tapi gimana barang mertua saya, barang karyawan saya, barang anak saya?” ungkap Uya lirih.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Memperoleh Info Mudik Gratis Lebaran 2025? Ini Syarat Daftar

Ia bahkan memperlihatkan kamar anak-anaknya yang kini kosong kepada Cinta dan Nino lewat panggilan video. Reaksi mereka menambah dalam luka, menyadari barang yang hilang sebagian besar adalah hasil jerih payah mereka sendiri.

Hasil Jerih Payah Anak Ikut Terenggut

Uya menuturkan bahwa sejak SMP, kedua anaknya sudah mandiri. Cinta dan Nino mendapatkan penghasilan dari YouTube dan syuting televisi, tanpa bergantung uang jajan dari orang tuanya.

“Jadi, yang kalian ambil hak-hak anak saya dari kerja keras mereka,” tegasnya.

Luka yang Sulit Pulih

Lebih dari sekadar kerugian materi, pengalaman ini meninggalkan luka psikologis yang mendalam bagi keluarga kecil tersebut. Rumah yang dulu jadi tempat bernaung kini hanya menyisakan duka dan trauma.

Uya dan Astrid berharap, tragedi ini menjadi pengingat bahwa aksi demonstrasi seharusnya tidak berubah menjadi ajang perusakan dan penjarahan. Sebab, yang tersisa bukan hanya bangunan yang hancur, tetapi juga hati yang sulit sembuh.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: YouTube Uya Kuya

Berita Terkait

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!
Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia
Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu
Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
Mahfuz Sidik Dorong Aliansi Baru Timur Tengah untuk Hapus Hegemoni Amerika
Berita ini 18 kali dibaca
Potret pilu Uya Kuya dan Astrid saat kembali ke rumahnya di Jakarta Timur pasca-penjarahan, menyaksikan kerusakan parah, harta benda raib, coretan vandalisme memenuhi dinding, serta hilangnya barang-barang penuh kenangan anak-anak mereka, Cinta dan Nino, yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Senin, 6 April 2026 - 09:02 WIB

Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!

Sabtu, 4 April 2026 - 22:17 WIB

Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia

Rabu, 1 April 2026 - 17:46 WIB

Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:32 WIB

Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB