Dokter Spesialis Tapi Tak Waras? Kalau Mau Riset Psikologi, Jangan Korbankan Privasi Orang!

Avatar photo

Sabtu, 19 April 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Tapi Tak Waras? Kalau Mau Riset Psikologi, Jangan Korbankan Privasi Orang! (Freepik)

Dokter Spesialis Tapi Tak Waras? Kalau Mau Riset Psikologi, Jangan Korbankan Privasi Orang! (Freepik)

Dokter Spesialis Tapi Tak Waras? Kalau Mau Riset Psikologi, Jangan Korbankan Privasi Orang!

Metrosiar – Aksi tak senonoh yang dilakukan seorang dokter yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) membuat publik terkejut sekaligus muak.

Bagaimana tidak, seseorang yang seharusnya menjadi penjaga etika dan profesionalisme justru nekat merekam mahasiswi yang sedang mandi di kamar indekos kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kamera tersembunyi dipasang di ventilasi kamar mandi, satu langkah “kreatif” yang lebih cocok untuk film kriminal daripada dunia medis.

Menurut pakar psikologi forensik, perilaku seperti ini bisa mengindikasikan gangguan kepribadian, seperti voyeurisme suatu kelainan yang membuat pelaku merasa terpuaskan dengan mengintip aktivitas intim orang lain secara diam-diam.

Baca juga:  Gubernur Banten Hadiri Perayaan Tri Suci Waisak: “Dengan Menghormati Sesama, Banten Bisa Maju”

Dalam beberapa kasus, ini juga bisa menunjukkan adanya dorongan seksual menyimpang yang tidak terkendali, serta kurangnya empati terhadap privasi dan hak orang lain.

Bayangkan, ini dilakukan oleh seseorang yang sedang dilatih untuk merawat dan menjaga martabat pasien?

Di sisi lain, psikolog klinis menekankan bahwa korban dapat mengalami trauma psikologis yang signifikan.

Efek jangka pendek bisa berupa rasa takut, malu, atau stres berat.

Baca juga:  Aksi Mahasiswa Semalam Berakhir Ricuh

Sementara dalam jangka panjang, korban bisa mengalami gangguan kecemasan, depresi, bahkan PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), terutama jika pelaku adalah seseorang yang dianggap berpendidikan dan dihormati.

“Ketika pelaku adalah figur yang seharusnya bisa dipercaya, dampaknya terhadap korban jauh lebih dalam,” ujar seorang ahli trauma dari UI.

“Itu bisa merusak kepercayaan korban terhadap lingkungan sekitarnya, bahkan institusi pendidikan atau profesi itu sendiri.”

Ironis, bukan? Seorang dokter yang seharusnya menyembuhkan luka justru menjadi sumber luka itu sendiri. Dunia medis butuh penyembuh, bukan penyelinap!(*)

Editor : Nedu Wodo

Sumber Berita: Kompas.tv

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

37 Ribu Obat Keras Ilegal Digerebek di Tangerang, Dua Bandar Diciduk
Panas! Semifinal Bowali Cup Siap Meledak — Golewa Raya Tebar Ancaman, Marsela Langa Bawa Teror “Langa Boys”
“Perang Bintang” di Bowali Cup! Golewa Raya Tantang Mental Baja Marsela Langa pada Leg 1 Semifinal
Servis Pembuka MasGibol Meledak! SPENDU CUP I Resmi Dibuka, Arena Voli Putri Ngada Langsung Membara
Tanam Pohon di Sindang Jaya, Polsek Pasar Kemis Perkuat Sinergi dengan Warga
Terungkap! Anggota DPRD Enrekang Diam-Diam Pesan Durian via Online
Viral Aksi Heroik Pemuda Padang Pariaman Sumbar, Selamatkan Lansia di Sungai Batang Anai Tuai Apresiasi
Warga Cemas! Jembatan di Jalur Poros Makassar–Toraja Mulai Rusak, Truk Besar Masih Hilir Mudik
Berita ini 12 kali dibaca
Menurut pakar psikologi forensik, perilaku seperti ini bisa mengindikasikan gangguan kepribadian, seperti voyeurisme—suatu kelainan yang membuat pelaku merasa terpuaskan dengan mengintip aktivitas intim orang lain secara diam-diam. Dalam beberapa kasus, ini juga bisa menunjukkan adanya dorongan seksual menyimpang yang tidak terkendali, serta kurangnya empati terhadap privasi dan hak orang lain. Bayangkan, ini dilakukan oleh seseorang yang sedang dilatih untuk merawat dan menjaga martabat pasien?

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:54 WIB

37 Ribu Obat Keras Ilegal Digerebek di Tangerang, Dua Bandar Diciduk

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:42 WIB

Panas! Semifinal Bowali Cup Siap Meledak — Golewa Raya Tebar Ancaman, Marsela Langa Bawa Teror “Langa Boys”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:10 WIB

“Perang Bintang” di Bowali Cup! Golewa Raya Tantang Mental Baja Marsela Langa pada Leg 1 Semifinal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:59 WIB

Servis Pembuka MasGibol Meledak! SPENDU CUP I Resmi Dibuka, Arena Voli Putri Ngada Langsung Membara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:46 WIB

Tanam Pohon di Sindang Jaya, Polsek Pasar Kemis Perkuat Sinergi dengan Warga

Berita Terbaru

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (tengah kiri) bersama jajaran Polresta Tangerang menunjukkan barang bukti hasil pengungkapan kasus peredaran obat keras ilegal di Mapolresta Tangerang.

Hukum & Kriminal

37 Ribu Obat Keras Ilegal Digerebek di Tangerang, Dua Bandar Diciduk

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:54 WIB