Gas Elpiji 3 Kg Sulit Didapat di Kota Malang, Beli di Pangkalan Ada Syaratnya

Kamis, 30 Januari 2025 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar, Malang– Warga Kota Malang beberapa hari terakhir mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kg. Jika memang stok ada, harganya pun dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pengecer.
“Sudah beberapa hari, cari elpiji 3 kg sulit. Ini baru dapat dengan harga Rp 22 ribu. Kemarin ada teman harus beli dengan harga Rp 29 ribu,” kata Helmi (30), salah satu warga Klojen, Kota Malang, Rabu (26/7/2023).

Hal yang sama juga dirasakan oleh Bambang Adi, warga Jalan Nusakambangan, Kota Malang. Dia harus berkeliling untuk mendapatkan satu tabung gas elpiji 3 kg.

Dia baru bisa mendapatkan gas elpiji 3 Kg ketika mendatangi satu pangkalan yang berada di Jalan Nusakambangan dengan memenuhi syarat membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Baca juga:  Kunci Rumah Diserahkan Langsung Dandim, Warga Ranca Sadang Tak Kuasa Menahan Haru

“Dari kemarin cari elpiji sulit. Tadi mulai pagi muter-muter. Karena di toko-toko stoknya habis semua,” ujar Bambang.

Sumarsih pemilik pangkalan elpiji 3 kg di Jalan Nusakambangan mengaku bahwa stok elpiji aman. Usahanya setiap pekan mendapatkan dua kali pengiriman dalam satu pengiriman mendapatkan sebanyak 40 tabung elpiji 3 kg.

“Stok aman, saya dua kali dalam seminggu mendapatkan kiriman. Satu kali kiriman 40 tabung ukuran 3 kg,” jelasnya ditemui di lokasi.

Salah satu distributor elpiji yang mulai menerapkan pembelian bagi warga yang sudah terdaftar di aplikasi Pertamina. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Sumarsih mengungkapkan jika pangkalan tidak lagi melayani pembelian untuk pengecer atau pembelian lebih dari satu tabung gas. Warga atau rumah tangga dapat membeli satu tabung gas elpiji dengan syarat membawa KTP.

Baca juga:  Menag Imbau Masjid Jangan Ditutup, Bisa Jadi Posko Mudik 24 Jam untuk Pemudik

“Itu pun setelah terdaftar dulu NIK-nya di aplikasi milik Pertamina. Kalau belum terdaftar tidak kami layani,” tegasnya.

Dia mengatakan bahwa program tepat sasaran untuk pembelian elpiji 3 Kg sebenarnya sudah berjalan lama. Namun, karena Pandemi COVID-19 kemarin, program itu tidak bisa berjalan maksimal.

“Sudah lama sebenarnya program ini. Tapi karena Pandemi tak berjalan. Baru mungkin sekarang ini diberlakukan,” tuturnya.

Sumarsih mengaku tidak berani melayani pembelian tanpa terdaftar di aplikasi tepat sasaran itu. Risikonya, pangkalan miliknya akan ditutup apabila tertangkap tangan oleh agen atau pertamina.

“Nggak berani layani pengecer atau warga yang membeli lebih dari satu. Karena sesuai aplikasi rumah tangga hanya boleh beli satu tabung saja,” katanya.

Penulis : Asmara'65

Sumber Berita: Detik.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minggu Kasih Tigaraksa Bikin Heboh, Kehadiran Polisi Jadi Sorotan
Kartini Belum Usai! Srikandi Banten Siapkan Perayaan Spektakuler Penuh Kejutan
Gudang Packaging di Sepatan Tangerang Dilalap Api, 8 Unit Damkar Dikerahkan!
TNI Perketat Keamanan di Wilayah PT Freeport Indonesia Usai Gangguan KKB
Muscab PKB Tiga Daerah: Nama Lama Mendominasi, Siapa yang Akan Terpilih?
Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:09 WIB

Minggu Kasih Tigaraksa Bikin Heboh, Kehadiran Polisi Jadi Sorotan

Minggu, 26 April 2026 - 18:56 WIB

Kartini Belum Usai! Srikandi Banten Siapkan Perayaan Spektakuler Penuh Kejutan

Minggu, 26 April 2026 - 17:07 WIB

Gudang Packaging di Sepatan Tangerang Dilalap Api, 8 Unit Damkar Dikerahkan!

Minggu, 26 April 2026 - 11:40 WIB

Muscab PKB Tiga Daerah: Nama Lama Mendominasi, Siapa yang Akan Terpilih?

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Berita Terbaru