Metrosiar – Israel terus melancarkan aksi militer yang melampaui batas wilayahnya dengan menargetkan kelompok bersenjata yang dianggap mengancam kedaulatannya.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, dalam tiga hari terakhir Israel telah menyerang enam negara, termasuk Gaza.
Terbaru, pada Selasa (9/9/25), Israel melancarkan serangan udara terarah ke kompleks kepemimpinan Hamas di Doha, ibu kota Qatar.
Serangan tersebut terjadi saat berlangsung pertemuan membahas usulan gencatan senjata dari Amerika Serikat untuk Gaza.
Serangan itu menewaskan enam orang, termasuk putra pemimpin senior Hamas Hamad Khil Alhya, direktur kantor Alhya, tiga pengawal, serta seorang petugas keamanan Qatar. Namun, para pemimpin tertinggi Hamas dilaporkan selamat.
Negara lain yang menjadi sasaran adalah Lebanon. Meskipun ada gencatan senjata, Israel terus melancarkan serangan hampir setiap hari di wilayah selatan Lebanon.
Israel juga mempertahankan pendudukan di lima pos perbatasan yang dinilai melanggar kesepakatan penarikan pasukan.
Pada Selasa, serangan drone Israel terjadi di pintu masuk Desa Barja, sekitar 30 km selatan Beirut, melukai seorang anggota Hizbullah.
Sehari sebelumnya, jet tempur Israel menyerang beberapa lokasi di Suriah, termasuk pangkalan udara di Homs serta kawasan militer dekat Latakia.
Ledakan besar dilaporkan terjadi, meski belum ada data pasti mengenai korban jiwa.
Pemerintah Suriah mengecam serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan ancaman terhadap keamanan regional.
Serangan juga menyasar Tunisia. Pada Senin malam, kapal utama Global Sumud Flotilla Family Boat diserang drone yang diduga milik Israel saat berlabuh di Pelabuhan Sidi Bou Said.
Kapal sepanjang 23 meter berbendera Portugis itu membawa enam orang delegasi dan merupakan bagian dari armada internasional yang menentang blokade Israel terhadap Gaza. Meskipun sempat terjadi kebakaran, seluruh awak berhasil selamat.
Masih di Tunisia, kapal lain bernama Alma berbendera Inggris turut diserang pada Selasa malam.
Serangan itu meningkatkan ketegangan atas operasi armada solidaritas internasional tersebut.
Pada Rabu, Israel kembali melancarkan serangan udara di ibu kota Yaman, Sana’a, dengan menargetkan posisi Houthi di area bandara.
Serangan ini menjadi yang kedua dalam sebulan, setelah sebelumnya Israel menghantam terminal dan landasan pacu bandara pada Mei lalu.*
Editor : Nedu Wodo Mezhe
Sumber Berita: Al Jazeera









