Israel Makin Gila, Perluas Serangan Militer Dalam 3 Hari, Enam Negara Jadi Sasaran

Kamis, 11 September 2025 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Israel bombardir enam negara dalam tiga hari. (Tangkapan layar)

Israel bombardir enam negara dalam tiga hari. (Tangkapan layar)

Metrosiar – Israel terus melancarkan aksi militer yang melampaui batas wilayahnya dengan menargetkan kelompok bersenjata yang dianggap mengancam kedaulatannya.

Berdasarkan laporan Al Jazeera, dalam tiga hari terakhir Israel telah menyerang enam negara, termasuk Gaza.

Terbaru, pada Selasa (9/9/25), Israel melancarkan serangan udara terarah ke kompleks kepemimpinan Hamas di Doha, ibu kota Qatar.

Serangan tersebut terjadi saat berlangsung pertemuan membahas usulan gencatan senjata dari Amerika Serikat untuk Gaza.

Serangan itu menewaskan enam orang, termasuk putra pemimpin senior Hamas Hamad Khil Alhya, direktur kantor Alhya, tiga pengawal, serta seorang petugas keamanan Qatar. Namun, para pemimpin tertinggi Hamas dilaporkan selamat.

Negara lain yang menjadi sasaran adalah Lebanon. Meskipun ada gencatan senjata, Israel terus melancarkan serangan hampir setiap hari di wilayah selatan Lebanon.

Baca juga:  H. Turidi Susanto: Bela Palestina Merdeka Dan Boikot Produk Afiliasi Israel

Israel juga mempertahankan pendudukan di lima pos perbatasan yang dinilai melanggar kesepakatan penarikan pasukan.

Pada Selasa, serangan drone Israel terjadi di pintu masuk Desa Barja, sekitar 30 km selatan Beirut, melukai seorang anggota Hizbullah.

Sehari sebelumnya, jet tempur Israel menyerang beberapa lokasi di Suriah, termasuk pangkalan udara di Homs serta kawasan militer dekat Latakia.

Ledakan besar dilaporkan terjadi, meski belum ada data pasti mengenai korban jiwa.

Pemerintah Suriah mengecam serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan ancaman terhadap keamanan regional.

Serangan juga menyasar Tunisia. Pada Senin malam, kapal utama Global Sumud Flotilla Family Boat diserang drone yang diduga milik Israel saat berlabuh di Pelabuhan Sidi Bou Said.

Baca juga:  Pemimpin Arab-Muslim Desak Tinjau Ulang Hubungan dengan Israel, Pakar Ungkap Dampaknya

Kapal sepanjang 23 meter berbendera Portugis itu membawa enam orang delegasi dan merupakan bagian dari armada internasional yang menentang blokade Israel terhadap Gaza. Meskipun sempat terjadi kebakaran, seluruh awak berhasil selamat.

Masih di Tunisia, kapal lain bernama Alma berbendera Inggris turut diserang pada Selasa malam.

Serangan itu meningkatkan ketegangan atas operasi armada solidaritas internasional tersebut.

Pada Rabu, Israel kembali melancarkan serangan udara di ibu kota Yaman, Sana’a, dengan menargetkan posisi Houthi di area bandara.

Serangan ini menjadi yang kedua dalam sebulan, setelah sebelumnya Israel menghantam terminal dan landasan pacu bandara pada Mei lalu.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Al Jazeera

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini
Mahfuz Sidik: Jika Serangan AS–Israel Berlanjut, Iran Berpotensi Alami Genosida seperti Gaza
Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Lima Dampak Serius Jika Perang Berlarut
Iran Diserang, Timur Tengah Bergejolak: Mahfuz Beberkan Skenario Besar di Baliknya
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Situasi Memanas, Kedutaan India Desak Warganya Segera Keluar dari Iran
Jika AS Gempur Iran, Akankah Dunia Terbakar? Ini Analisis Mahfuz Sidik
Israel dalam tiga hari menyerang enam negara, termasuk Qatar, Lebanon, Suriah, Tunisia, Gaza, dan Yaman, picu kecaman internasional.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Senin, 9 Maret 2026 - 14:13 WIB

Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:00 WIB

Mahfuz Sidik: Jika Serangan AS–Israel Berlanjut, Iran Berpotensi Alami Genosida seperti Gaza

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:33 WIB

Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Lima Dampak Serius Jika Perang Berlarut

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:08 WIB

Iran Diserang, Timur Tengah Bergejolak: Mahfuz Beberkan Skenario Besar di Baliknya

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB