Pemimpin Arab-Muslim Desak Tinjau Ulang Hubungan dengan Israel, Pakar Ungkap Dampaknya

Rabu, 17 September 2025 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar, menyampaikan pidato pada pembukaan pertemuan darurat Arab-Islam di Doha. (DOK. Reuters)

Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar, menyampaikan pidato pada pembukaan pertemuan darurat Arab-Islam di Doha. (DOK. Reuters)

Metrosiar – Desakan para pemimpin Arab dan Muslim untuk meninjau kembali hubungan diplomatik serta ekonomi dengan Israel menguat pasca serangan mematikan Israel di Doha, Qatar.

Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai langkah tersebut akan memberi dampak besar bagi Israel. Ia menegaskan, negara itu berpotensi semakin terisolasi.

“Israel akan terkucil di wilayah terdekatnya sendiri, sehingga pengucilan ini dapat secara perlahan meluas keberbagai belahan bumi,” ujar Rezasyah kepada wartawan, Rabu (17/9/25).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Israel bisa dilihat sebagai ancaman bagi perdamaian dunia sehingga dijauhi oleh negara lain. Situasi itu juga berimbas pada sektor pariwisata.

Baca juga:  Israel Makin Gila, Perluas Serangan Militer Dalam 3 Hari, Enam Negara Jadi Sasaran

“Terdapat potensi runtuhnya industri pariwisata Israel, dan membuat warga negara Israel tidak nyaman, dan merasa diri mereka terancam di luar negeri,” kata Rezasyah.

Dampak lain yang diprediksi adalah terganggunya perdagangan. Dengan terhentinya hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab, jalur dagang harus melalui pihak ketiga yang membuat harga barang semakin mahal.

“(Efek lainnya) Akan banyak perjanjian bilateral yang dibatalkan secara sepihak oleh para mitra Israel,” sambungnya.

Menurut Rezasyah, situasi ini memaksa Israel bekerja keras untuk memulihkan reputasi, terutama terkait isu hak asasi manusia.

Baca juga:  Profil Agensi Gold Medalist, CEO, Artis Ternama dan Kasus yang Menyita Perhatian

“Akan bermunculan negara dan kelompok yang mengkritik dan menekan negara-negara yang memberikan status dwi-kenegaraan pada penduduk Israel,” ujarnya.

Sebelumnya, Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar pertemuan darurat di Doha, Senin (15/9).

Pertemuan gabungan hampir 60 negara itu menanggapi serangan Israel yang diklaim menargetkan pimpinan senior Hamas, di tengah proses gencatan senjata.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin mendesak “semua negara untuk mengambil semua langkah hukum dan efektif yang memungkinkan untuk mencegah Israel melanjutkan tindakannya terhadap rakyat Palestina”, termasuk meninjau hubungan diplomatik dan ekonomi serta memulai langkah hukum terhadap Israel.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Detik.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini
Mahfuz Sidik: Jika Serangan AS–Israel Berlanjut, Iran Berpotensi Alami Genosida seperti Gaza
Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Lima Dampak Serius Jika Perang Berlarut
Iran Diserang, Timur Tengah Bergejolak: Mahfuz Beberkan Skenario Besar di Baliknya
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Situasi Memanas, Kedutaan India Desak Warganya Segera Keluar dari Iran
Jika AS Gempur Iran, Akankah Dunia Terbakar? Ini Analisis Mahfuz Sidik
Israel berpotensi menghadapi isolasi politik dan ekonomi setelah pemimpin Arab-Muslim menyerukan peninjauan ulang hubungan. Pakar Unpad Teuku Rezasyah menilai dampaknya bisa meluas, mulai dari runtuhnya pariwisata, kenaikan harga barang, hingga pembatalan perjanjian bilateral. Liga Arab dan OKI juga menegaskan langkah hukum terhadap Israel.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Senin, 9 Maret 2026 - 14:13 WIB

Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:00 WIB

Mahfuz Sidik: Jika Serangan AS–Israel Berlanjut, Iran Berpotensi Alami Genosida seperti Gaza

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:33 WIB

Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Lima Dampak Serius Jika Perang Berlarut

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:08 WIB

Iran Diserang, Timur Tengah Bergejolak: Mahfuz Beberkan Skenario Besar di Baliknya

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB