34 Ribu Orang Teken Petisi Tolak Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae

Avatar photo

Kamis, 4 September 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Lebih dari 34 ribu orang tanda tangani petisi online menolak pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae oleh Polri, dukungan warga Ngada terus mengalir. (DOK. Antara)

Foto Ilustrasi - Lebih dari 34 ribu orang tanda tangani petisi online menolak pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae oleh Polri, dukungan warga Ngada terus mengalir. (DOK. Antara)

Metrosiar – Dukungan publik terhadap Kompol Cosmas Kaju Gae semakin deras. Hingga Kamis (4/9/25) sekitar pukul 11.00 Wita, sedikitnya 34.222 orang telah menandatangani petisi online menolak keputusan pemecatan terhadap perwira Polri asal Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Petisi tersebut digagas Mercy Jasinta melalui Change.org dan ditujukan kepada Kapolri, Komisi Kode Etik dan Profesi (KKEP) Polri, serta DPR RI.

“Kami yang bertanda tangan di bawah ini adalah keluarga besar, masyarakat Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, serta sahabat dan rakyat kecil yang mencintai keadilan. Kami menolak keputusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Kompol Cosmas Kaju Gae,” tulis Mercy dikutip dari Kompas.com.

Diberhentikan Tidak Hormat oleh Polri

Kompol Cosmas Kaju Gae sebelumnya menjabat Komandan Batalyon (Danyon) Resimen IV Korps Brimob (Korbrimob) Polri. Namun, ia resmi diberhentikan tidak dengan hormat pada Rabu (3/9/25) malam.

Baca juga:  Musrenbang Sindangsari 2027 Digelar Khidmat—Aspirasi Warga Ini Jadi Sorotan!

Dalam sidang KKEP Polri, Cosmas mengaku tidak pernah berniat mencelakai korban Affan Kurniawan dalam insiden yang terjadi pada Kamis (28/8/25).

“Dengan kejadian atau peristiwa ini, bukan menjadi niat sungguh-sungguh demi Tuhan, bukan ada niat untuk membuat orang celaka,” kata Cosmas saat persidangan, sebagaimana diberitakan Kompas.com.

Putra Daerah Ngada

Mercy menegaskan, Cosmas adalah putra daerah Ngada yang sejak muda telah mengabdikan diri untuk bangsa melalui kepolisian.

Ia dipandang sebagai sosok pemberani yang berada di garda terdepan ketika menghadapi demonstrasi besar di Jakarta.

Baca juga:  Wabup Tangerang Resmikan Infrastruktur di Kutabumi, Ada Momen Tak Terduga!

“Bagi kami, beliau adalah pahlawan yang mengharumkan nama daerah dan keluarga besar,” ujarnya.

Menurut Mercy, pemecatan adalah sanksi terlalu berat dibandingkan dengan seluruh pengabdian yang telah diberikan Cosmas.

Ia menilai masih ada bentuk sanksi lain yang lebih proporsional tanpa harus meruntuhkan karier dan nama baik seorang putra daerah.

Melalui petisi online tersebut, masyarakat Ngada berharap suara mereka didengar oleh Kapolri.

“Kami percaya Tuhan Maha Adil dan suara rakyat pun patut didengar. Dari Ngada, dari Flores, doa-doa dan tanda tangan kami menjadi saksi bahwa Kompol Cosmas Kaju Gae tetaplah kebanggaan kami, tetaplah pahlawan kami,” pungkas Mercy.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti
Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis
Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik
Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas
Berita ini 38 kali dibaca
Petisi online menolak pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae telah mengumpulkan lebih dari 34 ribu tanda tangan. Warga Ngada, NTT, menyebut Cosmas sebagai putra daerah yang berjasa dan menilai sanksi pemberhentian tidak dengan hormat terlalu berat. Mereka berharap Kapolri dan KKEP Polri mau mendengar suara rakyat kecil.

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:16 WIB

7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti

Selasa, 29 September 2026 - 12:54 WIB

Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Jumat, 25 September 2026 - 12:07 WIB

545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Suyudi Resmi Jadi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:25 WIB

(ki-ka) Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank; Chartsiri Sophonpanich, President of Bangkok Bank dan Komisaris Utama Permata Bank; Hari Prabowo, Duta Besar Indonesia untuk Tailan; Prapan Disyatat, Duta Besar Tailan untuk Indonesia; Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Dalam Agenda Business Matching Para Pelaku Usaha Tailan dan Indonesia di Jakarta Bersama Bangkok Bank dan Permata Bank (Dokumentasi Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok).

Bisnis & Investasi

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:23 WIB

Pemerintahan

Lurah Kutabaru Purna Tugas, Pesan Haru Warga

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:34 WIB