Metrosiar – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) atau OHCHR telah menyuarakan keprihatinannya atas gelombang kericuhan yang terjadi dalam demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia.
PBB mendesak adanya investigasi menyeluruh dan transparan terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam penanganan aksi protes tersebut.
Juru bicara OHCHR, Ravina Shamdasani, menyatakan bahwa pihaknya memantau ketat situasi di Indonesia, terutama terkait dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat keamanan.
Shamdasani juga menekankan pentingnya dialog untuk menanggapi keresahan publik yang muncul akibat beberapa isu, termasuk kebijakan parlemen dan penghematan.
“Kami menyerukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan terhadap semua dugaan pelanggaran hukum HAM internasional,” kata Shamdasani dalam pernyataan resmi yang dirilis di situs PBB pada Senin (1/9/25).
Selain itu, OHCHR juga mengingatkan pemerintah Indonesia untuk melindungi hak-hak dasar masyarakat, termasuk hak untuk berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi, sesuai dengan standar internasional.
Shamdasani menegaskan, semua aparat keamanan, termasuk militer yang bertugas dalam penegakan hukum, harus mematuhi prinsip-prinsip dasar penggunaan kekuatan dan senjata api.
Kesimpulan
- PBB Mendesak Investigasi: PBB menyerukan agar pemerintah Indonesia melakukan penyelidikan yang cepat dan transparan terkait dugaan pelanggaran HAM dalam penanganan demonstrasi.
- Pentingnya Dialog: PBB menekankan bahwa dialog adalah kunci untuk mengatasi kekhawatiran publik yang memicu aksi protes.
- Perlindungan Hak Asasi: PBB mengingatkan otoritas Indonesia untuk menjunjung tinggi hak-hak dasar warga, seperti hak berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi, sesuai dengan standar internasional.
- Penggunaan Kekuatan: Aparat keamanan, termasuk militer, diingatkan agar mematuhi prinsip-prinsip dasar penggunaan kekuatan saat menangani massa.*
Editor : Konrad
Sumber Berita: ohchr.org









