Metrosiar – SIKLON TROPIS “TC-BIANCA” masih terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa.
Sistem tersebut berpotensi menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet)* dan daerah konvergensi di Samudera Hindia selatan Jawa.
Sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat Sumatera Barat, dan Laut Arafura selatan Maluku Tenggara Barat yang membentuk daerah perlambatan angin (konvergensi) yang memanjang di wilayah tersebut.
Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lain terpantau memanjang di Selat Malaka, dari Riau hingga Sumatera Utara, Kalimantan Barat hingga Pesisir barat Kalimantan Barat, Pesisir timur Kalimantan Utara hingga Kalimantan Barat, Pesisir Kalimantan Selatan hingga Selat Makassar, Perairan utara Sulawesi Tengah, di Laut Banda, Laut Timor, dan di Samudera Pasifik utara Papua.
Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Banda, dan Laut Arafura.
Peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot terpantau di Samudera Pasifik timur Filipina, Laut Sulu, dan Laut China Selatan.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut
Potensi Hujan Skala Lokal
Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Potensi Dampak Hujan Lebat Tanggal 26 Februari 2025
( Kategori ,WASPADA )
✓- Aceh,
✓- Sumatera Utara,
✓- Sumatera Barat,
✓- Kep. Riau,
✓- Jambi,
✓- Bengkulu,
✓- Lampung,
✓- Banten,
✓- D.I Yogyakarta,
✓- Bali,
✓- Nusa Tenggara Barat,
✓- Kalimantan Barat,
✓- Kalimantan Timur,
✓- Kalimantan Tengah,
✓- Kalimantan Selatan,
✓- Sulawesi Utara,
✓- Gorontalo,
✓- Sulawesi Tengah,
✓- Sulawesi Tenggara,
✓- Maluku Utara,
✓- Papua Pegunungan,
✓- Papua Tengah,
✓- Papua.
.
( Kategori SIAGA )
✓- Riau,
✓- Sumatera Selatan,
✓- Kep. Bangka Belitung,
✓- Jawa Barat,
✓- Jawa Tengah,
✓- Jawa Timur,
✓- Nusa Tenggara Timur,
✓- Sulawesi Barat,
✓- Maluku,
✓- Papua Selatan
.
( Kategori AWAS )
– NIHIL.
.
Tanggal 27 Februari 2025
( Kategori WASPADA )
✓- Aceh,
✓- Sumatera Utara,
✓- Sumatera Barat,
✓- Riau,
✓- Jambi,
✓- Kep. Bangka Belitung,
✓- Bengkulu,
✓- Banten,
✓D.K Jakarta-
✓ D.I Yogyakarta,
✓- Bali,
✓- Nusa Tenggara Barat,
✓- Nusa Tenggara Timur,
– ✓Kalimantan Barat,
✓- Kalimantan Timur,
,✓- Kalimantan Tengah,
✓- Kalimantan Utara,
✓- Kalimantan Selatan,
✓- Sulawesi Utara,
✓- Sulawesi Tengah,
✓- Sulawesi Barat,
✓- Sulawesi Tenggara,
✓- Maluku Utara,
✓- Maluku,
✓- Papua Tengah,
✓- Papua,
✓- Papua Selatan.
.
( Kategori SIAGA )
✓- Sumatera Selatan,
✓- Lampung,
✓- Jawa Barat,
✓- Jawa Timur,
✓- Sulawesi Selatan,
✓- Papua Pegunungan
.
( Kategori AWAS )
– ✓Jawa Tengah.
Himbauan :
Tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi CUACA EKSTREM serta mengantisipasi kemungkinan dampak yang dapat ditimbulkannya. (*)
Sumber Berita: Pusat Meteorologi Publik BMKG









