Metrosiar – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencanangkan penyelesaian sertifikasi bagi 1 juta guru dalam tahun ini.
Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen, mengungkapkan bahwa puluhan ribu guru telah berhasil memperoleh sertifikat pendidik.
“Kami terus mendorong percepatan proses, di mana Kemendikdasmen berkomitmen menyelesaikan sertifikasi sekitar 800 ribu guru tahun ini dan sekitar 1 juta dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Tahun 2025 akan menjadi tahun penyelesaian Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru tertentu, dan kami melakukan akselerasi,” jelas Nunuk dalam acara Pelaksanaan Program PPG Guru Tertentu Tahun 2025, Kamis (8/5/25).
Untuk mempercepat proses tersebut, Kemendikdasmen hanya akan menerapkan seleksi administrasi.
Semua guru yang memenuhi syarat administrasi dan belum memiliki sertifikat pendidik berhak mengikuti PPG tanpa pengecualian.
“Pembelajaran PPG terbagi dalam tiga batch dengan sistem mandiri yang fleksibel melalui platform Rumah Pendidikan atau Ruang GTK, diselesaikan dalam waktu kurang dari satu semester. Dengan demikian, proses belajar tetap dilakukan secara online, modul dapat dikerjakan kapan saja, sehingga aktivitas mengajar sehari-hari tidak terganggu,” tambah Nunuk.
Pelaksanaan uji kompetensi akan disesuaikan dengan materi PPG dan pengalaman mengajar. Ujian dilaksanakan secara terjadwal, mengacu pada kesiapan masing-masing guru.
Kemendikdasmen menargetkan pada 2026, seluruh guru di Indonesia (3 juta guru atau 100%) telah tersertifikasi, sehingga fokus pemerintah beralih ke peningkatan kompetensi guru.
“Pada 2025, kami mentransformasi dari 65% guru bersertifikat (1,9 juta guru) menjadi 92% (2,7 juta guru). Namun, 100% belum tercapai karena berdasarkan data, sekitar 249 ribu guru (8%) belum memenuhi kualifikasi S1/D4,” tegas Nunuk.
“Mereka akan mendapat bantuan beasiswa untuk menyelesaikan pendidikan S1/D4. Dengan demikian, pada 2028 mereka dapat mengikuti PPG dan menerima tunjangan profesi. Ini adalah grand design kami untuk menyelesaikan PPG Guru Tertentu,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan PPG merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen mewujudkan pendidikan berkualitas sesuai amanat konstitusi.
“Guru memegang peran penting, strategis, dan bahkan menentukan tidak hanya keberhasilan belajar siswa, tetapi juga kemajuan pendidikan bangsa,” ujar Abdul Mu’ti.
Seperti diatur dalam Undang-Undang Guru dan Dosen, guru berperan sebagai agen pembelajaran dengan tugas utama tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, memandu, dan menjadi mentor bagi murid.
“Oleh karena itu, guru harus terus meningkatkan kompetensi, baik pedagogik, akademik, sosial, moral, maupun kepemimpinan. Program PPG menjadi bagian integral dari upaya kami memastikan guru dapat bekerja dengan lebih baik ke depannya,” pungkasnya.(*)
Editor : Nedu Wodo Mezhe
Sumber Berita: metrotvnews.com










