Desak Pemerintah Evaluasi Program MBG Usai Kasus Keracunan

Avatar photo

Jumat, 26 September 2025 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Transparansi FABEM tentang Program MBG. Dok Istimewa

Diskusi Transparansi FABEM tentang Program MBG. Dok Istimewa

Metrosiar – Dewan Pimpinan Pusat Forum Alumni BEM (DPP FABEM) mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan investigasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini muncul setelah maraknya kasus keracunan yang diduga berasal dari makanan yang disalurkan melalui program tersebut. Jakarta (26/09/2025).

 

Ketua DPP FABEM menegaskan bahwa evaluasi harus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari distribusi bahan pangan, standar dapur pengolahan, hingga mekanisme pengawasan. Hal ini dinilai penting agar penyebab utama keracunan dapat ditemukan sekaligus mencegah insiden serupa terulang di masa depan.

 

“Program MBG ini harus benar-benar diawasi secara ketat. Jangan sampai niat baik mencerdaskan anak bangsa justru menjadi masalah baru karena lemahnya kontrol,” ujar perwakilan DPP FABEM dalam rilis resminya.

Baca juga:  Tragedi Penembakan di Tambang Emas Ilegal Ratatotok Sulut: Dugaan Oknum Brimob Polda Sulut Terlibat Jaga Keamanan Tambang Milik WNA China itu

 

Selain evaluasi teknis, DPP FABEM menyoroti aspek transparansi anggaran dalam pelaksanaan MBG. Mereka menekankan bahwa penggunaan dana harus terbuka agar publik bisa ikut mengawasi. Dengan begitu, peluang terjadinya praktik korupsi bisa ditekan.

 

“Ini uang APBN, bukan uang pribadi. Rakyat berhak tahu bagaimana anggaran MBG digunakan,” tegasnya.

 

FABEM juga menyarankan adanya evaluasi kinerja pejabat setiap enam bulan sekali. Jika ada pejabat yang terbukti tidak mampu menjalankan program dengan baik, maka harus segera digantikan oleh putra-putri bangsa yang berintegritas.

 

Lebih lanjut, FABEM menekankan bahwa MBG seharusnya tidak hanya menjadi program konsumsi semata, tetapi juga mendorong rantai ekonomi daerah. Mulai dari petani lokal, pedagang, hingga dapur MBG, semuanya harus ikut merasakan manfaat. Dengan demikian, MBG bisa menjadi gerakan ekonomi kerakyatan, bukan ajang monopoli segelintir pengusaha atau kepentingan politik tertentu.

Baca juga:  Narasi Negatif terhadap Sufmi Dasco Ahmad Dinilai Tidak Sesuai Fakta di Lapangan

 

Menanggapi desakan ini, sejumlah pejabat terkait menyatakan bahwa investigasi sedang berjalan. Kementerian Pendidikan bersama Kementerian Kesehatan disebut tengah mengumpulkan data di lapangan untuk memastikan penyebab keracunan dan mencari langkah perbaikan.

 

“Pemerintah tidak akan tinggal diam. Setiap laporan keracunan sedang kami telusuri, dan kami pastikan akan ada evaluasi menyeluruh,” ujar salah satu pejabat yang enggan disebutkan namanya.

 

Desakan DPP FABEM ini menjadi alarm penting bagi pemerintah agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberi manfaat nyata, terutama bagi anak-anak Indonesia. Harapannya, dengan transparansi, evaluasi rutin, serta pemberdayaan ekonomi lokal, MBG bisa berjalan efektif, akuntabel, dan sesuai dengan tujuan awal: mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel
Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031
Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat
Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:20 WIB

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Ribuan Ojol Padati Kodam Jaya, HUT TNI Diwarnai Aksi Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:14 WIB

Kesehatan

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir

Sabtu, 26 Sep 2026 - 09:41 WIB