Trauma Healing Pasca Banjir di Bekasi Oleh Puteri Indonesia Regional Jabar dan Banten

Avatar photo

Rabu, 5 Maret 2025 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trauma healing anak-anak korban banjir di Bekasi oleh Putri Indonesia Regional Jawa Barat dan Banten. (Istimewa)

Trauma healing anak-anak korban banjir di Bekasi oleh Putri Indonesia Regional Jawa Barat dan Banten. (Istimewa)

Metrosiar – Bekasi mengalami banjir, dengan beberapa titik di Kota Bekasi mencapai ketinggian hingga 5 meter.

Bencana ini menarik perhatian masyarakat luas, sementara pemerintah pusat dan daerah bekerja sama untuk menangani dampak pasca-banjir yang terjadi pada 5 Maret 2025.

Peristiwa banjir ini juga menjadi fokus perhatian bagi Puteri Indonesia Regional Jawa Barat dan Banten yang memutuskan untuk turut serta memberikan bantuan.

Mereka hadir di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, tepatnya di salah satu posko pengungsian (shelter).

Puteri Indonesia Jawa Barat 2025 terlihat berinteraksi dengan anak-anak yang berada di pengungsian tersebut.

“Kami hadir untuk memberikan trauma healing agar anak-anak tetap bahagia,” ujar Ratu Ayu, Finalis Puteri Indonesia Jawa Barat 2025.

Puteri Indonesia hadir di Bekasi untuk memberikan trauma healing bagi anak-anak korban banjir, membantu meringankan dampak bencana.
Puteri Indonesia hadir di Bekasi untuk memberikan trauma healing bagi anak-anak korban banjir, membantu meringankan dampak bencana. (Istimewa)

Ia mengungkapkan tujuan mereka hadir bersama Puteri Indonesia Banten dan rekan-rekan lainnya adalah untuk memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat yang terdampak serta memberikan trauma healing bagi anak-anak yang ada di lokasi tersebut.

Baca juga:  DPC Gelora Rajeg Gelar Buka Puasa Bersama Sahabat Dhuafa

“Saya hadir di sini bersama Puteri Indonesia Banten dan teman-teman lainnya untuk memberikan trauma healing agar anak-anak tetap bahagia,” ujarnya.

“Banjir ini menjadi salah satu yang terparah di Bekasi, dan kami, bersama Puteri Indonesia Banten, tidak ingin anak-anak mengalami trauma,” tambah Ratu Ayu.

Kathy Monica, Ketua Yayasan Bina Talenta Indonesia, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, mengatakan kehadiran mereka merupakan bagian dari langkah nyata para Puteri Indonesia yang terpilih untuk terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan.

Trauma healing anak-anak korban banjir di Bekasi oleh Putri Indonesia Regional Jawa Barat dan Banten.
Trauma healing anak-anak korban banjir di Bekasi oleh Putri Indonesia Regional Jawa Barat dan Banten. (Istimewa)

Ia juga berharap agar kedepannya dapat bekerja sama lebih erat dengan pemerintah Kota, Kabupaten, dan Provinsi.

Baca juga:  LBH Swastika Advokasi Nusantara Soroti Pengawasan Proyek Penguatan Tebing di Cipangarengan, Kemiri Tangerang

“Saya hadir mendampingi Puteri Indonesia Jawa Barat dan Banten untuk melakukan aksi nyata bersama pemerintah dan masyarakat,” kata dia.

“Saya berharap ke depan kita dapat semakin solid dalam berkolaborasi dengan semua jajaran pemerintah daerah di tingkat Kota/Kabupaten dan Provinsi di Jawa Barat dan Banten,” pungkas Monica.

Pemerintah Kota Bekasi mengucapkan terima kasih dan berharap agar dapat terus bekerja sama dengan Puteri Indonesia dalam berbagai kegiatan di masa mendatang.

Banjir yang melanda Kota Bekasi pada tahun 2025 ini tercatat sebagai yang terparah dalam sejarah.

Pemerintah Kota Bekasi sangat mengapresiasi kehadiran Puteri Indonesia dan berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut untuk berbagai kegiatan lainnya.(*)

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama
Posyandu Mawar 6 Pasar Kemis Jadi Andalan Banten, Siap Tembus Tingkat Nasional
Sambut HUT RI ke-81, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Tranformasikan FABA Menjadi Ruang Belajar di Sekolah Sekitar Perusahaan
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:15 WIB

Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:11 WIB

Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama

Berita Terbaru

Menko Polkam Djamari Chaniago (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Hukum & Kriminal

3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:57 WIB