Solusi Hebat RB-BDN Eksekusi Visi-Misi Ditengah Minimnya Anggaran Daerah

Avatar photo

Kamis, 30 Oktober 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ngada, Raymundus Bena ketika menyerahkan Buku Rekening Bank NTT berisi Insentif kepada salah satu RT di Kecamatan Golewa. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bupati Ngada, Raymundus Bena ketika menyerahkan Buku Rekening Bank NTT berisi Insentif kepada salah satu RT di Kecamatan Golewa. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Metrosiar.Ngada- Ketika pemerintah pusat mulai menata ulang kebijakan fiskal nasional melalui efisiensi belanja daerah dan pengalihan alokasi transfer ke daerah (TKD) pada tahun 2025 hingga 2026, banyak kepala daerah di Indonesia mulai cemas. Kebijakan tersebut menuntut daerah beradaptasi dengan anggaran yang lebih ketat, sementara kebutuhan pembangunan terus meningkat.

Namun tidak demikian dengan Pemerintah Kabupaten Ngada dibawah kepemimpinan Bupati Raymundus Bena (RB) dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu (BDN).

Di tengah tekanan fiskal nasional, RB-BDN justru menjadikan situasi ini sebagai momentum lahirnya strategi pembangunan baru, sebuah pendekatan yang oleh sejumlah pengamat mulai dijuluki sebagai gaya kepemimpinan khas RB-BDN dalam menata pembangunan di Kabupaten Ngada.

Bagi Raymundus Bena, efisiensi bukan alasan untuk berhenti bergerak. Sebaliknya, ia melihat keterbatasan anggaran sebagai peluang untuk memperkuat sinergi, memperluas kolaborasi, dan menjemput program pembangunan melalui kerjasama lintas sektor hingga para investor.

 

Demikian pernyataan ini disampaikan Bupati Ngada yang akrab disapa Ray Bena ini, ketika menyerahkan secara simbolis Insentif RT dan Santunan Kematian kepada sejumlah RT dan Ahli Waris di Kecamatan Golewa, Kamis (30/10/25).

Baca juga:  Bupati Tindak Tegas PT. SLI Pelanggar Pencemaran Udara Di Balaraja.

Ray Bena mengungkapkan, Insentif bagi seluruh RT di Kabupaten ini merupakan jawaban dari janji politiknya bersama Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, sekaligus implementasi dari Misi keempat dan kelima mereka.

Selain insentif RT, Ray Bena menyebutkan sejumlah gebrakan yang dilakukan dalam satu tahun kepemimpinan RB-BDN sebagai bagian dari implementasi dari visi dan misi meski ditengah minimnya anggaran transfer ke daerah dari pusat.

Hal menarik lainnya yang dilakukan RB-BDN adalah, pemberian bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan kepada hampir kurang lebih 11.000 orang terdiri dari, Kepala Desa dan Aparat Desa sejumlah2.911 orang, Non ASN sejumlah 1.147 orang RT sejumlah 1.858 orang, Kader Posyandu sejumlah 1.827 orang  dan kelompok rentan sebanyak 4.697 orang.

Menariknya, dari 5 (lima) misi yang telah dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Ngada dibawah kepemimpinan RB-BDN, kini mulai nampak tereksekusi, mulai dari bantuan sosial kemasyarakatan hingga beasiswa pendidikan.

Baca juga:  Orang tua Murid di Lebak Gotong Meja dan Kursi ke Sekolah, Viral di Medsos

 

Dihadapan ratusan RT dan sejumlah kepala desa se-kecamatan Golewa, Ray Bena memaparkan dengan rinci progres pembangunan di Kabupaten Ngada yang telah diimpelementasikan dalam satu tahun masa jabatan, yang RB-BDN sebut sebagai bantuan “MURNI KASIH’.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa dari beberapa kegiatan yang sudah dan akan dilakukan itu, ada yang tidak berasal dari APBD II, seperti sebut dia, bantuan beasiswa pendidikan dan fiber.

Selaku Bupati Ngada, Ray Bena mengingatkan bahwa apa yang telah dijalankan selama ini merupakan implementasi dari janji-janji politik RB-BDN dan jawaban atas Visi dan Misi sebagaimana telah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Ngada 2025-2030.

Dia juga mengajak para RT untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung seluruh proses pembangunan di Kabupaten Ngada ini.

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat
Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama
Posyandu Mawar 6 Pasar Kemis Jadi Andalan Banten, Siap Tembus Tingkat Nasional
Berita ini 114 kali dibaca
Di tengah tekanan fiskal nasional, RB-BDN justru menjadikan situasi ini sebagai momentum lahirnya strategi pembangunan baru, sebuah pendekatan yang oleh sejumlah pengamat mulai dijuluki sebagai gaya kepemimpinan khas RB-BDN dalam menata pembangunan di Kabupaten Ngada. Bagi Raymundus Bena, efisiensi bukan alasan untuk berhenti bergerak. Sebaliknya, ia melihat keterbatasan anggaran sebagai peluang untuk memperkuat sinergi, memperluas kolaborasi, dan menjemput program pembangunan melalui kerjasama lintas sektor hingga para investor.

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:10 WIB

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:15 WIB

Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo

Berita Terbaru