Selamat Jalan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Guru asal Flores Timur Korban Kekejaman Teroris KKB Papua

Avatar photo

Minggu, 23 Maret 2025 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang guru asal Flores Timur, NTT, meninggal sia-sia di tangan organisasi teroris KKB Papua. (Foto Ilustrasi/Freepik)

Seorang guru asal Flores Timur, NTT, meninggal sia-sia di tangan organisasi teroris KKB Papua. (Foto Ilustrasi/Freepik)

Metrosiar – Sebanyak tujuh orang guru dan tenaga kesehatan diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (21/3/2025).

Akibat serangan tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka.

Menurut informasi yang diterima, korban meninggal dunia bernama Rosalia Rerek Sogen, seorang warga Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Satu sumber yang dihubungi pada Minggu (23/3/2025) mengungkapkan dari tujuh korban yang diserang, enam di antaranya merupakan warga asal NTT, sementara satu lainnya berasal dari Sorong, Papua Barat Daya.

Baca juga:  TASPEN Peduli Tembus Wilayah Terdampak, Bantuan Kemanusiaan Langsung Diserahkan kepada Korban Gempa Ngada

Korban terdiri dari enam guru dan satu tenaga kesehatan.

Saat ini, korban yang mengalami luka-luka telah dievakuasi dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Yowari Sentani dan Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.

Nama-nama korban yang terluka antara lain Videlis Lena, Tari More, Paskalia Liman, Kosmas Paga, Irma Nenobahan, dan Vantiana Kambu.

Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca juga:  Mengapa Ayah dan Anak di Pinggiran Sungai Cikapundung Tolak Bantuan Gubernur KDM?

Dalam pernyataan yang beredar luas pada Sabtu (22/3/2025), Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sembom, mengungkapkan gerombolannya bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Organisasi teroris ini juga mengeklaim telah membunuh enam guru serta tenaga medis, serta membakar rumah-rumah yang diduga milik agen intelijen.

Serangan ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di Papua, yang melibatkan kelompok teroris bersenjata KKB dan aparat keamanan.

Kejadian ini memicu keprihatinan terkait keselamatan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di wilayah yang terus dilanda pembunuhan tersebut.(*)

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:18 WIB

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB