Proyek Air Bersih di Kemiri Diduga Tak Jelas Kepemilikan dan Abai Terhadap Prosedur Keselamatan

Avatar photo

Kamis, 5 Juni 2025 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm atau sepatu keselamatan, yang merupakan pelanggaran terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). (Istimewa)

Pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm atau sepatu keselamatan, yang merupakan pelanggaran terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). (Istimewa)

Metrosiar – Sebuah proyek pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) yang berlokasi di Kampung Santri Sabrang RT 018 RW 005, Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, diduga berjalan tanpa pengawasan yang jelas dan mengabaikan standar keselamatan kerja. Kondisi ini terpantau langsung pada Sabtu (31/05/2025).

Saat ditelusuri di lapangan, proyek tersebut tidak menunjukkan adanya papan informasi proyek yang merupakan kewajiban sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ketidakhadiran informasi tersebut menimbulkan kecurigaan masyarakat akan transparansi pelaksanaan proyek yang didanai dari anggaran publik.

Baca juga:  Patroli Malam Polda Banten Digeber Jelang Nataru, Ini Titik yang Disisir

Warga dan media tidak dapat mengetahui siapa pihak pelaksana, berapa nilai anggarannya, serta tujuan detail dari proyek tersebut.

Bahkan, salah satu pekerja yang dikonfirmasi menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui siapa pemilik proyek. “Kami hanya kerja sesuai suruhan, soal siapa pemiliknya kami tidak tahu,” ucapnya.

Kondisi di lapangan juga menunjukkan pelanggaran terhadap standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Potret pekerja: Kegiatan konstruksi dilakukan tanpa penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). (Istimewa)

Sejumlah pekerja terlihat bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, sepatu keselamatan, atau sarung tangan, yang seharusnya wajib digunakan dalam pekerjaan konstruksi.

Baca juga:  Kecamatan Kemiri Gelar Jumsih, Bukti Komitmen Jaga Lingkungan dan Pelayanan Publik

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pihak terkait yang dapat dimintai keterangan, baik dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran publik mengenai pengelolaan anggaran dan tanggung jawab atas proyek pemerintah tersebut.

Warga berharap agar instansi terkait segera mengambil langkah tegas dengan menelusuri kejelasan proyek dan memastikan pelaksanaannya sesuai dengan aturan serta mengutamakan keselamatan para pekerja di lapangan.(*)

Editor : Ahmad

Sumber Berita: metrosiar.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”
Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah
Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru
Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP
JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP

Berita Terbaru