Prabowo Tetapkan Kebijakan Wajib Simpan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA di Bank Indonesia, Aturan Baru untuk Pemanfaatan Devisa Hasil Ekspor SDA bagi Kemakmuran Bangsa

Avatar photo

Senin, 17 Februari 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan baru terkait kewajiban pengusaha menyimpan 100% devisa hasil ekspor SDA di bank-bank di Indonesia. (Tim Media Prabowo)

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan baru terkait kewajiban pengusaha menyimpan 100% devisa hasil ekspor SDA di bank-bank di Indonesia. (Tim Media Prabowo)

Metrosiar – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan pengusaha untuk menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sektor Sumber Daya Alam (SDA) di bank-bank Indonesia.

Pengumuman ini disampaikan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 17 Februari 2025.

Kebijakan ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 8 Tahun 2025 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam.

Aturan ini akan mulai berlaku pada 1 Maret 2025.

“Pemerintah menetapkan bahwa kewajiban penempatan devisa hasil ekspor SDA dalam sistem keuangan Indonesia akan ditingkatkan menjadi 100%, dengan jangka waktu 12 bulan sejak penempatan dalam rekening khusus devisa hasil ekspor SDA di dalam bank-bank nasional,” jelas Prabowo.

Tujuan Kebijakan: Optimalkan Potensi SDA untuk Kemakmuran Rakyat

Prabowo menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan SDA Indonesia demi kemakmuran bangsa dan rakyat.

Baca juga:  Praktisi Komunikasi Gunawan Raharjo: Sufmi Dasco Pemersatu Tokoh Bangsa

Dengan devisa yang disimpan di dalam negeri, diharapkan cadangan devisa Indonesia akan meningkat dan memberikan dampak positif pada stabilitas nilai tukar rupiah.

“Pemanfaatan SDA Indonesia harus dioptimalkan untuk kemakmuran bangsa dan rakyat. Baik melalui pembiayaan pembangunan, perputaran uang di dalam negeri, peningkatan cadangan devisa, stabilitas nilai tukar,” ungkap Prabowo.

Pengaruh Kebijakan terhadap Keuangan Nasional

Prabowo juga menyoroti selama ini banyak dana devisa hasil ekspor SDA yang disimpan di luar negeri, yang menyebabkan sumber daya ini tidak optimal bagi ekonomi Indonesia.

Pemerintah berharap dengan kebijakan ini, dampak dari pengelolaan devisa SDA bisa lebih maksimal.

“Selama ini dana devisa hasil ekspor, terutama dari sektor SDA banyak disimpan di luar negeri. Di bank-bank luar negeri. Dalam rangka memperkuat dan memperbesar dampak dari pengelolaan devisa hasil ekspor SDA maka pemerintah menetapkan PP No. 8 Tahun 2025,” ujarnya.

Baca juga:  Akses Terputus Bertahun-tahun, Kini Jembatan Garuda Dibangun!

Kebijakan Sektor Tertentu: Pertambangan, Perkebunan, Kehutanan, dan Perikanan

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan pengusaha untuk menyimpan seluruh devisa hasil ekspor sumber daya alam di bank-bank Indonesia mulai 1 Maret 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian Indonesia dengan meningkatkan cadangan devisa dan stabilitas mata uang rupiah.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan baru terkait penyimpanan devisa hasil ekspor SDA di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Tim Media Presiden)

Kebijakan 100% simpan devisa hasil ekspor ini akan berlaku khusus untuk sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan, sedangkan sektor minyak dan gas bumi akan dikecualikan.

“Untuk sektor minyak dan gas bumi dikecualikan dengan tetap mengacu pada ketentuan PP 36 2023,” tambahnya.

Proyeksi Peningkatan Devisa Hasil Ekspor

Prabowo memperkirakan bahwa kebijakan ini akan memberikan tambahan devisa ekspor Indonesia sebanyak 80 miliar dolar AS pada tahun 2025. Jika diterapkan penuh dalam 12 bulan, jumlahnya diperkirakan akan mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS.

“Dengan langkah ini, di tahun 2025 devisa hasil ekspor kita diperkirakan bertambah sebanyak 80 miliar dolar AS, karena ini akan berlaku mulai 1 Maret. Kalau lengkap 12 bulan hasilnya diperkirakan akan lebih dari 100 miliar dolar AS,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi, Ade Sunaryo, S.Pd., M.M. (kiri), bersama Camat Pasar Kemis, H. Nurhanudin, S.IP., M.Si. (kanan), meninjau kesiapan alat berat untuk pembangunan tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan di Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tata Kelola & Konservasi

Jelang Pembangunan Tanggul Cipangodokan, Lurah Kutabumi Tekankan Hal Ini!

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:40 WIB