Metrosiar – Pemerintah Desa Kemiri mengeluarkan klarifikasi resmi terkait pemberitaan mengenai penanganan seorang anak penderita hidrosefalus di Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, yang dikabarkan tidak mendapat perhatian dari pihak terkait.
Dalam pernyataan resminya, Pemdes Kemiri menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sejak laporan pertama diterima, Puskesmas setempat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah melakukan langkah-langkah penanganan.
Sudah Ditangani Sejak tahun 2023
Pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan telah melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien, Fadilah (6), untuk memberikan pemeriksaan kesehatan serta pendampingan medis.
Selain itu, rujukan ke rumah sakit spesialis juga telah difasilitasi agar Fadilah mendapatkan perawatan lanjutan.
Koordinasi dengan BPJS Kesehatan pun dilakukan untuk memastikan biaya pengobatan ditanggung melalui program jaminan kesehatan nasional.
Bantuan Sosial Sedang Diproses
Selain penanganan kesehatan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial telah memproses bantuan sosial untuk keluarga pasien guna meringankan beban ekonomi selama masa pengobatan berlangsung.
Pemerintah Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Kasus Fadilah juga menjadi perhatian khusus dan akan terus dipantau hingga mendapat penanganan optimal.
Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Kemiri, Masruri, SE, menjelaskan bahwa upaya penanganan terhadap Fadilah sudah dilakukan sejak lama.
Ia menyebut, baik pemerintah desa, kecamatan, maupun relawan KSB bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), telah bergerak membantu keluarga pasien pada 19 Oktober 2023 lalu.
“Bahkan almarhum Pak Amin dari TKSK dulu turun langsung membantu membawa Fadilah ke rumah sakit untuk berobat. Kami tidak tinggal diam,” ujar Masruri.
Ia juga mengimbau kepada media agar melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menayangkan pemberitaan, agar informasi yang disampaikan akurat dan tidak menyesatkan.
“Bukannya kami tidak menangani, tapi mohon klarifikasi dulu ke pihak desa agar tidak terjadi salah paham,” tambahnya.
Dengan demikian, Pemdes Kemiri memastikan bahwa pasien telah mendapatkan perhatian dan penanganan dari berbagai pihak terkait, serta meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.(*)
Editor : Ahmad
Sumber Berita: Masruri. SE ( Ketua KSB Kemiri)









