Metrosiar – Hasan Nasbi resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO).
Selain pengunduran dirinya yang mencuri perhatian, total harta kekayaan Hasan yang tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) juga menjadi sorotan.
Berdasarkan data LHKPN per 9 Desember 2024 yang diunggah di situs resmi elhkpn.kpk.go.id, Hasan Nasbi tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp 41,3 miliar atau tepatnya Rp 41.336.616.257.
Nilai tersebut mencerminkan aset yang tersebar di berbagai bentuk harta, mulai dari properti hingga kendaraan mewah.
Rincian Kekayaan Hasan Nasbi
Harta terbesar Hasan Nasbi berasal dari tanah dan bangunan yang mencapai nilai Rp 13.967.787.329. Ia memiliki sembilan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Jakarta Selatan, Kota Bekasi, Kota Sijunjung, Kota Cianjur, dan Kota Bogor.
Di sektor kendaraan, Hasan memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 9.515.382.499. Beberapa kendaraan mewah yang dimilikinya antara lain BMW X5, Honda HRV, Toyota Hiace, Mini Cooper S Hatch A/T, dan Mercedes Benz. Ia juga memiliki satu unit sepeda motor merek Honda Beat.
Selain aset fisik, Hasan menyimpan kas dan setara kas senilai Rp 17,6 miliar, serta harta lainnya sebesar Rp 735 juta. Ia juga memiliki utang sebesar Rp 575,7 juta. Dengan demikian, total kekayaannya tetap berada di angka fantastis, yaitu lebih dari Rp 41 miliar.
Alasan Pengunduran Diri Hasan Nasbi
Hasan mengungkapkan bahwa dirinya telah mengajukan surat pengunduran diri sejak 21 April 2025. Surat tersebut dikirimkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba. Surat pengunduran diri saya tanda tangani dan saya kirimkan kepada presiden melalui dua orang sahabat baik saya, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet,” ujar Hasan melalui akun Instagram @totalpolitikcom, dikutip Selasa (29/4/2025).
Keputusan Dini demi Kebaikan Komunikasi Pemerintah
Hasan menegaskan bahwa keputusannya bukanlah hal yang mendadak. Ia mengaku telah memikirkannya secara mendalam sebelum mengambil langkah tersebut.
“Jadi ini bukan keputusan yang tiba-tiba dan bukan keputusan yang emosional. Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang, dan demi kebaikan komunikasi pemerintah yang akan datang,” jelasnya.
Langkah Hasan Nasbi mundur dari jabatan strategis di lingkaran Istana tentu menimbulkan spekulasi publik. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak Istana mengenai alasan pengunduran diri tersebut.(*)
Editor : Lisan Al-Ghaib









