Polda Banten Gelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025, Kapolda Hengki Tekankan Sinergi dan Respons Cepat

Avatar photo

Kamis, 6 November 2025 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel TNI-Polri, BPBD, dan unsur instansi terkait mengikuti Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi secara serentak di Lapangan Apel Mapolda Banten.

Personel TNI-Polri, BPBD, dan unsur instansi terkait mengikuti Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi secara serentak di Lapangan Apel Mapolda Banten.

Serang, Metrosiar – Dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, Polda Banten menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Secara Serentak Tahun 2025 di Lapangan Apel Mapolda Banten, Rabu (5/11).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, dan diikuti oleh berbagai unsur instansi terkait, seperti TNI, BPBD, Basarnas, BMKG, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PMI, serta para relawan kebencanaan. Turut hadir pula Forkopimda Provinsi Banten dan Pejabat Utama Polda Banten.

Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang kerap melanda saat musim penghujan.

Dalam amanatnya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa apel tersebut merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana menghadapi potensi bencana.

“Apel ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan peralatan agar seluruh pihak dapat bersinergi secara cepat, sigap, dan tepat dalam penanganan bencana. Tujuannya adalah menjamin keamanan serta keselamatan masyarakat,” ujar Irjen Pol Hengki.

Kapolda Hengki menambahkan, Indonesia sebagai negara yang berada di wilayah Ring of Fire memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Berdasarkan data BMKG, 43,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dengan puncak pada November 2025 hingga Januari 2026, yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi.

“Dalam menghadapi tantangan tersebut, kecepatan dan ketepatan respon menjadi kunci keberhasilan. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa — TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, dan masyarakat — harus memiliki kesiapan optimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolda Hengki menyampaikan delapan poin penekanan penting untuk dijadikan pedoman oleh seluruh personel dan instansi terkait dalam penanganan bencana:

  1. Melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana bersama BMKG dan instansi terkait.

  2. Memberikan informasi dan imbauan dini kepada masyarakat.

  3. Memastikan kesiapan personel, sarana, prasarana, dan logistik yang dapat segera digerakkan.

  4. Menggelar simulasi tanggap darurat bencana secara rutin.

  5. Mengedepankan kecepatan dan ketepatan respon dalam evakuasi serta penyaluran bantuan.

  6. Melaksanakan tugas kemanusiaan dengan empati, humanis, dan profesional.

  7. Melakukan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan bencana.

  8. Memperkuat koordinasi dan sinergitas lintas sektor antara TNI, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.

“Mari kita laksanakan tugas ini dengan semangat, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, dan keselamatan dalam setiap pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Kapolda Hengki.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dan unsur Forkopimda memberikan keterangan usai memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Mapolda Banten, Rabu (5/11).

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan apresiasi kepada Polda Banten yang dinilai cepat dan tanggap dalam memperkuat mitigasi risiko bencana di wilayah Banten.

“Langkah cepat Polda Banten menjadi contoh nyata sinergi antarinstansi. Dengan kesiapan yang matang dan koordinasi yang solid, kita optimis risiko bencana di Provinsi Banten dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan efisien,” ujarnya.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meninjau perlengkapan dan peralatan SAR usai pelaksanaan apel kesiapsiagaan bencana di Mapolda Banten.

Apel kesiapan ini ditutup dengan pengecekan pasukan serta sarana dan prasarana penanggulangan bencana, mulai dari kendaraan taktis, peralatan SAR, hingga logistik pendukung.

Baca juga:  Menaker Yassierli Akui Target 19 Juta Lapangan Kerja Masih Tantangan Besar
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian
Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!
Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan
Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan
Terungkap! Dua Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Kembali Dibekuk Polda Banten
Aksi Ditsamapta Polda Banten di Jembatan Merah Putih Tuai Apresiasi Warga
Kapolda Banten: Nilai Pancasila Harus Dibuktikan dengan Tindakan Nyata
Kapolresta Serang Kota Ingatkan Anggota: Jangan Lupakan Nilai Pancasila
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 22:12 WIB

170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian

Senin, 8 Juni 2026 - 21:04 WIB

Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!

Senin, 8 Juni 2026 - 20:32 WIB

Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:16 WIB

Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:27 WIB

Terungkap! Dua Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Kembali Dibekuk Polda Banten

Berita Terbaru

Foto : Karikatur Preman

Politik & Pemerintahan

Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan

Jumat, 5 Jun 2026 - 16:16 WIB