Masjid Al-Wustho Gelar Salat IdulFitri 1 Syawal 1446 H di Desa Mekarsari Kabupaten Tangerang

Avatar photo

Senin, 31 Maret 2025 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Al-Wustho di Desa Mekarsari menggelar Salat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H dengan khotbah oleh Gus Deden, dihadiri ribuan jamaah setempat. (Istimewa)

Masjid Al-Wustho di Desa Mekarsari menggelar Salat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H dengan khotbah oleh Gus Deden, dihadiri ribuan jamaah setempat. (Istimewa)

 

Metrosiar – Untuk yang kesekian kalinya, Masjid Al-Wustho yang terletak di samping Kantor Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, kembali mengadakan Salat Idul Fitri.

Pada tahun 2025 ini, pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H dilaksanakan mulai pukul 06.30 WIB, dan dibuka oleh Ketua DKM Masjid Al-Wustho, Ustaz M. Tolha. Dalam sambutannya, Ustaz Tolha menyampaikan laporan kegiatan selama bulan Ramadan tahun ini.

“Alhamdulillah, seluruh kegiatan selama bulan Ramadan di Masjid Al-Wustho tahun ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah kita sepakati bersama. Di antaranya, Tadarusan yang alhamdulillah mencapai 4 kali khatam, dan Khotmil Qur’an yang diikuti oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua,” ujar Ustaz Tolha.

Selain itu, beliau juga menambahkan, “Pada hari Sabtu, tanggal 22 Maret 2025 yang lalu, pengurus dan jamaah Masjid Al-Wustho mengadakan santunan untuk anak yatim piatu dan dhuafa. Dalam waktu yang singkat, kami berhasil mengumpulkan dana sebesar lebih dari Rp 17 juta, yang telah kami salurkan kepada yang berhak menerima.”

Baca juga:  Konsolidasi Laskar Merah Putih Rajeg Bersama Ketua Markas Banten

Imam sekaligus Khotib pada Salat Ied tahun ini adalah Gus Deden, putra Abah KH Ahmad Suryadi Spdi, Ketua MUI Kecamatan Rajeg dan Pengasuh Pondok Pesantren Daar El Hikam di Desa Rancabango, Kecamatan Rajeg.

Dalam khotbahnya, Gus Deden mengingatkan jemaah untuk terus menjaga iman dan Islam yang telah digembleng selama bulan Ramadan.

Imam sekaligus Khotib pada Salat Ied tahun ini adalah Gus Deden, putra Abah KH Ahmad Suryadi Spdi, Ketua MUI Kecamatan Rajeg dan Pengasuh Pondok Pesantren Daar El Hikam di Desa Rancabango, Kecamatan Rajeg.
Imam sekaligus Khotib pada Salat Ied tahun ini adalah Gus Deden, putra Abah KH Ahmad Suryadi Spdi, Ketua MUI Kecamatan Rajeg dan Pengasuh Pondok Pesantren Daar El Hikam di Desa Rancabango, Kecamatan Rajeg. (Istimewa)

“Kita tetap harus menjaga iman dan Islam yang telah kita latih sebulan penuh dengan berpuasa dan ibadah lainnya, agar dapat mencapai taqwa sebagai bekal kita di akhirat kelak,” pesan Gus Deden.

Masjid Al-Wustho, yang terletak di Perumahan Taman Raya Rajeg dan berdekatan dengan Blok E dan C, kini menjadi tempat ibadah yang sangat dekat bagi warga setempat.

Blok E dan C sendiri terdiri dari beberapa RT dengan jumlah penduduk lebih dari 1.000 jiwa, mayoritas beragama Islam.

Baca juga:  Bahlil: SPBU Swasta Setuju Ambil Pasokan BBM dari Pertamina, Bagaimana dengan Harga?

Dengan demikian, warga Blok E dan C tidak perlu lagi pergi jauh-jauh untuk melaksanakan Salat Idul Fitri.

Ahmad Fauzi, salah satu tokoh masyarakat Perumahan Taman Raya Rajeg yang pernah menjabat sebagai Ketua RW 05 selama dua periode, mengungkapkan bahwa ia sangat mengetahui sejarah dari Masjid Al-Wustho.

Masjid ini awalnya dibangun pada sekitar tahun 2008 sebagai Musala Al-Wustho.

“Pada tanggal 4 Maret 2023 M, bertepatan dengan 11 Sya’ban 1444 H, status Mushola Al-Wustho berubah menjadi Masjid Jami’ Al-Wustho dan diresmikan langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Rajeg, Abah KH. Ahmad Suryadi S. PdI,” tuturnya.

Dengan keberadaan Masjid Al-Wustho yang terus berkembang, warga Perumahan Taman Raya Rajeg kini semakin merasakan kemudahan dalam menjalankan ibadah, terutama dalam melaksanakan Salat Idulfitri bersama di lingkungan sekitar.(*)

Editor : Nedu Wodo

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha
Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta
HAN ke-42 di Ngada Jadi Alarm: Ray Bena Soroti Kekerasan, Bahaya Digital dan Hak Anak
Pengurus PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten akan Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah
Jaga Kondusivitas Wilayah, Polresta Tangerang Bentuk Sabuk Kamtibmas Libatkan Buruh hingga Ojol
Partai Gelora Kota Tangerang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Makan Gratis untuk Warga
Pengemudi Ojek Online dan Warga Sambut Antusias Program Makan Gratis dari Partai Gelora Kota Tangerang.
Pahlawan Nasional dari Papua yang Mengukuhkan Semangat Persatuan Indonesia
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:53 WIB

HAN ke-42 di Ngada Jadi Alarm: Ray Bena Soroti Kekerasan, Bahaya Digital dan Hak Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Pengurus PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten akan Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Jaga Kondusivitas Wilayah, Polresta Tangerang Bentuk Sabuk Kamtibmas Libatkan Buruh hingga Ojol

Berita Terbaru

TNI POLRI

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Sabtu, 8 Agu 2026 - 08:51 WIB