Orang Tua Mahasiswa UKI Laporkan Kapolres Jaktim ke Propam Terkait Penghentian Kasus Kematian Anaknya

Avatar photo

Jumat, 25 April 2025 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly (Foto: Istimewa)

Potret Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly (Foto: Istimewa)

Metrosiar – Kasus kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Walewangko, kembali menuai sorotan setelah pihak keluarga melaporkan Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly ke Divisi Propam Polri.

Laporan resmi tersebut diajukan pada Jumat (24/4/25) dan tercatat dalam surat pengaduan dengan nomor SPSP2/001832/IV/2025/BAGYANDUAN.

Pengacara keluarga Kenzha, Manotar Tampubolon, menyampaikan bahwa laporan juga mencakup Kasat Reskrim serta penyidik Polres Jakarta Timur. Ia menilai penanganan perkara terkesan tidak serius dan tidak profesional.

“Tadi kami melaporkan Kapolres Jakarta Timur, Kasat Serse Polres Jakarta Timur, dan juga penyidik-penyidik perkara yang menangani kasus tewasnya Kenzha diduga di Kampus Universitas Kristen Indonesia di Jakarta Timur yang hingga saat ini tidak jelas penanganannya, dan terkesan sangat tidak profesional,” ujar Manotar.

Ia menyoroti perbedaan antara hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati dan pernyataan kepolisian yang menyebut kematian Kenzha akibat pengaruh alkohol.

“Yang kedua, penyidik di Polres Jakarta Timur juga tidak atentif dengan apa yang sudah dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit Polri. Bagaimana Kenzha itu bisa meninggal? Apa yang mengakibatkan kematian yang bersangkutan? Apakah benar-benar karena alkohol atau tidak?” katanya.

Baca juga:  Merayakan Semangat Pengorbanan dan Ketakwaan di Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M

Manotar juga mengkritik sikap Polres Jaktim yang menyampaikan rencana penghentian kasus melalui tayangan video.

“Berdasarkan press release yang dilakukan oleh pihak Polres Jakarta Timur yang kami lihat ada di YouTube atau di video, yang mau meng-SP3-kan perkara ini, kami menyimpulkan bahwa pihak Polres Jakarta Timur terlalu sepele dan terlalu mengingkari sebuah nyawa seorang anak manusia yang sudah melayang dengan mengatakan itu akibat alkohol,” ucapnya.

Di sisi lain, EH Happy Walewangko, ayah Kenzha, menduga kuat adanya rekayasa dalam kasus tersebut. Ia menyebut sejumlah luka di tubuh anaknya tidak mungkin disebabkan kecelakaan biasa.

“Polres Jakarta Timur itu merekayasa kasus karena dianggap kecelakaan, padahal ini murni pengeroyokan. Ini ada tapak sepatu ini, sampai berbekas, apakah ini yang dinamakan kecelakaan. Ini tapak sepatu yang mungkin gerakan yang saya tidak tahu, ini sangat sadis ini. Sampai tapaknya masih melekat, sampai biru-biru ini di tubuh,” ujarnya.

Baca juga:  Pemerintah Kota Tangerang sedang menggencarkan sosialisasi terkait kawasan tanpa rokok (KTR) kepada masyarakat, serta bahaya merokok.

“Yang lain, ini kepala korban ini, kemudian ini biru-biru di tangan juga ada, ini yang di kepala ini akibat benda tumpul yang, ini bocor, ini besar,” tambahnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur menyatakan telah menghentikan proses penyelidikan kasus ini. Dalam gelar perkara yang dilakukan pada 15 April lalu, mereka menyimpulkan tidak ditemukan unsur pidana dalam kematian Kenzha.

“Dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama dan atau penganiayaan dan atau kelalaian yang menyebabkan kematian sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 KUHP dan atau pasal 359 KUHP tidak dapat ditingkatkan penyelidikannya ke tahap penyelidikan,” jelas Kapolres Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan.

“Dengan alasan bahwa peristiwa tersebut yang dilaporkan bukanlah merupakan suatu tindak pidana, untuk itu penyelidik akan menghentikan proses penyelidikan dan akan melengkapi administrasi penghentian penyelidikan,” lanjutnya.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: CNNIndonesia

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Banten Resmi Ganti Wakapolda, Deretan Pejabat Strategis Ikut Bergeser
Kutabumi Curi Perhatian! TP PKK Kabupaten Tangerang Soroti Semangat Kebersamaan Warga
LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik
Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio
Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat
Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Berita ini 26 kali dibaca
Keluarga mahasiswa UKI, Kenzha Walewangko, melaporkan Kapolres Jakarta Timur ke Propam Polri. Mereka menilai penghentian penyelidikan kasus kematian Kenzha tidak transparan dan penuh kejanggalan. Dugaan rekayasa hingga pengabaian hasil autopsi menjadi alasan utama laporan tersebut diajukan.

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:22 WIB

Kapolda Banten Resmi Ganti Wakapolda, Deretan Pejabat Strategis Ikut Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:34 WIB

Kutabumi Curi Perhatian! TP PKK Kabupaten Tangerang Soroti Semangat Kebersamaan Warga

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:47 WIB

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:30 WIB

Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio

Senin, 27 Juli 2026 - 20:10 WIB

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB